for you who still waiting
Thank you and happy reading! :)
[M_G_S_A]
RIUH tepuk tangan mengiringi perempuan itu melangkah menaiki panggung. Senyum manis terpetak jelas menghiasi wajah cantiknya yang dibingkai surai hitam yang menjuntai apik hingga pundak. Sorak penuh memuji itu membuatnya merona malu sekaligus tersanjung hingga ia berdeham pelan yang sayangnya masih terekam oleh mic yang terpasang di kerah bajunya. Membuat penonton semakin gemas.
Sang pembawa acara sampai menegur sambil tertawa agar mereka tenang. Memaklumi bahwa tokoh utama acara ini pasti merasa gugup dan para penggemarnya pasti sangat antusias melihat wujudnya untuk pertama kali. Butuh waktu hingga ia pun memulai wawancara setelah mengajak perempuan itu duduk di kursi yang sudah disediakan.
"Ini pertama kalinya saya menghadiri acara ini dan tidak menyangka akan banyak yang datang. Terima kasih," jawab perempuan itu yang disambut seruan dari penonton.
"Benar. Kakak pasti terkejut karena ternyata punya penggemar sebanyak ini. Tapi lebih mengejutkan mana sama Kakak yang pernah punya penggemar rahasia?" goda pembawa acara yang membuat para penonton kembali berseru, ikut menggoda.
Dia tertawa sebelum menjawab, "Dua-duanya bikin saya kaget. Soalnya saya merasa belum sehebat itu untuk dikagumi orang."
"Saya sendiri aja bisa langsung menebak kenapa Kakak sampai punya penggemar rahasia. Siapa di sini yang udah jadi penggemar Kak Melody sejak meluncurkan novel pertama?"
Dia tertawa malu lantaran takjub melihat banyak yang mengangkat tangan sambil menyerukan berbagai ucapan manis. Tidak lupa baginya untuk mengucapkan terima kasih sekali lagi penuh tulus.
"Kita jadi semakin tertarik untuk bertemu dengan Kakak karena ini, lho! Kita mau tau banget latar belakang pembuatan novel terbaru Kakak yang satu ini. Ceritain sedikit dong, gimana perasaan Kakak selama membuat novel ini?"
Senyum penuh makna terpatri di bibirnya yang dipoles lembut. Ia lantas membetulkan posisi duduknya sebelum mulai menjawab.
"Sebenarnya cerita ini sudah saya buat lama. Bahkan sebelum saya punya pemikiran untuk menerbitkan buku dan menjadi penulis seperti sekarang. Awalnya ini hanya semacam catatan pribadi dan saya baru menulisnya setelah semua pengalaman itu berlalu lama.
"Saya menuangkan semuanya setelah hubungan saya dengan dia selesai." Dia melakukan jeda demi melihat ke arah penonton sejenak. "Saat itu saya merasakan kekosongan yang berlarut-larut setelah dia pergi. Satu-satunya cara saya menyembuhkan diri adalah dengan menuangkan semuanya dari pikiran saya. Walaupun saya harus mengenang kembali sepanjang menulis itu semua tapi di sisi lain, saya merasa lega karena sudah melakukan itu."
"Ya, memang yang namanya ditinggalkan dengan orang tersayang itu sudah pasti ada kesedihan yang sulit untuk diungkapkan," komentar sang pembawa acara.
"Ya. Apalagi, saya bukan tipe orang yang mudah mencurahkan isi hati dengan lisan. Tapi beruntungnya, sepanjang perjalanan saya ditemani oleh teman-teman dan keluarga yang mengerti dan mau menghibur saya. Ini memang butuh waktu yang cukup lama. Tapi berkat dukungan mereka, saya punya keberanian untuk mengungkapkannya sekarang. Terlebih, sekarang ternyata saya punya kalian yang mau mendukung saya," paparnya yang segera mendapat tepuk tangan sebagai apresiasi.
"Lalu gimana perasaan Kakak ketika akhirnya memutuskan untuk mengangkat kisah Kakak sendiri ke dalam novel? Saya sudah baca ceritanya dan, well, kalian mengerti maksud saya, kan? Kak Melody ini nggak pernah gagal bikin pembacanya terpukau sama semua tulisannya. Siapa di sini yang pasti gagal move on berhari-hari tiap habis baca ceritanya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Genius Secret Admirer
Teen Fiction[Sebagian cerita di-publish di Karyakarsa] Aluna tidak pernah berharap bahwa dirinya akan memiliki seorang penggemar rahasia. Kedatangannya yang tidak terduga ternyata mampu menarik perhatian Aluna untuk mencari wujud si pelaku, memicu debaran jantu...
