[35] Lost Contact

10.3K 1K 119
                                        

SORE menjelang, Aluna masih betah mengurung diri di kamarnya. Hanya berbaring di tempat tidur atau sesekali pindah ke meja belajar demi mengalihkan pikiran.

Namun tidak berhasil.

Ini sudah tiga jam semenjak berpisah dengan Ken. Tetapi selama itu pula Aluna tidak mampu menepis kejanggalan yang didapat sejak lelaki itu pergi.

Kenapa Ken mengatakan agar dirinya menjaga diri baik-baik? Apa itu bisa dikatakan normal di saat Ken belum pernah mengucapkan itu sebelumnya ... dengan nada yang tidak biasa pula?

Bahkan setelah beberapa kali Aluna mencoba mengirim pesan chat untuk Ken, tidak ada balasan berarti yang Aluna dapat. Mendapat tanda sudah dibaca pun tidak. Apakah lelaki itu langsung tenggelam dengan kesibukannya?

Aah, ini membuatnya frustasi sendiri.

Aluna menelungkup di atas meja, mengembuskan napas panjang di sana. Bayangan di mana lelaki itu bahkan pergi tanpa menyisakan binar senyum sudah cukup menjadi beban pikiran Aluna. Jika sudah seperti ini, sudah merupakan keharusan baginya untuk menghubungi Ken Alvino lebih dulu.

Hanya untuk memastikan bahwa lelaki itu memang baik-baik saja.

Menempelkan ponselnya di telinga, Aluna menunggu diiringi jantung berdebar sekaligus perut melilit karena gugup. Mengingat ini adalah kali pertama Aluna menguhubungi Ken lebih dulu, tangannya menjadi sedikit bergetar.

Tetapi Aluna tidak menemukan nada sambung. Justru suara operator yang memberi tahu bahwa nomor tujuannya sedang tidak aktif.

Aluna sedikit menyesal karena sudah bereaksi lebih, tetapi ia lebih menyesalkan mengapa Ken Alvino mematikan nomor ponselnya. Sebenarnya ke mana lelaki itu pergi? Apakah pulang ke rumah? Atau pergi mengurus pekerjaannya dengan sang papa? Atau justru pergi ke tempat lain?

Sekali lagi Aluna mencoba mengirim pesan chat pada Ken.

Nomor kamu kok gak aktif?

Tetapi Aluna segera menghapusnya. Ragu rasanya mengirim pesan itu.

Kamu gak apa-apa kan?

Aluna sudah mengirim pesan ini dua jam yang lalu.

Kenal...

Dua ibu jarinya berhenti mengetik. Otaknya berputar mengolah kata apa yang tepat untuk dia kirim ke lelaki itu. Sambil menggigit bibir bawahnya diam-diam, pelan-pelan Aluna merangkai kata menjadi kalimat yang berhasil dia kirim.

jaga diri kamu baik-baik juga ya..

****

Sulit dipercaya rasanya, Aluna melewati masa Try Out Ujian Nasional pertama tanpa mengkhawatirkan apa saja yang sudah dia jawab di kolom jawaban komputer miliknya. Sampai tiap pertemuan Penambahan Materi para guru akan membahasnya, Aluna tidak mengalami kepanikan di mana dia sudah melakukan banyak kesalahan.

Padahal, ada Sarah yang sudah kelimpungan hingga mengeluh akan nasib nilai Try Out pertamanya yang sudah keluar hanya dalam dua hari. Terpampang di papan informasi sekolah beserta peringkat secara kolektif untuk tiap jurusannya.

"Tuh 'kan! Ekonomi sama Geo gue ancur lebur!" keluh Sarah begitu menemukan namanya terpajang di urutan 87. Dengan nilai keseluruhan 41,7 dari total 60.

"Apalagi gue, Sar." Samuel yang berdiri tepat di belakangnya malah tertawa konyol melihat namanya tertera di urutan 99 dengan nilai keseluruhan 39,8. "Dilan pas di bawah gue malah. Hahahaha!" kelakarnya yang disambut decakan santai dari empunya.

My Genius Secret AdmirerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang