Ada salju melitupi rongga-rongga. Meredam cahaya dari harapan yang sedikit. Pedihnya ditikam kedinginan sambil menanti kehangatan yang tak kunjung tiba. Sedang dunia menjadi salju mematikan pohon dan jalan.
Dijemput menggubah lukisan takdir dengan senyuman dan pemberian. Bahu ku adalah tempat menanggung raja di dalam kata-kata berhak. Begini rasanya meringkuk termakan budi. Dari bayang aku merenung lukisan itu, ia bukan lagi untuk dimiliki. Tapi untuk menebar raksa di hati.
Rongga-rongga tertutup semuanya oleh salju yang mencengkam sendi-sendi cahaya. Selimut baldu diterbangkan bayangan silam dan aku meringkuk kedinginan dalam gelita.
Biarkan aku pergi ke pinggir dunia. Kerana di sini adalah kamar penyeksaan bagi orang yang tewas. Sedang aku belum pernah tewas.
ANDA SEDANG MEMBACA
Menari Dalam Gelap.
PoetryRintik-rintik waktu yang gugur di antara kita; jalan dan lorong-lorong kecil pun tak menuju maksud. Sepi kian meresap ke dinding kamar tidur kita, di mana kita berdua dalam ketiadaan; hilang dalam kewujudan. Dalam aku digulung debu-debu hitam dan ka...
