Sepotong bibir ranum itu tiba-tiba mengembun
Sesar laksana apel fuji yang dibui mata pisau
Kubus emas tempatnya bergerha pun getas
Maka menyarulah ingar eulogi kemudian
Sesaput darah liat berembus menebus
Sedang biji senja belum juga segera landung
Bibir yang entah milik siapa itu jumpalitan
Sejurus indriawi massa dihela daya magi
Tatapan bibir-bibir di seputarnya heroik
Telinga bibir-bibir di sekeliling lengking
"Perempuan empunya bibir itu pastilah lacur!"
"Enyah kau bibir lucah!" seseorang berseru
"Bibir itu portal neraka!" sambut lainnya
"Adalah maksiat yang bercokol di situ!"
"Bakarlah atau kita yang kena kutuk!"
Seekor kobra gurun di kejauhan berpentas
Seringai menuju orkestra serapah di sana
Lutut-lutut petang jelma danawa kecewa
Tipislah tepi antara saksi ataukah fiksi
Manakala insani bermasker persuasi
[]
====================
Terinspirasi dari cerpen Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia karya Agus Noor (meski sisi romansanya tidak terlibat sama sekali).
KAMU SEDANG MEMBACA
Puspawarna
Poetry[Antologi Puisi] Warna-warni kehidupan membuat kita menyadari satu hal, kita tak pernah sadar apa makna sebenarnya dari warna-warni kehidupan itu sendiri. ===== Didominasi puisi/sajak berima. Daftar puisi disusun alfabetis. © Iko_Nimbuss Ilustrasi s...
