Kehidupan laksana kalkulator Praktis, tidak perlu korektor Sang penambah, cakap menjumlahkan alur Sang pengurang, kapabel menyelisihkan kufur Sang pengali, kompeten melipatgandakan syukur
Pun kalkulator umpama miniatur nurani Tiada pernah bekerja sendiri Tak henti menanti ketukan jari sang pengoperasi
Namun, terkadang tak jarang nurani memungkiri Mencumbu hasrat anti memberi dan tiada sudi Desersi sang pembagi
Kalkulator hanyalah fasilitator Keliru bila ia tiada butuh korektor Toh ia hanyalah satu personifikasi kehidupan berwujud sefase faktor Sebatas ilustrator Kitalah yang mencederai manifestasi kalkulator mendata asumsi-asumsi superior di hati yang berjelaga spekulasi kotor
Sering kali kita hanya inginkan penambahan Acap kali kita hanya izinkan pengurangan Berkali-kali kita hanya impikan penggandaan Lantas, adakah sanubari suguhkan kerelaan?
[]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.