Unstable Hormon ?

5.3K 527 72
                                        

Pintu bilik Taehyung aku ketuk dan beberapa saat selepas itu dia menjawab dan pintu biliknya aku buka . Taehyung sedang bersandar di kepala katil dan kakinya dilunjurkan sambil memandang telefonnya .

" Taehyung , saya nak cakap sesuatu . " ujarku di depan pintu . Taehyung memandangku lalu kepalanya dianggukkan . Aku menapak masuk ke dalam biliknya dan berdiri di sebelahnya .

Berdebar nih !

" Uhm pasal kerja tu . Saya setuju tapi boleh tak kalau saya nak teruskan buat kek sebagai part time ? " ujarku sambil memandangnya . Jantung aku berdegup dengan lebih pantas saat melihat Taehyung melemparkan telefonnya ke sisi .

Taehyung bangun dan berdiri menghadap aku dan ianya membuatkan aku berundur beberapa tapak ke belakang . Dekat sangat tadi tu . Huh .

" Tak boleh . " katanya . Aku mengeluh . Dia ni memang pandai buat hati orang berkecai ke hah ?! Tak pandai ke nak jaga hati aku ni ? Dah la bagi hati aku berkecai lepastu dibiarkan pula .

" Keluar , aku nak mandi . " ujarnya dan aku terus berjalan keluar dari biliknya seraya pintu biliknya aku tutup . Tapi beberapa saat lepastu aku buka balik . Taehyung memandang aku lagi .

" Apa lagi ? "

" Saya nak minta izin keluar kejap . " ujarku . Dia hanya berdehem dan aku menutup pintunya kembali . Aku menuju ke bilikku lalu beg tangan aku ambil . Aku turun ke bawah dan keluar dari rumah .

Kereta milik aku yang Jimin hadiahkan minggu lepas aku bawa dan menuju ke kedai bunga . Aku membeli dua jambak bunga baby breath dan menuju ke sebuah tempat . Tempat dimana mendiang ibu bapa aku ditempatkan .

Sesampainya aku disana , aku terus menuju ke tempat penyimpanan abu ibu dan bapa aku . Kedudukan mereka yang bersebelahan aku tatap selang - seli .

Park Hyeon Jin , Park Jae Hee

" Eomma , appa . Mianhae baru lawat eomma dengan appa harini . Eomma , Yeon nak minta maaf sebab lepasni Yeon tak dapat teruskan lagi permintaan eomma . Yeon tak dapat buat kek lagi . " percakapanku terhenti saat dadaku mula terasa sebak . Lemah ni lemah .

" Appa , kenapa Yeon tak gembira macam Jimin dengan kak Aehyun gembira ? Diorang kahwin dulu pun sebab eomma dengan appa yang jodohkan , bukan sebab cinta tapi kenapa Yeon tak jadi macam kak Aehyun ? "

Ya , Jimin dan kak Aehyun bukanlah pasangan yang kahwin atas dasar cinta pada mulanya . Mereka berdua kahwin atas sebab keluarga yang jodohkan . Aku cemburu dengan kak Aehyun . Mereka bahagia saja walaupun dikahwinkan dengan cara begitu .

Tapi aku ? Hampir sama tapi bukan keluarga yang jodohkan . Tapi sebab digantikan . Situasinya tetap sama bukan ? Kahwin tanpa cinta . Namun mengapa kisah aku tak macam kisah kak Aehyun ? Untung kak Aehyun sebab dapat suami macam Jimin . Bahagia sampai sekarang .

" Yeon rindu eomma dengan appa . Yeon rindu semuanya . " ujarku seorang diri sambil menangis . Sakitnya dada aku saat ni ya Tuhan . Sudahlah dirobek - robek oleh suami . Menangis pula tu . Aih .

{ ~ }

" Lambat balik ? Kau pergi mana ? " pertanyaan dari Taehyung membuatkan bahu aku terhinjut . Nak tutup pintu pun tak senang sebab dia sergah aku dari belakang . Aku kalihkan badan aku pandang dia .

" Kenapa mata kau bengkak ? Kau pergi tengok wayang cerita sedih ke apa ? " tanyanya lagi . Eii ! Apa punya jenis sangkaan dia ni ? Ada patut cakap aku pergi tengok wayang cerita sedih ? Dia tak tahu ke aku menangis ni sebab lawat mendiang ibu bapa aku .

[ DIBUKUKAN ] Mr Perfect% [ COMPLETE ]Tempat di mana cerita hidup. Terokai sekarang