Sorry

4.1K 412 40
                                        

" Kamu taknak balik ke Jiyeon ? Dah tiga hari tau kamu tinggalkan suami kamu dekat rumah . Kamu juga yang cerita dia tengah demam masa kamu datang ke sini kan ? " kata - kata Halmeoni membuatkan aku terdiam . Album lama yang sedang aku belek sejak tadi aku tutup .

" Yeon tak rasa Yeon mampu jumpa Taehyung sekarang Halmeoni , apa yang dia cakap dekat Yeon haritu semuanya sakit , Yeon tahu Yeon tak sempurna macam mendiang Eunhwa , bagi Taehyung semua yang Jiyeon buat semua tak kena , " aduku sambil menunduk . Dapat aku rasa Halmeoni sedang mengusap rambutku .

" Halmeoni tahu yang kamu terasa hati dengan si Taehyung tu , bagi Halmeoni , kalau kamu asyik larikan diri kamu macamni masalah takkan selesai Jiyeon , cuba kamu contohi abang kamu . Dia dengan Aehyun bukan tak gaduh . Tapi masing - masing bawa bincang , " leteran Halmeoni membuatkan aku tak tenang .

Ya mungkin salah aku sebab selalu lari dari masalah . Tapi kalau aku tak buat macamni , Taehyung takkan sedar salah dia . Takkan asyik aku yang kena faham dia ?

" Halmeoni nak keluar kejap , kamu nak ikut tak ? " soalan Halmeoni dibiarkan sepi disebabkan aku asyik sangat termenung . Aku tersedar saat bahu aku ditampar perlahan .

" Dengar tak apa Halmeoni soal kamu tadi ni ? " tanya Halmeoni membuatkan aku tersengih . Tangan Halmeoni aku cium .

" Yeon nak pergi pantai , " ujarku dan Halmeoni mengangguk . Kami berdua keluar dari rumah bersama - sama namun berpecah kerana haluan kami berbeza . Aku mengambil susur kiri dimana ianya membawa aku ke arah pantai .

Sedang aku berjalan - jalan di pantai , langkah aku terhenti saat ada seorang budak lelaki berhenti di hadapan aku . Rambutnya yang lembut aku sentuh membuatkan dia tersenyum .

" Sayang nak apa ni ? " soalku lembut . Budak lelaki itu menarik tangan aku supaya bertinggung agar ketinggian kami berdua sama paras . Angin yang kuat membuatkan rambut aku asyik menutup muka .

" Noona , ni hyung hensem bagi . " ujarnya sebelum sekeping sampul surat diberikan kepada aku . Aku mengambilnya dan memandang ke arah budak lelaki itu semula . Hyung hensem ?

" Siapa hyung hensem tu ? " soalku namun dia hanya diam sambil tersenyum . Tangannya mengalihkan rambutku yang menutup mata akibat angin yang kuat . Bibir aku diciumnya sekejap sebelum berlari . Aku terpinga - pinga .

Tak adalah terkejut sangat sebab kena cium dengan budak . Aku berdiri sebelum sampul di tangan aku buka dan aku baca suratnya .

Kim Jiyeon ,
Aku minta maaf sebab guriskan hati kau . Salah aku sebab tak jaga bahasa aku bila aku ada dengan kau . Maaf sebab aku selalu bandingkan kau dengan mendiang Eunhwa . Sepatutnya aku jaga hati kau sebab kau isteri aku . Salah aku sebab tak hargai kau yang jaga aku selama kita berkahwin .

Aku tipu sebenarnya masa kau pakai baju satin malam tu , badan kau menggoda gila sampai aku rasa macam nak terkam kau je malam tu . Tapi sebab aku ego aku sengaja cakap badan kau tak menarik langsung .

Hari - hari Jiyeon aku fikir pasal kita , pasal ugutan Leesa nak apa - apakan isteri aku . Aku risaukan kau sebabtu kadang - kadang aku abaikan kau sebab aku taknak tunjuk rasa gusar aku dekat kau .

Aku jujur dengan kau , sejak kau tidur sebilik dengan aku , setiap malam aku kiss bibir kau bila kau dah tidur . Aku taknak kau tahu aku buat semua tu sebab aku malu . Tapi percayalah aku mula rasa senang dengan kau Yeon . Lagi - lagi bila kau buat kek dengan aku dekat dapur haritu .

Kau mesti ingat apa yang jadi kan ? Sampai kau merajuk dengan aku . Aku jujur yang aku mula sukakan kau Jiyeon . Aku harap kau boleh terima aku balik ,

[ DIBUKUKAN ] Mr Perfect% [ COMPLETE ]Tempat di mana cerita hidup. Terokai sekarang