Chanyeol menghela nafasnya lelah setelah dia memasukkan koper mereka ke dalam villa yang menjadi tempat mereka berlibur. Dia menatap Baekhyun yang kini berdiri di teras belakang rumah itu sedang menatap air laut kemudian menghampiri perempuan itu.
"Ada apa?" Tanyanya.
Baekhyun mengangkat kepalanya untuk menatap Chanyeol yang lebih tinggi darinya, "Enggak ada apa-apa kok." Dia tersenyum.
Chanyeol mengerutkan dahi, kemudian kembali memasuki rumah itu. "Istirahatlah, kamu pasti lelah."
Baekhyun membalikkan badannya dan menatap Chanyeol tanpa menanggapi perkataan lelaki itu.
"Biar aku saja yang membereskan pakaian kita."
Baekhyun tersenyum tipis lalu berkata, "terimakasih."
Chanyeok tersenyum lebar dan menatap Baekhyun, "Bukan masalah."
*
Chanyeol baru saja selesai mandi ketika mencium wanginya masakan yang menggoda perutnya untuk berbunyi. Dia mengeringkan rambutnya yang basah habis keramas dengan handuk dilehernya kemudian keluar dari kamar mereka menuju dapur.
"Sedang apa?"
Baekhyun melirik Chanyeol sekilas kemudian melanjutkan masaknya, "membuat makan malam." Jawabnya. "Aku sudah membuat ikan kukus kesukaanmu dan beberapa makanan lainnya."
Chanyeol menghampiri meja makan yang telah terisi penuh dengan berbagai masakan.
"Kamu membuat semua ini?"
Baekhyun menggeleng, "Bibi membantuku beberapa, jadi ada yang tinggal di panaskan."
Chanyeol mengangguk, dia menarik salah satu kursi kemudian duduk disana. Handuknya dia simpan di kelapa kursi sampingnya, kemudian mengambil sumpit dan mencomot kecil ikan kukus kesukaannya.
Baekhyun mematikan kompornya, memindahkan masakannya kedalam piring kemudian menghampiri Chanyeol yang tengah mengunyah. Dia meletakkan piring yang dibawanya, kemudian berkata, "Bagaimana? Apakah enak?" Tanyanya penasaran.
Chanyeol menatap Baekhyun dengan datar, "Kamu datang ke rumah orang tuaku? Aku sudah bilang, tak apa bila rasanya tak sama dengan apa yang ibuku masak, kenapa kamu datang kesana?"
Baekhyun mengerjapkan matanya. "Aku -"
"Aku tak suka! Jangan datangin mereka lagi, mengerti!?"
Baekhyun menghela nafasnya kemudian menjawab, "ya."
"Aku sudah tak nafsu makan, kamu saja yang habisin ini semua." Chanyeol berdiri dari kursinya dan mengambil handuknya, lalu pergi dari meja makan.
Meninggalkan Baekhyun yang hanya diam menatap kepergian Chanyeol, "Aku, tidak meminta bibi Yubin untuk membuatnya."
*
Bayangannya tidak seperti ini.
Mereka seharusnya sedang tertawa bersama dan menonton televisi sambil memakan makan pagi mereka.
Baekhyun menghela nafasnya ketika melihat pagi itu Chanyeol malah sibuk dengan ponselnya dan bersikap dingin padanya.
Dia sudah biasa seperti ini waktu dulu, namun aneh ketika hal ini terjadi lagi setelah kehangatan yang di berikan oleh Chanyeol.
"Aku minta maaf." Katanya pelan ketika mereka makan pagi bersama.
Chanyeol mengangkat kepalanya, "soal?"
"Aku janji, takkan membuat masakan seperti itu lagi!" Katanya.
Chanyeol meletakkan roti bakarnya kemudian menatap Baekhyun yang menatapnya demgan penuh penyesalan.
"Aku kira, kamu pasti merindukan rasanya masakan bibi Yubin, karena sudah lama bukan, kita tak bertemu dengan mereka sejak hari pernikahan itu?"
"Aku tidak merindukan mereka. Mereka yang mendorongku, maka jangan salahkan aku jika aku menjauh dari mereka."
"Tapi, mereka tetap saja orang tua-"
"Aku tidak peduli." Potong Chanyeol. "Lanjutkan sarapanmu."
Baekhyun menghela nafasnya dan melanjutkan makannya, "Tapi kamu memaafkanku, kan?" Tanyanya sebelum mengigit roti yang jadi sarapannya.
Chanyeol menatap Baekhyun.
"Ya."
"Ja! Kalau gitu, ayo kita pergi bermain setelah ini!" Seru Baekhyun dengan penuh semangat sambil menunjukkan senyumnya yang membuat matanya berbentuk seperti bulan sabit.
Chanyeol mengerjapkan matanya melihat Baekhyun yang sepertinya sangat senang - atau memang benar perempuan itu sangat senang?
"Eum."
KAMU SEDANG MEMBACA
Silent Love
FanfictionMungkin itu adalah yang diinginkannya, namun Chanyeol tak pernah tak seyakin itu dalam hidupnya. Baekhyun pikir semuanya akan sama sesuai dengan pemikirannya.
