Nata Kastara Prasetya

1.2K 58 0
                                    

Nata, seperti namanya. Orangnya tampan, menawan dan rupawan. Bohong namanya, kalau bilang nggak ada yang naksir sama Nata. Kalo tanya ke anak kos, mereka pasti selalu bilang, "Cowo tsunade tuh, eh tsundere. Aslinya kesengsem tuh, tapi pinter nyembunyiinnya aja." — Kaivan.

Nata memilih untuk nge kos karena vibe rumahnya yang bisa dibilang hectic. Kedua orang tuanya sedang ada di luar negri untuk dua tahun kedepan dan yang tersisa di rumahnya adalah keluarga kakak perempuannya yang diamanahi untuk menjaga rumah. Alih - alih tidak mau mengganggu keluarga kakaknya, Nata akhirnya memilih untuk keluar dari rumah sementara.

Nata adalah mahasiswa jurusan sastra Inggris yang sudah menyelesaikan skripsinya dan sedang menunggu hasil karyanya itu di acc dan melaksanakan wisuda.

Waktu itu sedang malam minggu, tiba - tiba Nata teriak kegirangan di tengah keramaian di kos an yang disebabkan oleh penghuninya yang bersiap untuk keluar rumah.

"Akhirnya akhirnya! Selesai juga nih! Siap di sebar!" Daniel yang melihat teman sekamarnya itu meloncat kegirangan cuma bisa geleng - geleng lalu kembali membaca komiknya.

"Apaan disebar? Undangan nikah? Jadi sama siapa nih? Tavisha? Apa yang Belinda?" Tanya Reno yang sedang menata rambutnya didepan kaca.

"Skripsi kelaaaaar!" Ucap Nata sambil beranjak dari tempat duduknya sambil mengangkat kedua tangan ke atas.

"Yaela jangan seneng dulu dong, udah di acc?" Tanya Daniel polos.

"Ya belom sih, tapi soon bakal di acc! Do'ain gue ya! Bentar mau pamer." Nata pun berlari keluar dari kamarnya dan berdiri di depan TV ruang tengah yang dipenuhi anak - anak yang haus hiburan malam. "AYO MAKAN PIZZA ANAK - ANAK!" Pekiknya lantang lalu disambut oleh sorakan anak - anak diruang tengah.

Malam itu, setelah pesta makanan dadakan mereka, rumah akhirnya terasa sepi setelah jam menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Yang tersisa hanya Nata, Bian, Daniel, Javas, Reno, dan Kiplan yang masih asik memainkan gitarnya di halaman belakang rumah.

Diam - diam, tadi mereka memesan beberapa kaleng bir yang langsung mereka masukan kulkas sebelum anak - anak di bawah umur mulai bertanya - tanya. Dan sekarang, kiranya mereka sudah menghabiskan setengah dari jumlah yang mereka beli tadi.

Dengan semangat Daniel membuka kaleng - kaleng yang tersisa dan membagikannya ke yang lainnya.

"Masih ga mau minum, Nat?" Tanya Reno sambil mengayunkan sekaleng bir didepan wajahnya. Tapi Nata hanya menggeleng pelan.

"Engga, gue gabisa minum."

"Ya ampun, On. Mau lo tawarin dia yang non alkohol pun pasti ga akan disentuh!" Sambar Bian yang sedang asik mengayunkan raket nyamuknya dilangit - langit.

"Hh, ini tuh buat ngerayain keberhasilan lo! Nakal dikit kek!" Rengek Daniel.

"Eh itu panda Jepang yang dipojok noh, gamau lo cekokin?" Sindir Javas sambil melirik ke arah Kaivan yang sibuk menyanyikan alunan lagu sendu sambil diiringi petikan gitarnya.

"Lah kok gue sih bang? Yakin mau nyuruh gue minum?" Balas Kaivan.

"JANGAN, KIP! Bang masa ga inget sih? Ini si Kiplan kalo minum bisa ngancurin kos kos an bang!" Cegah Daniel. Kaivan cuma bisa meringis ringan waktu Reno menarik pelan kaleng yang tadinya ada didepan Kaivan.

"Udah minum aja. Gini aja, kalo lo minum, gue ga nge rokok sebulan deh!" Tawar Daniel sambil mengangkat segelas kaleng sambil menaik - naikan kedua alisnya.

Dengan cepat, tanpa basa - basi Nata segera menyambar kaleng yang ada di tangan Daniel dan meneguk isinya dengan cepat. "Awas lo sampe ketauan nge rokok!"

Dear name | 101Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang