Day 1

63 7 0
                                    

Suara gemercik air membangun Wanda dari tidur pulasnya. Mata lelahnya perlahan terbuka, tangannya meraih hp yang sedari tadi berdering di sampingnya. Jempolnya sibuk mematikan alarmnya yang terus menyala. Wanda bangkit dari tempat tidurnya, meraih segelas air yang ada di sebelah TV di depannya. Lalu keluar Tasya yang sudah di balut mantel dan handuk yang menutupi kepalanya.

"Eh princess sudah bangun. Gimana tidurnya? Nyenyak?" tanyanya dengan nada sarkas sambil melewati Wanda.

"Lo kebangun gara – gara alarm gue ya?" Tasya menggeleng lalu meraih hair dryer di dalam laci.

"Engga kok, santai aja." Jawabnya sambil membuka ikatan handuk di atas kepalanya lalu mulai sibuk mengeringkan rambutnya. Sementara Wanda beralih ke tirai jendela yang tertutup, menghalangi sinar matahari yang terlihat samar – samar.

Pemandangan barisan pohon kelapa yang tumbuh tinggi menjulang menyambutnya. Lalu terlihat beberapa pengunjung berlalu – lalang jalan menuju halaman belakang penginapan. Wanda melangkahkan kakinya keluar menuju teras kamar, mengizinkan sinar matahari pagi menyentuh kulitnya.

         "Good morning." Sapa seseorang yang berjalan di belakang rombongan. Wanda tersenyum singkat ke arahnya lalu melambaikan tangannya. Rasa kantuk yang mulai kembali terasa membuat Wanda memutuskan untuk stretching sejenak. Menarik kedua lengannya sambil berjinjit dan memejamkan kedua matanya.

         "Centil banget kamu pagi – pagi udah godain bule, Wan?" tiba – tiba sosok Bian muncul dari bawah pagar teras kamar begitu Wanda membuka matanya. Bian sibuk memotret pemandangan di sekitarnya, handuk warna biru menggantung di lehernya, dan air jatuh bercucuran dari celananya yang basah.

 Bian sibuk memotret pemandangan di sekitarnya, handuk warna biru menggantung di lehernya, dan air jatuh bercucuran dari celananya yang basah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

         "Habis renang?" tanya Wanda sambil mendekat ke pagar teras. Bian mengangguk lalu mengarahkan lensa kameranya ke arah Wanda. Tak sungkan Wanda langsung tersenyum ke arah kamera.

         "Wan"

         "Hm?"

         "Cuci muka. Itu masih ada ilernya." Jawabnya lalu jalan menjauh. Membuat Wanda buru – buru masuk kembali ke dalam kamar sambil menutupi mukanya. Sedangkan Tasya yang sudah selesai ganti baju cuman bisa heran melihat sahabatnya yang menghambur ke dalam kamar mandi.

         "Ay gue minta sunblock ya." Tanya Reyna sambil meraih botol sunblock milik Ayana di atas meja. Di susul Ayana yang mengangguk di depan wastafel sambil merapikan rambutnya. Dua manusia ini sudah bangun dan bersiap – siap sedari tadi, dan sekarang mereka siap keluar dan sarapan di lobby penginapan. Ayana yang selesai duluan langsung memakai sandalnya di depan pintu dan menyiapkan kunci kamar. Tapi tiba – tiba muncul sosok tak asing berdiri di depan pintu, menyandarkan tubuhnya sambil menjentikkan jarinya ke batang rokok di tangannya. Gerakan Ayana melambat begitu melihat Reno di depan kamar.

         "Daniel mana?" tanya Ayana memulai pembicaraan.

         "Masih mandi, nanti juga ketemu di sana."

Dear name | 101Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang