Pagi itu, Reno sedang asik menyirami tanaman di halaman depan. Sambil bersenandung ria mengamati kelopak bunga yang mulai basah tersiram. Tak lama kemudian pandangannya teredar kearah teras rumah. Mencoba mencari keberadaan helm kesayangannya. Lalu menggerakkan kakinya melangkah memasuki rumah.
"Ini helm gue dibawa siapa?" Tanyanya begitu memasuki rumah. Disambut dengan pandangan heran dari penghuni yang berkumpul di ruang tengah.
"Lah helm lo ilang bang?" Tanya Kaivan sambil sibuk menikmati sarapannya.
"Ya kalo ga ilang, ga mungkin gue cariin, Kip!"
"Oh tadi di pinjem Brian, bang!" Jawab Raka yang memusatkan pandangannya ke layar hpnya. Asik memainkan game kesayangannya.
"Hah ngapain Brian bawa helm gue, Rak?"
"Minta anter si Rama ke rumah temennya, ngambil barang katanya." Terang Raka. Dibalas dengan Reno yang ber oh ria.
Tin tinnnn
Tak lama kemudian muncul seorang Rama dari ruang tamu sambil melepas jaketnya dan membenarkan rambutnya.
"Ih berantakan banget lo kaya kucing kampung tetangga!" Ejek Raka yang melihat kedatangan Rama. "Brian mana?" Rama hanya menggerakkan kepalanya seakan menandakan Brian masih didepan.
Kemudian terdengar langkah gemuruh dari luar rumah. Tampaknya Brian tidak datang sendirian.
"Selamat pagi semua!!" Terlihat sosok Brian yang melangkah riang dengan dua orang dibelakangnya.
"Eh ada lu berdua, masuk!" Sambut Javas dengan riang. "Nat, masakin telur dadar lagi, ada tamu! Sekalian minumnya ya!" Teriaknya kearah Nata yang sibuk memasak sarapan. Yang dibalas dengan acungan jempol dari Nata.
"Gausa, bang. Cuma mau main sebentar kok!" Tolak Ilham sambil melangkah masuk ke ruang tengah.
"EH AINA PA KABAR?" Sapa Reno kearah Aina yang berjalan dibelakang Ilham. "Udah lama ga kesini!" Lanjutnya sambil tersenyum licik.
"Eh neng cantiknya Kiplan!" Sahut Nata dari depan penggorengan. Lalu melambaikan tangannya pelan. Disambut dengan senyuman di mulut Aina yang juga melambaikan tangannya. Sementara di ujung meja, Kaivan merasa kedua pipinya yang mulai panas, dan jantungnya yang berdebar - debar. "Kip! Disapa dong!"
"Hai, bang." Sapa Aina dengan riang sambil menghampiri Kiplan yang membeku ditempatnya.
"Eh lo, Na. Hai." Jawab Kaivan datar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ih sok jutek." Sindir Reno.
"Ham, Na yuk ke atas aja! Ke kamar gue, biar ga rame!" Ajak Brian.
"Eits apaan neh mainnya ke kamar segala?" Tanya Javas penasaran. "Biasanya kalian nongkrongnya kan di halaman belakang?"
"Gak mau bang." Jawab Brian lalu melangkahkan kakinya menuju tangga. "Bau pesing gara - gara kelincinya bang Bian!" Teriaknya lalu berlarian menuju lantai atas, diikuti Aina dan Ilham yang mengekorinya dibelakang.