Sore berganti malam, Nata yang sudah bersiap – siap melangkah riang keluar rumah. Menemui Daniel dan Kaivan yang asik mengobrol di halaman depan rumah. Tak lama kemudian muncul Reno yang ada tepat dibelakangnya, mengangkat kedua alisnya ketika melihat ekspresi terkejut diwajahnya.
"Kaya ga pernah liat orang ganteng aja lo, Nat." Timpalnya lalu nyelonong duduk di kursi teras sambil mengenakan sepasang sepatu converse hitam jadul andalannya. "Kip, lo ngapain diluar? Mau malem mingguan juga sama Daniel?" tanyanya sambil mengikat tali sepatunya. Kaivan yang mendengar pertanyaan dari Reno membalasanya dengan dengusan kesal sambil berkacak pinggang.
"Mau nitip nasi padang, bang. Udah deh gausa ngeledek! Ga kasihan apa sama gue? Hadeh.." Reno terkekeh pelan lalu meraih sekotak rokok dari dalam jaketnya dan membakar sebatang lalu meletakannya diantara kedua bibirnya. Tak lama kemudian mengepulkan asap dari mulutnya dan bangkit dari tempat duduknya, berjalan menghampiri Kaivan. Lalu merebut lipatan uang yang terjepit di antara jari Kaivan. "Lah kok diambil bang?!"
"Udah, gue beliin aja. Ga kasihan apa lo sama orang mau malem mingguan?" kakinya melangkah gontai ke arah vespanya yang terparkir didekat mobil Nata yang sudah dinyalakan pemiliknya. "Gue cabut duluan ya!" pamitnya setelah menyalakan mesin vespanya dan mengendarainya keluar pagar rumah. Tak lama kemudian kaca pintu mobil Nata terbuka, menampilkan wajah putih berseri miliknya dan tangannya yang melambai ke arah Kaivan dan Daniel.
"Gue duluan, ya! Jangan tidur malem – malem! Ga dapet pacar cepet lo nanti, Kip!" mobil silver milik Nata pun menghilang dari halaman rumah. Meninggalkan Kaivan yang cemberut dihadapan Daniel yang mulai memanaskan mesin motornya.
"Lo gausa berangkat dong. Masa yang malem mingguan dirumah gue doang?" rengeknya pelan.
"Lah? Kan yang keluar cuman tiga biji, Kip?"
"Tiga biji tuh banyak!" Daniel cuman bisa terkekeh mendengar ocehan Kaivan yang merengut didepannya.
"Kip" Kaivan pun mengangkat wajahnya. "cari pacar sono!"
"Lah?! Lo sendiri aja gapunya? Ngapain nyuruh gue cari?"
"Sialan ya lo lama – lama." Umpat Daniel yang kesal mendengar pertanyaan Kaivan. "Yaudah gue berangkat!" Daniel pun memasang helm dan sarung tangannya.
"Cepetan nembak sono! Keburu dicolong Cepi!" teriaknya begitu Daniel menyalakan mesinnya lalu berlari terbirit – birit masuk ke rumah.
Malam itu, Reno mengendarai vespanya dengan santai melewati jalanan raya yang penuh pasangan yang asik berboncengan. Sementara dirinya? Asik bersenandung ria dengan rokok yang sudah mau habis dimulutnya. Tak lama setelah keluar dari gang perumahan, vespanya berhenti di minimarket di seberang. Dilemparnya tepat ke tong sampah puntung rokok nya yang sudah habis setelah melepas helmnya. Kakinya melangkah memasuki minimarket yang tidak terlalu ramai itu. Matanya menyusuri bagian snack yang ada dipojok ruangan. Mulutnya berkomat – kamit membaca satu persatu nama jajanan yang ada didepannya. Sampai tiba – tiba muncul satu suara yang dikenalnya mendekat.
"Udah kamu diem disana aja. Kan' saya bilang gausa ngerepotin orang lain kalo kamu lagi gak enak badan. Saya berangkat ke rumah kamu sekarang juga." terlihat sosok Bian yang sedang telfon menyusuri bagian snack dibelakang Reno. Tangannya dengan cepat meraih berbagai macam jajanan coklat yang ada didepannya. Reno yang heran akhirnya menatap Bian yang tidak sadar akan kehadirannya. "Haduh ni cewek nyusahin amat, EH MONYET SIALAN!" Bian terlihat terlonjak begitu melihat Reno yang melongo dihadapannya. "Lo ngapain disitu, On?!" tanyanya dengan nada kesal.
"Ya belanja bang?!" jawab Reno polos.
"Ngagetin aja lo! Untung ga gue lempar ini barang ke muka lo!" Reno melirik kearah keranjang ditangan Bian. Ada jajanan coklat, obat masuk angin, minyak angin, pembalut, HAH PEMBALUT.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dear name | 101
General FictionAn alternate universe story. Pure berisikan kumpulan cerita penuh kearifan lokal. Cast : yours truly, 101