Malam Minggu Daniel - 2

303 33 1
                                    

Ayana melihat pantulan gambaran dirinya dari atas kasur, lalu membalikkan badannya dan menatapi langit - langit kamarnya yang terang.

"Na! Kemaren aku di anter pulang bang Reno!" Terngiang kembali kata - kata Reyna dipikirannya. Mencoba menolak kata - kata itu dari pikirannya namun gagal.

"Temen lo yang Reyna lucu ya, Ay." Lalu terlewat ocehan Reno dipikiran Ayana. Rasanya baru setengah jam yang lalu dia duduk di kursi belakang Vespa Reno dalam perjalanan pulangnya. Mengamati punggung favoritnya selama ini. Mendengar gurauan Reno yang tidak berujung, dan tentunya senandung lagu - lagu kesukaannya.

"Dek udah makan siang?" Tiba - tiba, muncul sosok Aidan dari belakang pintu kamar Ayana.

"Udah, tadi di kos an." Jawab Ayana, masih memandangi langit - langit kamarnya.

"Nanti mau ikut kakak keluar? Ayah sama mama mau malam mingguan berdua malem ini." Ayana cuma menggeleng pelan.

"Ayana ada janji."

"Janji sama siapa?" Tanya Aidan. "Reno? Brian? Apa yang lain?"

"Bang Daniel..." Aidan melangkah masuk dan duduk didekat Ayana.

"Mau kemana? Tumben banget malem mingguan berdua aja?" Goda Aidan. Ayana terbangun dari posisinya lalu duduk menghadap Aidan. "Apa?" Tanya Aidan.

"Mau mandi." Jawab Ayana singkat lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. "Keluar sana, Ayana mau mandi." Lanjutnya.

Waktu menunjukkan pukul setengah 5 sore hari, Ayana masih memandangi dirinya didepan cermin. Ini pertama kalinya dia akan keluar dengan Daniel, berdua. Tiba - tiba jantungnya berdegup kencang. Sudah dua kali Ayana mengganti pakaian, dan sekarang dia masih bingung, apa yang harus dia pakai malam ini?

Daniel menyemprotkan parfum ke pakaiannya, lalu menyisir rambutnya yang sedari tadi dia keringkan.

"Buset kaya mau nge lamar anak orang lo!" Ejek Kaivan yang duduk di sofa sambil menonton acara TV kesukaannya, dengan setoples kerupuk dipangkuannya. Tak lama kemudian Reno keluar dari kamar mandi, lalu berhenti didepan cermin, dan menyemprotkan deodoran secara sembarangan.

"Hah mau kemana lo? Pake deodoran banyak amat!" Tanya Daniel. Reno menoleh kearah Daniel, lalu merebut sisir yang dipegang Daniel. "Lah?"

"Malam mingguan, dong." Jawab Reno sambil menyisir rambutnya yang masih basah. Lalu kembali mengambil deodoran dan mulai menyanyikan lagu andalannya.

"Helow dunia selamat malam minggu! Eh gue lupa liriknya, ganti! Betapa bahagianya hatiku saat, ku duduk berdua denganmuu..."

"Heh curut, mau keluar sama Tavisha lo?" Tanya Kaivan.

"O tentu saja tidak, kan' ada neng Reyna!"

Terdengar suara mobil Nata memasuki halaman rumah, lalu disusul dengan kehadiran Nata memasuki ruang tengah.

"Ganti rencana! Gausa bawa bunga! Norak abis! Ganti!" Oceh Nata ketika memasuki rumah.

"Lah terus ini si Daniel mau ngasih apa? Kencan pertama nih!" Sambar Kaivan

"Bener kata bang Nata, gue ga ada niat ngasih Ayana bunga atau hadiah lainnya. Gue cuma mau ajak dia keluar, makan, gitu aja." Jawab Daniel santai lalu masuk ke kamarnya dan mengambil kunci dan jaketnya. "Gue cabut ya!" Pamit Daniel saat keluar dari ruang tamu.

Ayana sudah selesai menentukan apa yang akan dia pakai untuk keluar nanti. Sekarang yang dilakukan hanya menunggu, sambil berbaring diatas tempat tidur.

"Jangan pulang malem - malem ya dek, bye." Pamit Aidan.

" Pamit Aidan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dear name | 101Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang