Sore itu Icha memasuki minimarket dengan perasaan yang tidak enak. Badannya terasa lemas dan kepalanya terasa pusing. Berkali - kali langkahnya terhenti karena merasakan dunia yang dipijakinya kini terasa berputar.
"Ada yang bisa saya bantu kak?" Icha mencoba mengangkat kepalanya.
"Mbak, tolong saya butuh minyak angin. Sama, obat sakit kepala." Jawabnya lemas. Penjaga kasir itu bergerak tanpa kata, dengan sigap mencarikan apa yang Icha sebutkan barusan.
Tak lama kemudian Icha terduduk lemas didalam mobilnya. Lalu menyalakan mesin mobilnya dan mengeluarkan obat - obatan dari dalam kantung plastik dan meminumnya tanpa peduli kadar yang dia perlukan. Diraihnya hpnya dan mulai menekan tombol yang ada di emergency listnya.
"Halo, Cha?"
"Gue, mau tidur. Di, minimarket deket, kampus." Jawabnya singkat lalu tertidur pulas.
Nata yang sedari tadi masih menunggu diseberang jalan mulai ragu dengan apa yang dia lakukan.
"Ini Icha kok nggak jalan?"
"Apa dia nungguin orang ya?" Berbagai macam spekulasi muncul di kepalanya. Sadar akan apa yang ia lakukan, Nata memutuskan untuk tetap menunggu dari dalam mobilnya. Sampai terlintas seseorang yang asing berjalan mendekati mobil Icha. Sosok itu berbadan tinggi, tegap dan menggunakan jaket hitam. Tudung jaketnya dipakai sehingga menutupi kepalanya, Nata belum bisa menebak apa sosok itu seorang perempuan atau laki - laki...
Dengan lemas Icha membukakan pintu ketika mendengar ketukan dari luar. Dengan cepat Rangga masuk ke dalam mobil Icha.
"Dek." Panggil Icha sambil mengulurkan tangannya.
"Hm?" Sahut Rangga.
"Pijetin, pegel gue abis bantuin temen tadi." Tak lama kemudian Rangga melepaskan jaketnya dan mulai memijat tangan kakaknya yang sedang kelelahan. Rangga adalah adik laki - laki Icha, adik yang dianggap. Semenjak orang tua mereka bercerai dua tahun yang lalu, Icha berubah menjadi sosok yang berbeda. Dia jadi jarang pulang kerumah dan lebih memilih untuk sering berhura - hura dengan dunianya sepanjang malam. Rangga yang tidak bisa berbuat apa - apa untuk mencegah kakaknya memutuskan untuk selalu mendukung dan tetap mendoakan keadaan kakaknya agar cepat pulih. Jujur, saat tau cerita Icha dari para abang - abangnya, Rangga memilih bungkam, dan menyembunyikan identitas keluarganya untuk sementara.
Rangga tau, Icha cuma main - main sama Reno. Sebulan yang lalu, Rangga yang saat itu makan siang dengan kakaknya menyaksikan Reyna yang tiba - tiba meminta untuk bergabung di meja mereka. Mereka mulai kenalan dan di saat itulah Icha mulai melaksanakan permainannya.
Rangga tau apa yang ada dibenak kakaknya ketika tau kalo Reyna naksir sama Reno. Mungkin kalo Rangga ada di posisi kakaknya, pasti Reyna sudah dikerjain habis - habisan didepan Reno.
Enggak, Tavisha bukan play girl atau suka mainin hati cowok. Dia cuma pengen tau, dan penasaran sama siapa sosok dibalik nama Reno yang dipuja - puja oleh Reyna.
Icha masih tertidur pulas didalam mobil. Rangga yang mulai diserang rasa bosan cuma bisa memainkan hpnya dan menunggu kakaknya itu bangun. Beruntungnya minimarket sedang sepi, jadi belum ada orang yang meminta mobil Icha untuk dipindahkan.
Beep beep
"Halo? Jam berapa? Oke, gue kesana sekarang." Dengan cepat Icha menutup telfon dan memakai sabuk pengamannya. "Dek gue turunin di kos an ya, ada perlu." Tapi dengan cepat, Rangga menahan tangan kakaknya yang sudah siap menyetir mobilnya.
"Nggak, gue turun disini aja. Mau kemana?"
"Biasa dek, urusan penting."
"Gak capek, Cha?" Lalu Icha menghembuskan nafas panjang.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dear name | 101
Genel KurguAn alternate universe story. Pure berisikan kumpulan cerita penuh kearifan lokal. Cast : yours truly, 101