Karena Cinta

6.4K 623 20
                                        

Ehm.

Baiklah. Tentu kalian bertanya-tanya, mengapa tiba-tiba aku memutuskan untuk menjadi penghafal Alquran--khusus di bagian juz 30.

Seperti yang pernah kukatakan sebelumnya, ini akan jadi satu cerita yang panjang. Dan Nandar bukan tipe pendengar yang baik. Kuharap kalian mau berbaik hati menyimak ceritaku, meskipun mungkin cerita ini akan agak sangat sedikit membosankan.

Kalian mungkin sering membaca kisah-kisah yang menarik dan menegangkan. Kisah yang dimulai dengan satu konflik seru yang sukses membuat kalian begitu penasaran. Oke, mungkin aku tidak terlalu ahli untuk hal semacam itu, tapi aku bisa memberi kalian satu garansi : kalian akan mendapatkan banyak pelajaran setelah membaca cerita ini. (Kuharap sih begitu).

Yap. Cerita yang bagus adalah cerita yang penuh hikmah di baliknya. Oh iya, satu lagi. Tokoh utamanya sebisa mungkin punya nama yang unik.

Karena ini akan jadi cerita yang panjang, maka aku tidak akan memberi gambaran umumnya di sini. Biarkan kalian menilai sendiri. Yang jelas, alasan utama mengapa aku mati-matian berusaha menjadi penghafal Alquran adalah karena cinta.

Ya.

Cinta.

Sesederhana itu. (Yap. Sangat klise, aku tahu. Tapi bukankah orang-orang selalu suka cerita cinta? Ini konflik kepentingan! Cobalah untuk menjadi sedikit politis.)

Dan cerita ini bermula ketika aku memasuki masa-masa terakhir SMA.

[30] Hari Untuk CahayaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang