"Akhirnya kutemukan resolusi itu. Ini akan jadi pencapaian terbesar dalam hidupku."
Kalimat itu terngiang-ngiang di kepalaku.
Jangan terburu-buru berprasangka buruk. Resolusiku tidak ada hubungannya dengan hal-hal berbau kriminal. Oke, mungkin tadi aku sempat menyinggung masalah lompat pagar dan semacamnya, tapi percayalah, aku hanya bercanda.
Aku tidak mungkin merendahkan diri dengan hal-hal semacam itu. Tidak.
Resolusiku berkaitan dengan sesuatu yang manis. Sesuatu yang paling diinginkan di dunia ini. Sesuatu yang istimewa. Sesuatu yang revolusioner. Yang akan melibatkan orang-orang terdekatku saja. Dan hanya akan tertuju pada satu gadis saja.
Ah.
Barusan aku menyebut kata gadis, kan? Tentu kalian sudah bisa menduganya. Ya. Resolusiku berkaitan dengan cinta, cinta pada seorang gadis tentunya.
Gadis itu bernama Cahaya Firhani, dan resolusiku adalah menyatakan perasaanku padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[30] Hari Untuk Cahaya
Spiritual[Selesai] "Nandar." "Apa?" "Aku mau jadi penghafal Alquran." "Itu akan sangat sulit." "Aku tahu. Makanya juz 30 saja." "Kenapa tiba-tiba?" "Ceritanya panjang." "Jangan cerita." "Berapa peluangku?" "Estimasi?" "Tiga puluh hari." Ini kisah anak SMA in...
![[30] Hari Untuk Cahaya](https://img.wattpad.com/cover/138854974-64-k100618.jpg)