enam belas: aku cemburu

358 58 24
                                        

"Terima kasih atas kerja kerasnya."

Semua orang dalam studio rekaman televisi itu saling menunduk satu sama lain setelah satu jam lamanya mereka melakukan wawancara. Grup idola yang satu itu memang sedang mempersiapkan album baru mereka dan acara seperti ini sangat membantu untuk promosi album mereka nanti.

"Yeol-ah!"

Seorang lelaki yang menggunakan kemeja staff televisi berlari kecil menghampiri Chanyeol yang baru saja akan meninggalkan studio. Akhirnya lelaki itu tertahan dan membiarkan teman-temannya yang lain pergi mendahuluinya.

"Lama tidak bertemu, Joohyuk." Chanyeol menepuk bahu teman lamanya itu.

Lelaki berbadan tegap itu tertawa dengan wajah kelelahannya. "Aku sedang terburu-buru sekarang jadi aku akan mengatakan intinya." Ia menoleh ke arah staff lainnya yang berdiri tak jauh dari mereka.

Mata Chanyeol ikut melihat para staff tersebut lalu tersenyum ramah. "Baiklah, katakan saja." ucapnya.

"Bisakah kau ikut acara kami untuk episode selanjutnya? Jika kau setuju, aku akan membuatkan kontraknya dengan segera." jelas Joohyuk langsung terhadap inti.

Chanyeol sedikit tertegun mendengar tawaran yang diberikan kepadanya. "Aku hanya ingin memastikan. Kau masih bekerja di program kencan selebriti itu 'kan?" Ia menatap Joohyuk canggung.

"Itu dia." Joohyuk menjentikkan jarinya. "Aku akan mencarikan pasangan yang cantik, tenang saja."

"Ah, bukan itu masalahnya." Chanyeol tampak kebingungan. Apa yang ada dipikiran temannya ini hingga meminta dirinya untuk melakukan program acara seperti itu?

Joohyuk melihat jam tangannya lalu segera menjadi panik. "Aku harus pergi sekarang. Hubungi aku jika kau sudah punya jawaban." Ia menepuk bahu Chanyeol dua kali sebelum berlari pergi meninggalkan lelaki itu.

Chanyeol menggelengkan kepala melihat tingkah laku teman lamanya itu. Ia selalu menjadi pekerja keras sejak mereka masih smp. Coba lihat sekarang, ia benar-benar harus bekerja keras seumur hidupnya. Chanyeol harap lelaki itu bisa menikmati sisa hidupnya dengan istirahat dengan tenang.

"Yeol! Kau tidak ikut?"

Chanyeol kembali menoleh dan mendapati Baekhyun berada di pintu menunggu dirinya. Ia pun menghampiri temannya itu dan mereka segera pergi meninggalkan studio kembali menuju parkiran.

"Apa yang dikatakan Joohyuk-ssi?" tanya Baekhyun ketika mereka baru saja menuruni eskalator.

Chanyeol menoleh lalu bertanya dengan serius. "Menurutmu kenapa ia memintaku mengikuti acaranya?"

"Acaranya? Kencan selebriti?" Baekhyun terdiam sesaat sebelum tawanya meledak. Lelaki itu nyaris tersandung ketika tiba di ujung eskalator dan berhenti tertawa. "Ah, ini sangat lucu." Ia menghapus air mata yang keluar dari sudut matanya.

Chanyeol berdecak kesal. "Aku serius." gumamnya.

Baekhyun membentuk bujur sangkar dengan dua ibu jari dan dua telunjuknya lalu mengarahkannya ke wajah Chanyeol. "Aku rasa aku tahu kenapa." ucapnya.

"Apa?"

Baekhyun menurunkan jari-jarinya. "Wajahmu terlihat mengenaskan." Ia kembali tertawa terbahak-bahak.

Chanyeol mencekik leher Baekhyun dengan lengan panjangnya. "Ayo kita kembali." Ia menyeret Baekhyun menuju parkiran di mana mobil van mereka terparkir.

"Lepaskan dulu tanganmu!" Baekhyun menepuk-nepuk lengan Chanyeol yang melilit di lehernya. Namun lelaki itu malah mengeratkan lilitannya.

"Ada serangga di tanganmu!" jerit Baekhyun.

ReplayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang