20. Side of Bianca

2.1K 149 11
                                        

♕♕♕

Hi!

Ini aku, Bianca.

Kalian terlalu hanyut tentang kisah Peter dan kath, apa kalian tidak penasaran denganku?

Sepertinya bukan seperti itu seharusnya aku mengatakannya, benarkan?

Lalu harus seperti apa?

Mungkin seperti ini!

Apa kalian mau sedikit lebih mengenalku?

Sangat menggelikan, bolehkah aku tertawa?

Baiklah, percayalah! Sekarang aku sedang tertawa.

Ketika kalian membaca bagian ini, mungkin kalian akan bingung mengapa tulisan ini seperti ini.

Tentu saja, karena aku tak ingin kisahku di ceritakan oleh orang lain selain diriku sendiri.

Jadi, mari berkenalan lebih dalam denganku.

***

Bianca Lawrance, nama Indah yang disematkan untukku dari kedua orang tuaku.

Aku tak tahu itu benar atau tidak, hanya saja aku sering mendengarnya dari keluarga angkatku.

Jangan tanya kemana orang tuaku, mereka mungkin membuangku atau apa aku juga tak mengerti.

Aku tumbuh besar di sebuah panti asuhan kecil di pedesaan terpencil perancis.

Kehidupan masa kecilku ku habiskan dengan merawat sesama. Aku mempunyai banyak kakak dan adik, sehingga aku tak tahu apa jawaban yang pasti jika seseorang menanyakan anak di urutan berapakah aku lahir.

Hi ibu, kau mendengarku?
Bisakah kau memberitahuku aku anak mu yang keberapa?

Lupakan pertanyaan bodohku, tak akan ada yang mau menjawab.

**

Kalian tahu istilah mudblood pada novel yang di tulis oleh J.K Rolling?
Istilah itu sangat tepat jika kalian ingin mendapatkan gambaran tentang kehidupanku.

Aku tidak istimewa, kehadiranku di dunia bahkan tak diinginkan oleh orang tua ku.

Secara biologis, mungkin aku tak punya keluarga.

Oh manis, jangan menatapku dengan tatapan iba, aku membencinya!

**

Usia ku beranjak ke angka 15 tahun saat aku mengatakan jika aku ingin pergi ke kota.

Dan saat itu Teresa menangisi ku dengan ingus yang mencair di ujung hidungnya.

Teresa, satu-satunya wanita yang sudi untuk ku panggil dengan sebutan ibu.

Tak terhitung berapa tetes air dalam tubuhnya yang ia berikan untukku saat aku bahkan belum bisa melihat dunia dengan warna yang jelas.

Untuk mu Teresa, Aku mencintaimu lebih dari apapun di dunia ini, aku harap kau tenang di sisi-Nya saat ini.

Sementara untukmu yang membaca kisahku, jangan menangis, aku tidak semenyedihkan itu.

**

Saat usia ku 15 tahun, teresa mengantarku pada uncle Hans. Dia menjanjikan sebuah pekerjaan padaku.

Awalnya saat mendengar hal itu, teresa senang bukan kepalang, tak kalah senang denganku.

Impianku untuk menjadi seseorang yang lebih berguna akhirnya memiliki titik terang.

Pola fikir ku dan anak panti asuhan beserta seluruh isinya masih sangat primitif. Di desaku, bahkan kami tidak mengenal apa itu kriminalitas, hidup kami sangat nyaman dan damai, bahkan tak ada yang takut jika harus melewati hutan dan jalan sunyi saat tengah malam.

KATH ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang