19. Almost Happened

2.1K 160 0
                                        

♕♕♕

Jum'at datang, itu artinya sisa sedikit waktu lagi untuk menyapa akhir pekan.

Gunsoft masih terlihat sibuk dan sepertinya sudah moveon dari kasus pembajakan game yang terjadi beberapa minggu yang lalu.

Peter menegaskan jika ia akan tetap menempuh jalur hukum untuk hal itu, namun mereka tak akan bisa berlarut-larut dalam hari-hari sedih karena mengenang game yang kini tengah marak di gandrungi oleh masyarakat tersebut.

"Permainan yang di dapatkan dari hasil rampasan, tidak akan bertahan lama di pasaran"

"Itu sudah hukum mutlak di dunia bisnis game"

Peter mengatakannya di hadapan ratusan pegawainya.

Ia memperingatkan siapapun yang merasa memiliki informasi mengenai pembajakan game tersebut maka peter akan menjamin hidupnya selama ia bekerja di gunsoft.

Namun sepertinya tak ada yang tergiur dengan tawaran tesebut, walaupun diluar dari harapan peter terhadap kemurahan karyawannya, ia dan shawn sepakat tetap akan menyelidikinya sendiri.

**

Peter mengusap wajahnya sambil sesekali membuka-buka beberapa dokumennya.

Tak lama, terdengar suara ketukan dari pintu ruangannya.

"Masuk" ucapnya tanpa melihat siapa yang memasuki ruangannya.

Joe, salah satu karyawan intern nya masuk dengan membawa satu dokumen dan satu buah flashdisk di tangannya.

"Permisi sir, ini rancangan game dari kami bertiga, sudah kami rangkum penjelasan nya di dokumen ini dan demo kasarnya ada di dalam flashdisk ini"

Peter mendongakkan kepalanya dan menatap joe dengan tatapan terkejutnya, "secepat ini?"

Fyi, setelah peter mengumumkan jika karyawannya harus mengembangkan game baru seminggu yang lalu, ia juga meminta secara khusus kepada 3 karyawan intern nya untuk membuat satu demo game dan peter memberi waktu hingga akhir Bulan untuk mereka bertiga.

Namun, semua jauh di luar dugaan Peter, 3 karyawan internnya bahkan mampu menyelesaikan demo tersebut hanya dalam waktu kurang dari seminggu.

"Baiklah, aku akan memeriksanya nanti, terimakasih dan kerja Bagus" puji peter tulus pada salah satu karyawan internnya tersebut.

***

"Sudah kau serahkan?" Tanya xena pada joe dengan menggebu-gebu.

Joe duduk di kursinya, "sudah" sahutnya singkat.

"Lalu?"

Joe mengerutkan keningnya, "sepertinya dia sempat terkejut dan tidak menyangka"

Katty memanjangkan lehernya melihat ke kubikel joe, "benarkah?"

Joe menganggukkan kepalanya pelan.

"Dapat ku pastikan dari semua bagian kitalah yang pertama menyelesaikan demo" ucap katty dengan bangga.

"Down to earth kath, yang pertama bukan berarti yang terpilih" sahut joe.

Katty hanya meringis sambil menatap joe malu.

KATH ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang