Flashback
Devan Mahendra: Sore ini kita ketemu di tempat biasa, aku tunggu ya.
Devan sudah rapih dan datang tepat waktu ke tempat biasa dirinya bersama Fanya.
1 jam berlalu.
"Kenapa Fanya ga datang-datang?"
Devan Mahendra: Fan, kamu dimana?
Devan Mahendra: Kamu lagi pergi sama orang lain?
Devan Mahendra: semoga kamu ga sama laki-laki lain selain aku.
Fanya sedang pergi ke toko baju bersama dengan Andre, sepupunya. Hp Fanya mati, ia baru melihat hpnya di malam hari pukul 23.00 saat sudah pulang dari rumah Andre.
"Kan benar ada pesan dari dia. Duh, gimana ini? Mana tadi hp aku mati lagi." Fanya panik.
Ia terlihat sangat panik, takut pacarnya ini marah. Fanya sudah lelah ribut terus dengan Devan hanya karena Fanya pergi tidak izin terlebih dulu kepadanya.
"Kalau dia marah gimana ya? Ada-ada aja ini hp pake mati segala."
Fanya Alvira: Maaf, aku baru pegang hp. Tadi hp aku mati di rumah sepupu.
Devan Mahendra: Sepupu atau sepupu? Pacar kali.
Fanya Alvira: Apasih Devan? Ko jadi bilang kaya gitu.
Devan Mahendra: Jangan banyak alasan, kamu pergi kan sama cowo lain? Aku liat kamu tadi.
Fanya Alvira: aku bisa jelasin, itu sepupu aku.
Devan Mahendra: Tidur lebih baik, dari pada mendengar kan ucapan kamu.
Fanya Alvira: Masa kamu ga mau dengar penjelasan aku sih?
Fanya masih menunggu balasan dari Devan, setiap hpnya berbunyi ia berharap itu adalah balasan dari Devan. Namun tidak ada balasan apapun darinya hingga pagi sampai ia ketiduran.
***
Hari ini Devan tidak menjemput ku, mungkin ia marah hanya karena salah faham.
Di gerbang Fanya melihat Devan sedang dengan teman-temannya menuju ke kelas, namun Fanya berteriak kepadanya.
"Devan..tunggu" Teriak Fanya.
Devan hanya melihat Fanya sebentar lalu ingin pergi, Fanya menarik tangan Devan.
"Kamu kenapa sih? Sensi banget."
"Kamu juga kenapa ga datang?"
"Aku udah jelasin sama kamu. Kenapa ga percaya?"
"Lalu kenapa kamu pergi ga bilang dulu sama aku? main langsung pergi aja." Sindir Devan.
"Aku lupa, maaf."
"Lupa ko berulang kali."
"Awalnya aku biasa aja dengan peraturan kamu, dimana aku harus izin sama kamu setiap mau pergi kemana-mana."
"Karena aku harus tau kamu pergi kemana, sama siapa, dan dimana. Aku ini pacar kamu Fanya."
"Iya aku tau kamu pacar aku, bukan satpam kan? Jadi kenapa kamu buat peraturan kaya gini."
"Tinggal bilang mau pergi kesini, sama ini, jam segini, apa susahnya coba?"
"Aku ga sempat bilang sama kamu karena ini terburu-buru."
"Online bisa, izin ke aku ga bisa."
"Aku mohon tolong pengertian dari kamu, jangan aku terus yang kasih pengertian buat kamu."
"Aku cuma khawatir sama kamu dan aku udah pengertian juga sama kamu."
"Dimana letak perhatian kamu Dev? Perhatian kamu yang dulu sama yang sekarang itu beda."
Devan pergi ke dalam kelas meninggalkan Fanya sendiri.
"Ke khawatiran kamu itu berlebihan Devan!" Teriak Fanya.
"Dev, itu kayanya ucapan Fanya buat lo." Ucap Dika.
"Ga peduli gue."
"Jangan terlalu kekang cewe, takut dia bosan terus berpaling ke yang lain."
"Gue cuma mau tau dia mau kemana, sama siapa, dimana, kapan."
"Lo jangan posesif gitu Dev."
"Biasa aja, dia aja yang lebay."
"Yaudah deh, gue mah cuma ingetin lo aja."
"Jangan nyesel kalau nanti di hati Fanya ada yang lain."
"Maksud lo?"
"Ya takutnya dia bosan karena sikap lo, bisa jadi dia pindah hati."
"Ga mungkin, gue setia sama dia. Masa dia kaya gitu sama gue."
"Di dunia ini apasih yang ga mungkin? Lo pikir aja baik-baik, gue ke kelas duluan." Ucap Dika lalu pergi ke dalam kelas.
"Gue ga faham sama yang di ucap Dika." Batin Devan.
Fanya bingung dengan sikapnya yang semakin hari posesif terhadap dirinya.
Don't forget
Vote and Comment.
KAMU SEDANG MEMBACA
Posesif Boyfriend [COMPLETED]
Novela Juvenil⚠FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA:) ⚠️VOTE KALIAN SANGAT BERHARGA :) [Tahap Revisi] #1 - pelampiasan. 22. November. 2018 #4 - wattysid.15.November.2018 #52 - wattys.12.Januari.2019 #41 - wattpadindonesia.28.Oktober.2018 #38 - populer.26.Oktobe...
![Posesif Boyfriend [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/142241386-64-k51010.jpg)