Malam ini Dion pergi ke rumah Salsa untuk menemuinya karena sudah seminggu ia tidak datang ke rumahnya. Baru saja ia sampai di gerbang rumahnya, terlihat dari luar pintu ada seorang laki-laki yang tertawa dengannya sambil memainkan rambut Salsa. Seketika hati Dion sakit hati melihat mereka, ia merasa di khianati oleh pacarnya yang sekarang.
Dengan hati yang kuat, Dion menghampiri mereka di ruang tamu dengan perasaan marah campur kecewa.
"Oh ini yang kamu lakuin di belakang aku, bagus lah." Dion menepuk tangan dengan keras.
"Eh kamu, ini ga yang kamu kira ko... Ini itu..." Salsa keliatan sangat gugup.
"Kenalin, Gue Dito. Pacarnya Salsa." Ucapnya sambil mengulurkan tangannya pada Dion.
"Pacar? Gue ga salah denger?"
"Iya, gue pacar dia." Dito melihat ke arah Salsa.
"Perlu lo tau, dia ini pacar gue!"
"Maksud lo apa sih? Gue ga ngerti!"
"Jelasin sekarang juga, dia ini siapa?!" Dion tampak marah sekali dengan Salsa.
"Iya iya... Aku akan jelasin. Jadi... Dia Dito, pacar aku."
"Maksud kamu apa sih? Sampe duain aku kaya gini?!"
"Kamu kemana aja ilang tanpa kabar 2 minggu? Ga temuin aku di sekolah? Sibuk sama mantannya kan?"
"Aku udah bilang, ini lagi ulangan jadi mau fokus belajar."
"Ulangan bukan penghambat buat ga kasih kabar ke pacar!"
"Sekarang kita putus, Salsa!"
"Yaudah deh kalau mau putus ya silahkan, aku udah ada dia."
Dion pergi dari rumah Salsa dengan perasaan sakit hati, kecewa, marah kini menjadi satu di dalam dirinya. Ia menemui Ihsan di rumahnya untuk menceritakan tentang hubungannya dengan Salsa.
Dion mengetuk pintu rumahnya Ihsan.
"Tunggu... Gue keluar." Ucap Ihsan.
"Lama banget lo ini kaya cewe lagi perawatan aja."
"Kenapa sih lo marah-marah terus?"
"Gue di khianatin bro!" Dion lemas duduk di kursi, matanya melihat ke arah lampu.
"Maksud lo apa? di khianatin siapa?"
"Salsa. Selama ulangan seminggu ini gue mau fokus belajar dulu ga mau pacaran dulu, dan gue ga pernah temuin dia lagi. Tadi gue kerumahnya niat mau ketemu, tapi ada cowo lain di dalam yang ketawa sama dia. Salsa pacaran sama cowo itu karena alasan gue ga ada kabar selama ulangan, kan basi banget!"
"Menurut gue, lo kena karma dari yang sebelumnya."
"Karma dari sebelumnya? Maksud lo apa?"
"Iya. Waktu masih pacaran sama Fanya, lo dengan enaknya deketin Salsa dan bilang kalau lo udah putus sama dia ke Salsa ya kan?"
"Itu kan dulu, beda sama sekarang."
"Meskipun lo lakuin hal itu ke Fanya udah lama, liat sekarang lo di selingkuhin juga kan akhirnya? Ya lo sabar aja terima karma."
"Terus gue harus gimana?!"
"Menurut gue, sayang kalau lo dulu sia-siain cewe kaya Fanya. Dia itu siswi pintar, cantik, populer juga di sekolah. Ga sedikit cowo di sekolah yang mau jadi pacarnya bro! Eh... Sedangkan lo pacaran sama dia cuma buat deket sama Salsa. Secara ga langsung, lo udah buat rusak pertemanan mereka."
Dion dan Ihsan terus saja berbicara mengenai hubungannya dengan Salsa. Entah apa yang ada di pikirannya tapi ia rindu pada Fanya.
***
Ulangan Akhir Semester sudah 80% berjalan dengan baik. Esok dan lusa adalah ulangan terakhir bagi siswa siswi SMA Nusantara.
Awal ulangan Devan dan Fanya saling diam tidak ada yang berani untuk memulai pembicaraan di antara ke duanya. Tapi di sisi lain, Devan ingin tertawa dengan Fanya lagi dan lagi. Akhirnya ia mencoba memberanikan dirinya memecahkan keheningan diantara mereka.
"Serius banget bacanya." Ucap Devan sambil tersenyum kepada Fanya.
"Eh... Engga, biasa aja."
"Santai aja kali bacanya, jangan terlalu serius."
Fanya hanya mengangguk kan kepalanya sambil terus membaca bukunya. Lalu Dion datang menghampiri Fanya, menarik tangannya untuk keluar dari ruangan.
"Jangan asal tarik, gue manusia bukan hewan!" Ucap Fanya.
"Sorry ganggu! Fan, ikut yuk bentar."
Devan hanya diam saat Fanya diganggu oleh orang lain, karena dirinya tidak memiliki hak apa-apa untuk melarang Fanya dengan yang lain.
Dion dan Fanya berjalan menuju gudang sekolah, entah apa yang akan di lakukan olehnya dengan membawa Fanya ke tempat tersebut.
"Kenapa lo bawa gue kesini?" Tanya Fanya.
"Gue..." Dion menatap mata Fanya dengan penuh harap.
"Jawab yang serius!"
"Gue mau curhat sama lo."
"Lo bawa gue kesini cuma mau curhat? Lo gila yon?"
"Fan..."
"Cepet kalau mau cerita, waktu gue terbuang sia-sia."
"Gue di khianatin sama Salsa..." Ucap Dion sambil memegang kepala.
"Terus gue harus apa?" Jawabnya cuek.
"Gue mau kita balik lagi kaya dulu."
"Lo gila? Ga punya malu banget!" Fanya terkejut mendengar perkataan Dion yang baru saja ia ucapkan.
"Iya gue gila kehilangan lo yang penting banget!"
"Kalau gue penting, kenapa dulu dengan mudahnya lo lepasin gue gitu aja?!"
"Ternyata gue salah memilih seseorang."
"Dengan enaknya lo bilang mau kaya dulu lagi. Lo ga mikir gimana waktu lo pacaran diem-diem sama salsa di belakang gue dan itu pun status lo masih jadi pacar gue."
"Gue... Salah. Gue minta maaf." Dion memegang tangannya.
"Udah gue maafin." Dengan cepat Fanya melepaskan tangannya dari Dion.
"Berarti mau dong balikan lagi sama gue?" Dion tersenyum.
"Memaafkan bukan berarti gue mau balikan lagi sama lo, playboy!"
"Gue ga playboy. Gue cuma sayang sama lo doang."
Ucapan buaya, cuma sayang sama lo doang.
Percaya lah kalimat tersebut akan di ulang kembali oleh para laki-laki, hanya saja lain wanita.
Hati sama seperti bunga, butuh waktu untuk mekar kembali seperti semula.
Fanya kembali ke ruangannya untuk mengerjakan ulangannya, dan ia ingin segera menemui Tiara untuk menceritakan yang terjadi dirinya dengan Dion.
"Lo kenapa ga fokus?" Tanya Devan.
"Eh engga..."
"Ini minum dulu takut lo haus." Devan memberikan Aqua kepadanya.
"Akhirnya dia ga sedingin seperti hari kemarin, aku sempat cemas akan sifatnya." Batin Fanya.
"Hey?" Devan melambaikan tangannya di depan mukanya.
"Eh iya, makasih ya."
"Iya sama-sama."
"Yang di belakang jangan diskusi, kerjakan soal ulangannya!" Teriak pengawas dari arah pintu.
"Lagi kangen kali bu, namanya juga mantan udah lama ga ketemu." Ucap Bagus.
Seruangan tertawa mendengar ucapannya.
Sebenarnya Fanya malu karena sikapnya kepada Devan biasa aja tapi menurut yang lain mereka seperti akan berpacaran kembali. Memang banyak yang meminta kepadanya untuk kembali bersama Devan, tapi ia tidak merespon ucapan-ucapan tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Posesif Boyfriend [COMPLETED]
Novela Juvenil⚠FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA:) ⚠️VOTE KALIAN SANGAT BERHARGA :) [Tahap Revisi] #1 - pelampiasan. 22. November. 2018 #4 - wattysid.15.November.2018 #52 - wattys.12.Januari.2019 #41 - wattpadindonesia.28.Oktober.2018 #38 - populer.26.Oktobe...
![Posesif Boyfriend [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/142241386-64-k51010.jpg)