16. Ada apa dengan hari ini

740 48 1
                                        

        sesosok lelaki memperhatikannya dari depan rumah Lia dengan mata yang tersorot tajam menuju arah Lia dan Iwan yang kini mampu membuat jantung Lia dag dig dug

"Ya aku mampir sebentar ya" kata Iwan, Lia tak bisa menolak ke inginan bos nya itu, setidaknya Lia harus tau terima kasih.

"Silahkan Wan" kata Lia

Kini mereka berdua berjalan menuju arah sorot mata yang sedari tadi menatap mereka berdua.

"Assalamu'alaikum" kata Iwan

"Wa'alaikumussalam" sahut lelaki itu

" Pah kenalin ini bos Lia di perusahaan, tadi Lia pergi ada urusan pah" kata Lia yang mencoba menjelaskan dengan singkat agar ayahnya tak berfikir macam macam.

"Oh silahkan masuk nak" ajak ayah Lia

"Oh iya makasih pa" sejujur nya Iwan hanya ingin kengantar Lia ke hadapan ayahnya lalu meminta izin untuk pulang, karna ia tak ingin terlihat jelek di mata kedua orang tua Lia.

Kini ayahnya dan Iwan tengah duduk di ruang tamu dan Lia bergegas membuatkan minum untuk mereka berdua, kini ia berjalan mengarah ke dapur dan ia menemukan sosok penenang hatinya.

"Sayang, baru pulang" tanyanya

"Sebenernya tu mah aku udah pulang terus di jemput sama bos ku yang aneh itu" kini Lia curhat sama mamanya.

"Sut gak boleh ngomong gitu" kata mamanya

"Emang bener mah dia itu nyebelin, dia itu ya mah udah ngasih tugas sama Lia sulit banget lagi, mana di kasih waktu cuma 2 minggu Lia di suruh presentasi di depannya, katanya buat nguji kemampuan karyawannya, terus pas Lia di rumah dia chat lia tanya sibuk apa ngga pas lia jawab engga eh tiba tiba bel rumah bunyi ternyata dia dia ngajak lia ke luar Lia kira ada urusan kantor eh ternyata cuma buat nemenen dia, untung ada keponakannya kan bisa bikin Lia seneng kalo ngga ada mungkin Lia udah setres mah" ceritanya panjang kali lebar hingga tak sadar ayahnya memanggilnya dari luar.

"Lia minumnya mana"

"Iya pah bentar ini lagi otw" katanya yang bergegas menuju ruang tengah dan ibunya yang juga ikut muncul di anatara mereka bertiga.

"Ya'ampun om jadi bgerepotin" kata Iwan

"Nggak papa kok nak" sahut ayah Lia

      Dalam hati Lia berbicara "Astagfirullah Wan kalo gua di tanya repot apa ngga gua repot Wan, gua itu cape, plis ngertiin gua, pulang sekarang Iwan plisss ya allah bukakan hati Iwan untuk segera pulang"

Namun satuhal unik sepertinya iwan bisa menebak hati Lia kini ia mengambil gelas meminum air itu sedikit seperti tanda menghormati orang rumah lalu pamitan pulang kepada kedua orang tua Lia, dia juga meminta maaf karna membawa Lia tanpa seijin orang tuanya dan ini sudah lewat jam kerja, namun ayah Lia dan ibunya bisa memaklumi itu.

saat iwan pulang hati lia serasa lega kini ia mengempaskan tubuhnya ke sopa, tanpa jaim lah ngapain jaim dia kan ada di rumahnya sendiri di depan kedua orang tuanya yang tau selak beluknya lia hehehhe

"Nak" kata ayahnya

"Iya pah"

"Papah mau nanya"

" Ada apa pah" kata Lia yang kini mulai duduk

"Kalo cape berebah aja nak nggak usah duduk papah ngerti kok"

"Makasih papah"

"Gini ya kamu ada hubungan apa sama bos mu itu"

"Nggak ada apa apa pah"

"Yang bener"

"Iya pah malah Lia itu ya kesel sama pak Iwan itu, aneh orangnya pa"

JAGA AKU DAN HATIKUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang