20. Terlalu cepat

740 47 1
                                        

         Hari demi hari berlalu begitu cepat, seperti matahari yang menggantikan bulan, saat ini lia masih merasa kurang, waktu yang ia lalui saat ini  rasa tak cukup, masih banyak tugas yang menunggunya.

       Andai aku istana pasir di tepi pantai, mungkin saat ini aku sudah rata dengan pasir yang lain, namun aku masih berdiri kokoh meski ombak berulang kali menghantam.

"

Begitu lelah rasanya, badan ku rasa remuk, ingin ku merebahkan tubuh ku lalu memejamkan mata ku, namun entah kekuatan apa yang mampu membuat ku terus senyum dengan keadaan yang begitu melelahkan" Fikir lia

"Astagfirullah, kok daya hayal ku makin tinggi ya" kata Lia yang kini bicara sendiri, tanpa seorang teman.

      kini Lia hanya merebahkan tubuhnya di atas kasurnya yang serasa surga dunianya itu, ia hanya merebahkan diri lama kelamaan ia bosan tanpa aktifitas, Lia adalah orang yang supper aktif, masa cuma diem di kamar doang, kini ia mengabil hpnya ia nyalakan musik sekencang kencangnya, kini mulutnya aktif bergerak sambil mengeluarkan beberapa nada dari bibirnya itu, beberapa lirik lagu sepertinya tengah mewakili perasaanya.

        Namun semua itu tergangu oleh suara telpon dari temannya ya siapa lagi kalau bukan Norma, Norma itu sedari dulu nggak mungkin dalam stu hari nggak nelpon Lia, entah itu malam atau pun siang. Ya suka suka dia lah.

"Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumussalam ya"

"Ada apa"

"Sibuk nggak"

"Nggak"

"Jalan yu"

"Kemana"

"Kemana aja yang pentin gua bahagia"

"Terus gua"

"I don't care"

"Astagfirullah"

"Yaudah ya bentar lagi gua jemput, assalamu'alaikum" katanya sambil mematikan telponya secara sepihak,

"Ya Allah, kok aku punya temen kayak gini banget yah" katanya sambil tersenyum.

Sebenernya Lia itu lelah, sangat lelah bahkan, Namun demi temannya yang satu ini ia rela meluangkan waktunya supaya temannya bahagia.

"Assalamu'alaikum ya, buka in gua pintu"

"wa'alaikumussalam, tunggu sebentar"

"Ih udah siap ternyata" kata Norma yang melihat Lia membukakan pintu untuknya.

"Hemmmm" jawabnya singkat

"Yaudah jalan yu, lama gua tinggal" kata Norma

"Lo yang ngajak terus lo mau ninggalin gua yaudah tinggalin gih" kata Lia dalam hati.

entah kemana Norma membawanya saat ini di sepanjang jalan Norma terus berbicara entah apa yang ia katakan namun yang pasti Lia tak begitu mendengarkan ocehan Norma ia hanya sibuk dengan rasa kantuknya yang semakin meraja lela.

JAGA AKU DAN HATIKUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang