46. Tinggal sehari lagi

566 28 4
                                        

Sore ini terasa begitu melelahkan bagaimana tidak, seharian Iwan membawanya jalan jalan. Entah kenapa dengan lelaki itu yang hari ini egan untuk pergi bekerja dan satuhal lagi handphone Lia pun dari bangun tidur sampe sekarang nggak tau kemana. Tapi Lia sedikit curgia dengan Iwan "siapa lagi yang nakal kalo bukan Iwan, di rumah inikan nggak ada siapa siapa" Fikir Lia, namun ia tak mau soujon terhadap Iwan.

"Sayang" Ujar Iwan yang menghentikan lamunan Lia "Kenapa?" Tanyanya "Kamu mau makan apa?" Tanya Iwan dengan penuh perhatian "Samain aja deh" jawab lia yang terlihat males  "Kamu sakit ya?" Tanyanya lagi "Nggak, nggak sakit kok" Sahutnya dengan senyum meyakinkan "Terus kenapa mukanya kaya gitu" Tanya Iwan lagi "Emang kenapa sama muka aku?" Tanya Lia "Muka kamu asem banget kaya ketek gorila" Ujar Iwan dengan sebuah senyum di bibirnya "Emang situ pernah rasain ketek gorila" Tanya Lia dengan wajah datarnya "Nggak" jawabnya singkat "Terus kenapa bilang muka aku kaya ketek gorila, dasar suami gorila" Ledeknya "Gorila gorila kaya gini kamu sayangkan" Goda Iwan "Nggak" Ucapnya enteng, bertepatan dengan Lia menjawab nggak saat itu pula pesanan mereka datang. "Makasih mba" Ucap Iwan yang mendapat tatap tajam dari Istrinya itu. "Udah makan, ngapain melotot kaya gitu serem" Kata Iwan sambil memakan makanannya itu "Biarin, biar mata kamu nggak jelalatan" Ucap Lia yang masih belum menyentuh makanannya "Adududu, Istri gorila cemburu" Goda Iwan dengan sedikit senyum nakalnya "Siapa yang cemburu sih, dasar cowo aneh pede banget jadi orang" Alibi Lia "Bilang cemburu aja gengsi, dasar cewe aneh" Goda Iwan sekekian kalinya "Udah jangan pancing emosi aku" Sahut Lia yang langsung mengalihkan fokusnya kepada makanan yang sudah ada dari tadi "Siapa yang mancing kamu sih, emang kamu Ikan di pancing pancing" Sahut Iwan sambil menahan tawanya "Bodo amat ah, bisa diem nggak" tatap Lia sinis "Yaudah iya iya" Ujar Iwan yang tersenyum bahagia melihat Istrinya yang mencoba menahan emosinya itu, karna kalo saat saat seperti ini wajahnya itu bikin gemes.

Tak sadar tangan Iwan menyentuh lembut pipi Istrinya itu yang sontak membuat wanita di hadapannya itu kaget dan menjatuhkan sendok yang ada di tangannya. Kini Lia menatap intents mata lelaki itu seperti singa yang siap melahap bulat bulat orang yang ada di hadapnnya sekarang "Hahahahahaha muka kamu lucu kalo lagi marah" Ucap Iwan sambil menepuk nepuk kepala istrinya itu "TERSERAH" Ucap Lia dengan suara yang rada rada ngegas. "Ya Allah kenapa hari ini cowo ini ngeselin banget bukan seharusnya aku yang bikin dia kesel kok sekarang malah kebalik" Ucap Lia dalam sambil menatap suaminya itu yang kini malah cengar cengir "Apa sih, kok natap aku mulu, aku ganteng ya, tau kok aku menang ganteng" Ujar Iwan dengan bangganya "Dih, kamu di bandingin sama tikus aja masih ganteng tikus" Ucap Lia sambil tersenyum tipis "Kalo gantengan tikus kenapa nikahnya sama aku? kenapa nggak sama tikus aja?" Tanya Iwan yang kembali memaksa Lia untuk berfikir "Nggak tau, kamu pelet aku kali" Ujar Lia dengan entengnya yang membuat Iwan mengehentikan makannya dan menatap wanita itu 'Astaga gua salah ngomong ya, waduh marah nih, waduh gimana dong' Banyak pertanyaan bergulir di kepala Lia yang membuatnya tak berani menatap Iwan sama sekali. "Kenapa kok nunduk?" Tanya Iwan dengan wajah datarnya "Lagi makan" Jawab Lia singkat "Tatap aku!" ujarnya, Lia hanya diam "Lia stefia" Ucapnya lagi tapi tak di respon Lia sama sekali "Tatap aku, apa aku cium di sini" Ujar Iwan yang mampu membuat mata Lia melotot dan pipinya memerah, sontak Ia langsung menatap Iwan "Nah gitu dong" Ujar Iwan dengan menahan senyum manisnya itu "Kamu fikif aku melet kamu, aku nggak serendah itu!" Ucap Iwan yang rasanya membuat bulu kuduk Lia berdiri 'Mampus lo ya dasar bodoh, becanda masalah kek gitu sama dengan masuk kekandang macan' Gerutu Lia dalam hatinya "Maaf" Ucapnya sambil menundukan kepalanya "Maaf doang nggak cukup" Jelas Iwan yang membuat Lia mengangkat kepalanya. "Terus?" Tanyanya yang nggak mau memperpanjang masalah "Ikut aku sekarang!" Pinta Iwan yang masih dengan ekspresi tak bisa di tebak "Tapi" Ucap Lia yang langsung di potong oleh suaminya itu "Untuk hari ini tidak ada penolakan" Ujarnya "Oh oke" sahut Lia yang ikut ikut aja entah dia akan di culik kemana oleh suaminya itu.

JAGA AKU DAN HATIKUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang