9. Dhuha ku bersamamu

1K 54 0
                                        

"makasih"

"buat"

"yang tadi"

"heheheh, sans aja bos q" jawab lia dengan menepuk punggung yudha.

"yaudah masuk kelas gih"

"oke bos q"

"apaan sih ya"

"lagi seneng aja"

"kenapa"

"kepo"

"yaudah"

"tau ah pergi sana lu"

"ngusir"

"kalo lu cerdas lu bakal ngerti dari kosa kata gua, tapi kalo lo goblok ya, gimana yah"

"omongan itu di atur mba"

"iya kek iya"

"kok kakek"

"karna lo tua"

"tapi kan...."

tringggg......
suara bel masuk telah berbunyi

"babay"

"assalamu'alaikum" katanya yang masih berdiri di tempat yang sama

"waalaikumussalam" jawab lia dengan nada tinggi karna saat ini lia sudah melangkah jauh

setibanya di kelas

saat ini Norma tengah sibuk dengan buku pekerjaan rumahnya yang lupa ia kerjakan, dan Ilham yang siap menyambut Lia di depan pintu serta Rania yang kini metapnya sinis, hahaha mereka mau ngerusak hari gua apa gimana nih, teruntuk kalian yang hari ini mau ngerusak jangan berani macem macem wkwkwkw.

"pagi ya" sambut Ilham dari depan pintu dengan senyum nya yang manis bagi Rania namun biasa saja bagi lia

"emmm pagi" jawabnya singkat

"kok telat"

"macet"

"perasaan nggak macet deh"

"tau ah bodo, mending lu kembali duduk deh bentar lagi guru masuk" jawabnya memperpendek percakapan antara mereka

"ah iya" Ilham kembali ke tempat duduknya dengan penuh kekecewaan, untuk kesekian kalinya inya merasa gagal.

Dan saat ini Rania tengah menatapnya sinis sedari tadi mungkin hampir 15 menit rania menatapnya seperti itu tapi bodo lah, lia hanya berfikir jangan merusak hari ini.

Satu lagi, temennya yang supper bawel kali ini tengah sibuk dengan tugas matematikanya, dia bingung bagaimana nyelesaian semua soal dengan waktu singkat sedangkan semua itu penuh proses dari rumus, memecahkan masalah, sampai menemukan titik akhir yang memerlukan waktu.

"Nor"

"hah apaan?"

"lu natap gua kenapa"

"sibuk"

"padahal gua pengen cerita"

"nanti aja ya temen ku tersayang, kali ini gua sibuk"

"nih buku gua, salin aja" seraya mengajukan buku mtknya kepada temannya ini.

"tumben baik"

"tulis aja, nggak usah banyak bacot"

"iya iya"

"ngapa masih ngomong, mau gua jait tu mulut"

"kok lu marah"

"hehehe gua nggak marah cuma niruin tingkah elu tadi"

JAGA AKU DAN HATIKUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang