seminggu setelah kejadian di hari itu, kini Lia merasa ada yang aneh pada dirinya. Dan mulai hari ini dia rajin untuk masuk kerja, hari ini ia bertemu dengan Dine, seorang karyawan Iwan yang lulus dan bekerja di tempat yang sama bersama Lia. Jadi bukan rahasia kalau mereka sangat dekat.
"Ya, kenapa sih" tanya Dine yang memutar kursinya ke arah Lia
"Kenapa Dine" Jawabnya heran
"Ya lo keliatan nggak sehat gitu"
"Masa"
"Iya, gimana kalo lo periksa ke dokter aja ya"
"Ih ngapai gua nggak kenapa napa tau"
"Coba aja ya"
"Iya deh entar jam istirahat gua priksa ke rumah sakit, yang deket sini"
"Sama pak Iwan" tanyanya
"Nggak aku sendiri aja, lo jangan bilang bilang sama Iwan ya"
"Siap bu bos" kata Dine yang membuat Lia tertawa.
saat Lia ingin menyelesaikan pekerjaannya satu notif masuk, yang membuat Lia langsung membuka hpnya itu, ternyata satu pesan singkat dari suaminya.
"sayang jam istirahat mau makan di mana?"
"Kamu makan sendiri aja ya, aku ada urusan soalnya"
"Urusan apa?"
"Pokonya penting mas"
"Mau aku anterin nggak"
"Nggak usah, sebentar aja kok"
"Oh yaudah kalo kaya gitu"
Tak terasa sudah jam istirahat kini ia pergi kerumah sakit, sesampainya di sana ia langsung memeriksakan dirinya ke dokter umum dan menceritakan semua keluhan yang ia rasakan, dokter hanya mendengar dan tersenyum. Selesai dokter memeriksa Lia, kini dokter mengatakan.
"Selamat ya bu, ibu hamil"
"Apa dok"
"Iya ibu hamil"
"Alhamdulilah"
"Kandungan ibu sudah menginjak usia 1 minggu bu, oh iya ini saya ada menuliskan resep untuk ibu. Jangan lupa buat di minum obatnya ya bu"
"Oh iya makasih ya dok"
Kini Lia bergegas untuk kembali ke kantor, yang terlintas di kepalanya adalah bagaimana caranya menyampaikan ini ke suaminya itu. sepanjanh jalan ia terus saja memirkan bagaimana exspresi suaminya saat mendengar semua ini, namun setelah itu ia berfikir untuk merahasiakan ini dulu, sampai di waktu yang tepat.
Sesampainya di kantor, Lia langsung di sapa oleh Sinta.
"Ya, kamu di panggil pak Iwan" kata Sinta
"Oh iya makasih ya Sin"
"Iya" sahutnya dengan ketus
Kini Lia pergi ke ruangan Iwan, tanpa mengetuk pintu di bukanya pintu secara perlahan. Ternyata Iwan tidak menyadari hal itu, kini ia masuk dan melihat suaminya itu tertunduk lelah di atas meja kerjanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
JAGA AKU DAN HATIKU
RandomDi pagi yang begitu panas, seakan langit tengah berbahagia bersama matahari yang bersinar begitu cerah di pagi ini. Namun bukan hal nya dengan wanita yang tengah duduk di bangku sekolah menengah Atas yang satu ini, dia merasa sekakan hidupnya di pen...
