Detik-detik ujian kenaikan kelas sudah semakin dekat. Ada yang mempersiapkan diri secara matang dengan belajar sungguh-sungguh dan ada pula yang masa bodo dengan ujian yang akan dihadapi nanti.
Tentunya Nanda adalah orang yang mempersiapkan dirinya untuk ujian yang sudah diambang pintu itu. Bukitnya sekarang Nanda sedang berada di perpustakaan dengan beberapa buku yang tertumpuk disamping tubuhnya.
"Serius banget belajarnya."
Perkataan seseorang yang ada disamping Nanda sangat mengagetkan dan membuat Nanda memutar kepalanya 90 derajat.
"Ihh Alvin. Bikin kaget aja deh," ucap Nanda.
"Lagian serius banget belajarnya. jangan serius-serius, kalau mau serius di KUA aja."
"Apaan sih, garing deh."
"Garing-garing gini tapi banyak yang suka kan," kata Alvin dengan sangat pede.
"Pede banget," ucap Nanda dengan muka yang kembali ke arah buku dimeja.
"Hari ini ada acara gak?" tanya Alvin.
Nanda menoleh ke orang yang sedang berbincang dengannya.
"Gak ada acara sih hari ini. Emangnya kenapa?"
"Gue mau ajak lu jalan, mau gak?"
"Jalan-jalan kemana?"
"Tapi berdua aja." ucap Alvin yang belum memberikan jawaban dari pertanyaan Nanda.
"Iya, jalan kemana dulu." kata Nanda yang ingin penjelasan lebih detail.
"Intinya lu mau atau enggak. Inget lu udah janji waktu itu kalau gue ajak jalan lu harus mau."
"Iya gue inget, jam berapa?" tanya Nanda.
"Jam 5 sore, gue jemput ke rumah lu ya."
"Berdua aja nih?"
"Iya," jawab Alvin singkat.
"Tenang, lu pasti aman sama gue. Yaudah gue mau ke lapangan dulu."
Alvin langsung beranjak dari perpustakaan menuju ke lapangan. Sesampainya Alvin di lapangan langsung disambut dengan teman-temannya.
"Gimana-gimana? Si Nanda mau gak?" tanya Gino bertubi-tubi.
"Jawab kambing nih orang malah senyum-senyum lagi," kesal Bagas.
Alvin menganggukkan kepalanya memberi jawaban 'iya' kepada teman-temannya.
"Mantap, yaudah nanti pulang sekolah langsung disiapin aja," kata Bagas.
"Kuy lah main lagi."
Kata Aldi yang melempar bola basket ke Alvin. Dengan sigap Alvin menangkap dan mendribble bola itu.
"Oke. Bagas lu tim gue." kata Alvin dengan senyum yang mengembang sedari tadi.
Mereka berempat bermain basket bersama sampai bel istirahat berbunyi menandakan istirahat sudah selesai.
•••••
"Ananda Marsya Jelita yang cantik nya dibawah gue, dari mana aja lu kita cariin dari tadi gak nongol batang idung lu."
Perkataan yang panjang lebar itu keluar dari bibir mungil Nana Saputri si ratu alay.
"Abis dari perpus." kata Nanda singkat.
"Gak ngajak-ngajak lu," ucap Bella.
"Tau nih, kan gue pingin mencari ketenangan di perpus. Diriku sudah bosan dengan haters-haters yang iri karena seorang ratu alay sudah tidak jomblo lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Me ?
Teen FictionSemua bermula dari ketidaksengajaan menabrak seorang cowok, Ananda Marsya Jelita (Nanda) merasa tidak enak hati karena membuat minuman cowok itu tumpah ke seragamnya. Ternyata cowok itu bernama Alvin Cahyo Diningrat (Alvin) kelas XI IPA 1 yang sanga...
