Cantik, baik, dan apa adanya. Itu yang buat gue tertarik sama lu.
~Alvin Cahyo Diningrat~
Jarum jam mengarah pada angka 11 dan langit di luar sana sudah gelap gulita dengan beberapa bintang yang sudah membaur di hamparan langit malam.
Malam ini Nana dan Bella menginap dirumah Nanda. Ini bukan pertama kalinya mereka menginap tapi sudah menjadi rutinitas kalau salah satu dari mereka ada yang bosan. Atau karena tidak ada kegiatan di malam minggu seperti hari ini.
Dan sepertinya suasana hati Nanda tidak seperti biasanya, itu terbukti jelas dengan senyuman Nanda yang tak pudar dari lima belas menit yang lalu.
"Woiii, lu kesambet apaan dah." Teriak Nana tepat pada telinga kiri Nanda.
"Hmm... Kayaknya gue tau deh nih anak kenapa." Sahut Nana sembari menikmati cemilan yang disediakan bunda Nanda dalam toples.
"Apaan sih lu. Jangan sotoy deh." Ucap Nanda dengan melempar kacang dan tepat mengenai jidat Bella.
"Aduh gue amesia nih. Nama gue siapa ya." Kata Bella sambil memegang jidatnya yang sama sekali tidak terasa sakit terkena kacang.
"GARING!!!" teriak Nanda dan Nana bersamaan." Bella pun memasang muka yang ditekuk bagaikan pangsit yang mau di goreng karena gagal membuat lelucon.
"Ehh kalian nyadar gak sih ada yang aneh sama perkataan-perkataan si Gino." Kata Bella berusaha membuat topik pembahasan baru.
"Aneh gimana maksud lu." Bingung Nanda
"Masa lu gak ngerasa sih." Ucap Bella semakin membuat penasaran.
"Ngerasain apa sih?" Tanya Nana dengan sindrom kepo nya yang mulai memuncak.
"Jadi kesimpulan yang gue tangkep dari perkataan-perkataan Gino itu," kata Bella sengaja terpotong.
"APA?!" teriak Nana dan Nanda berbarengan lagi.
"Alvin suka sama Nanda dan Aldi suka Nana." Kata Bella melanjutkan.
"Ya kalau si Alvin suka sama Nanda sih gue udah tau, nah ini si Aldi suka sama lu Na." Sambung nya.
"Nah itu gue juga ngerasa ada yang aneh sama si Aldi. Tapi emang bener dia suka sama gue." Kata Nana sambil menatap Nanda dan Bella secara bergantian.
"Gue mau nanya satu hal sama lu Nan, gimana kalau seorang Alvin Cahyo Diningrat menyatakan cinta kepada Ananda Marsya Jelita. Apa mau terima?" Tanya Bella dengan serius.
"Hmm..."
"Kok cuma hmm sih, jawab dong. Pertanyaan Bella menarik tuh." Cerewet Nana.
"Ya gimana ya, gue juga bingung sih. Soalnya kan gue gak pernah pacaran. Terakhir kali di taksir cowok juga itu pas SMP kelas 2 sama si Joko yang buluk itu." Jawab Nanda sangat gelagapan.
"Gue nanya Lu mau terima Alvin atau enggak." Kata Bella dengan mata yang terus lekat menatap mata Nanda.
"Tau ahh bingung." Kata Nanda sambil menutup wajahnya dengan bantal guling. Senyum malu terukir sempurna dalam dekapan guling itu.
"Gak usah bingung Nan, yang harusnya bingung tuh gue. Kenapa lu tadi pas nonton bioskop ngelirik kearah Alvin terus." Kata Bella yang membuat Nanda sangat terpelonjak kaget.
"Kok lu tau." Kata Nanda keceplosan lalu membekap mulutnya dengan satu tangan.
"Udah ini mah tinggal tunggu tanggal mainnya aja." Ucap Bella sambil tertawa melihat tingkah Nanda.
"Tapi gue masih gimana gitu sama si Alvin. Soalnya kalian kan tau Alvin itu punya banyak fans dan otomatis banyak pengemar nya yang selalu ngikutin kemana dia pergi trus difoto-foto lagi. Lah sedangkan gue, paling anti tuh sama yang begituan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Me ?
Teen FictionSemua bermula dari ketidaksengajaan menabrak seorang cowok, Ananda Marsya Jelita (Nanda) merasa tidak enak hati karena membuat minuman cowok itu tumpah ke seragamnya. Ternyata cowok itu bernama Alvin Cahyo Diningrat (Alvin) kelas XI IPA 1 yang sanga...
