Suasana didalam ruangan sepertinya sangat mencekam saat ini. Menunggu giliran untuk menerima rapot itulah yang sedang Nanda tunggu bersama bundanya.
Nana dan Bella sudah lebih dulu mengambil rapot bersama orang tua nya, sedangkan Nanda baru sempat sekarang.
Jarum jam menunjukkan pukul 10:00 WIB, dan pembagian rapot di tutup sampai pukul 11:00 pantas saja hanya tinggal beberapa orang yang belum mengambil rapot nya salah satunya adalah Nanda.
Ayu bersama orang tua nya baru saja usai mengambil rapot dan kini giliran Nanda, Yanti sang bunda Nanda langsung mengambil posisi duduk di hadapan wali kelas Nanda yaitu Bu Rahma.
"Nanda..." panggil bu Rahma kepada Nanda saat Nanda tengah menyalimi tangan bu Rahma.
"Ini rapot Nanda," kata bu Rahma sambil memberikan buku besar berwarna hitam kepada Yanti.
"Nanda selama di kelas XI ini sih gak ada masalah ya. Tapi kamu harus tetap mempertahankan peringkat kamu di 3 besar ini. Selisih rata-rata nilai kamu sama yang lain itu sedikit loh, jadi di kelas XII nanti kamu harus mempertahankan dan juga meningkatkan lebih lagi."
Ucapan bu Rahma yang panjang lebar itu di simak Nanda dengan baik. Setelah tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, Yanti berserta Nanda pamit pulang karena tujuan mereka datang ke sekolah sudah selesai.
Berjalan kearah pintu kelas sambil memegang rapot, dan ada orang yang sedang menunggu Nanda di samping kelas.
"Nanda," panggil nya.
"Selamat siang tante," lanjutnya lagi setelah melihat Yanti dan di sambut dengan saliman sopan yang di berikan laki-laki itu.
"Ehh Rico ada apa." ucap Nanda spontan. Iya laki-laki itu adalah Rico yang menunggu Nanda selesai mengambil rapot.
"Selamat ya masih tetap di peringkat 3," kata Rico memulai pembicaraan.
Yanti melihat bahwa ini bukan kawasannya untuk nimbrung karena beda usia, Yanti segera pergi ke parkiran menunggu Nanda selesai berbincang bersama teman sebayanya.
"Yasudah tante mau kesana dulu ya," kata Yanti kepada Rico.
"Bunda tunggu di parkiran," bisik Yanti tepat di telinga Nanda dengan suara yang hanya bisa di dengar oleh Nanda.
Nanda hanya diam bingung harus menjawab apa. Dan Yanti langsung berjalan menuju tempat yang ia tuju.
"Yang rangking 1 terus gak bosen tuh," ledek Nanda.
Rico hanya tersenyum mendengar ledekkan dari Nanda.
"Nan, sebelum lu ke Jogja. Gue mau nagih janji lu yang belum terpenuhi."
"Kok lu tau gue mau ke Jogja," kata Nanda dengan cepat.
"Tau dari instastory Nana." jawab Rico enteng.
Nanda mengangguk mengerti.
"Jadi kapan mau menepati janji itu?" tanya Rico lagi.
"Janji yang mana ya..." Nanda berpikir sejenak.
"Ohh gue inget, janji nemenin ke toko buku kan." ucap Nanda seraya ingat dengan janji yang sedang di tagih Rico.
"Kalo hari ini sih gue gak kemana-mana," kata Nanda.
"Lu mau hari ini?" tanya Rico memastikan.
"Yaudah ayo, kalo udah liburan kan susah ketemu." kata Nanda memberi alasan.
"Izin dulu sama bunda lu." ucap Rico.
Nanda mengangguk seraya menyetujui ajak Rico. Dan berlalu menuju bunda Nanda yang sedang menunggunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Me ?
Fiksi RemajaSemua bermula dari ketidaksengajaan menabrak seorang cowok, Ananda Marsya Jelita (Nanda) merasa tidak enak hati karena membuat minuman cowok itu tumpah ke seragamnya. Ternyata cowok itu bernama Alvin Cahyo Diningrat (Alvin) kelas XI IPA 1 yang sanga...
