5. Saling Menatap

930 108 73
                                        

"Nah gini dong, jangan dengerin kata orang toh semua yang di omongin gak bener kan." Kata Nana sambil merogoh kantong di baju nya untuk mengambil uang. "Nih sekalian biar gak ribet." Lanjut Nana sambil memberikan uangnya kepada Bella.

"Lah kenapa pada nyetor ke gue semua." Bingung Bella karena Nanda pun memberikan uangnya kepada Bella.

"Udah gpp, bayarin ya. Depan kiri bang." Kata Nanda sambil memberhentikannya laju angkot tersebut karena tempat yang di tuju sudah sampai.

"Nih bang, bertiga ya." Ucap Bella kepada supir angkot yang di balas dengan anggukan.

Kemudian mereka sudah tepat di depan cafe yang di tuju, Happy Days. Nama cafe itu yang terpampang rapih di atas atap cafe itu.

"Bakalan jadi tempat tongkrongan baru nih." Ucap Nana tak sabar melihat menu di cafe itu.

"Baru tau gue ada cafe keren kayak gini." Ucap Bella yang bengong melihat tempat yang begitu keren.

"Yaudah yuk masuk." Ajak Nanda kepada Bella dan Nana.

Ngekkk... (Bunyi pintu)

"Selamat datang..." Salam dari seorang yang berada di depan meja kasir itu. Kemudian hanya di balas anggukan dari ketiga pengunjung yang baru datang.

Nanda menghampiri meja kasir dan mengambil buku menu yang tersedia dan kedua sahabatnya mencari tempat yang enak buat duduk dan bagus buat foto-foto.

"Nih mau pesen apa." Ucap Nanda yang sudah memegang buku menu di tangannya dan bergabung dengan kedua sahabatnya itu.

"Lu pesen apa?" Tanya Bella kepada Nanda.

"Gue nasi goreng, lu apa cepetan." Kata Nanda sambil menatap kedua sahabatnya yang masih sibuk mencari makanan yang enak.

"Gue ini aja deh, kwetiau. Lu apa Bel?" Kata Nana yang sudah memutuskan memesan apa dan bertanya kepada Bella yang masih memilih makanan yang menurutnya enak.

"Gue spaghetti aja deh." Ucap Bella sambil menyerahkan buku menu kepada Nanda dan pergi kearah meja kasir.

"Nih mba, saya pesen nasi goreng, kwetiau, sama spaghetti." Ucap Nanda kepada sang kasir yang sedang melayani nya.

"Baik silakan di tunggu ya." Ucap sang kasir sangat ramah. Dan Nanda hanya senyum dan kembali ke tempat duduk yang dipilih Nana.

Nasihat dari Bella masih menghias di pikiran Nanda, apakah Nanda bisa berteman dengan Alvin? Jelas saja Nanda tipikal orang yang tidak suka menjadi publik figur dan menjadi sorotan. Kalau berteman dengan Alvin pastinya akan banyak orang yang ngomongin dan banyak juga yang sirik. Semua terlintas dalam benak Nanda yang kini sedang melamun kan perkataan Bella tadi.

Nana yang sibuk mengusap-usap layar handphone nya dan Bella yang sedang membalas pesan di handphone nya. Hanya ada keheningan yang terjadi.

"Permisi ini pesanannya." Kata mba kasir sambil menaruh semua pesanan ke atas meja.

"Wahh, kayaknya enak nih." Kata Nana sambil meletakkan handphone nya di atas meja.

"Pasti dong mba." Ucap mba kasir kepada Nana.

"Makasih ya Mba." Ucap Bella dan dibalas senyuman yang mengembang dari bibir kasir tersebut.

Nanda yang masih melamun sampai tidak sadar kalau makanan yang dia pesan sudah ada tepat di depan nya.

"Ehh makan jangan bengong." Ucap Bella yang membuyarkan lamunan Nanda.

"Ehh iya iya, yuk makan." Kata Nanda yang sudah sadar.

"Tunggu, foto dulu buat upload di snapgram." Ucap Nana yang memberhentikan Nanda saat ingin menyuap nasi goreng milik nya.

"Ribet banget sih, yaudah cepetan." Kata Nanda kesal.

Why Me ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang