Rombongan

1K 63 3
                                        

Studio Amran semakin berkembang, banyak koran lokal membahas kegigihan dan keberhasilan Amran selaku seorang photographer muda yang sukses memulai usahanya dari bawah. Namanya di catat sebagai pengusaha muda berjiwa besar dan kuat. Rombongan Syarif yang terdiri dari Haris, Yogi, Giri dan Tony juga kakaknya sendiri sangat bangga dengan Amran. Mereka merayakan pencapaian itu dengan berkumpul di studionya Amran.

"Mantap bro.. ini studio keren. Boleh dong Aku di photo.. " kata Tony pada Amran.

"Hehe.. serasa jadi foto model pria ya..?" balas Amran dengan melihat Tony bergaya di dekat background untuk memotret.

Haris, Syarif, Giri dan Yogi jadi ikutan untuk berpose membuat Amran terkekeh.

Ketika mereka sibuk berpose dan Amran memotret temannya. Kamelia masuk dan terpelonggo melihat semua lelaki jantan itu di sana bercanda dan di photo.

"Oo... My God..!" bisik Kamelia dengan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.

Haris melihat Kamelia yang mematung lalu menyenggol lengannya Yogi. Yogi menyenggol Tony, Tony menyenggol Giri, lalu Giri menyikut Syarif. Syarif langsung terdiam dan nyengir lebar serta seksi pada Kamelia.

"Halooo calon adik ipppaaarrrr.. Maafkan kami yang agak ndeso.. " suara Syarif terdengar di seret membuat Amran menoleh dan melihat Kamelia di depan pintu yang terbuka mematung dan melotot menatap para temannya.

Amran tersenyum masam pada kakaknya dan agak cemburu karena Kamelia sepertinya mau meneteskan air liur melihat para temannya ini. Ia berderap mendekati Kamelia lalu memegang pergelangan tangan wanita itu untuk menunjukkan kepemilikan. Semua teman-temannya mendengus melihat hal itu.

"Hai beib.. maafkan kakakku ini.. mulutnya memang agak licin.. " ujar Amran membuat Haris tertawa terbahak-bahak di ikutin yang lain. Syarif memukul bahunya Haris dengan pukulan main-main.

Kamelia mengulum senyuman karena ucapan Amran itu.

"Hmm.. maaf.. saya.. itu.. tadi mau mengantarkan berkas dari bu Dewi. Kata Nana, Aa ada di studio.. tapi tidak memberitahukan kalau bersama hmm.. pak Syarif..?" ucap Kamelia santun membuat Haris dan yang lainnya terbahak-bahak begitu juga Amran.

Amran terkikik-kikik geli seperti seorang remaja mendengar Kamelia menyebutkan kakaknya sebagai pak Syarif.

"Tidak lucu Amran...!! Yang lainnya juga.. Hei.. gadis tinggi langsing seperti kutilang darat, abdi teh Syarif Pahlepi Diwantoro, panggil saja Aa Arif atau kang Arif.. tidak usah pak Syarif..?" desis Syarif keki malah membuat semuanya tertawa lagi. "Sepertinya kalian senang sekali aku di ejek wanita kutilang darat ini..?"

Wajah Kamelia merona karena di katakan kutilang. Well, ia memang seperti kutilang. Kurus tinggi dan dada rata pikirnya masam.

"Maaf pak Syarif.. HAHAHA.. " Haris tertawa lagi membuat Syarif memukul perut kakak iparnya itu.

"Ini benar-benar menggelikan. Ohh.. astaga.. kamu sangat cocok masuk grup Kusuma and the Geng.." lanjut Haris sambil terkekeh.

"Kusuma and the Geng..? Siapa itu..?" tanya Kamelia.

"Geng rempong dengan mulut yang tajam juga pedas seperti cabe rawit.. " ucap Syarif dengan agak menggigil teringat dengan istrinya Rendy, mantan bosnya itu.

Yang lainnya juga seolah ikut menggigil. Amran sih tidak resah karena ia belum pernah di ganggu oleh sang ketua Geng.

"Hmm.. maaf kang, akang ini suaminya teteh Janet ya..?" tanya Kamelia pada Haris.

Mata Haris berkelip lalu tersenyum lebar nan seksi membuat Amran ingin memukul kakak ipar tirinya itu. Ia mengenggam tangannya Kamelia dengan erat seolah wanita itu nantinya tersedot ke arah mantan polisi tampan itu.

CINTA SANG PHOTOGRAPHER {Geng Rempong : 9}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang