Terharu

1.1K 56 2
                                        

Kamelia tidak bisa di operasi lagi lantaran  sedang mengandung muda. Wanita ini hanya perawatan memakai herbal. Wajah Kamelia terbakar sebelah, karena wanita ini dengan cepat membenamkan wajahnya waktu itu ke tanah. Jaringan kulit yang tertarik membuat wajah Kamelia terlihat mengerikan di sebelah kanan.

Sewaktu perban di buka, Kamelia berteriak ketakutan karena melihat wajahnya rusak sebelah. Operasi pertama yang dilakukan memang berhasil menyelamatkan mata, hidung dan mulutnya. Namun, kulit yang di tambahkan untuk menggantikan kulitnya belum sempurna benar.

Sekarang, Kamelia lemas karena setiap hari mual dan muntah, dokter kandungan jadi didatangkan khusus untuk memeriksa Kamelia yang memang kondisi tubuhnya masih belum sehat.

"Nak Melia sebaiknya perbanyak istirahat.. " ujar bu Puspa selaki dokter kandungan yang memang di panggil untuk memeriksa Kamelia.

"Tapi bu.. saya mah memang sudah istirahat terus. Setiap hari saya di kamar. Bosan.. kadang di bawa ke taman belakang itupun sangat sebentar. Dokter wajahku tidak mengizinkan untuk terlalu lama di udara luar." balas Kamelia setengah merujuk.

Amran dan bu Marta yang menunggui Kamelia jadi tersenyum kecil. Mereka baru kali ini melihat Kamelia mau di ajak bercanda.

"Hmm.. dokter wajah kamu sih memang benar nak, mungkin maksudnya biar tidak terinpeksi bakteri di luar. Kamu juga sekarang sedang mengandung, dokter wajah kamu pasti tidak bisa memberikan obat yang memengaruhi janin kamu nak.. " tutur bu Puspa.

"Iya bu.. saya tidak masalah dengan wajah saya ini. Saya lebih mementingkan calon anak di dalam kandungan saya ini. Saya tidak ingin anak ini menderita. Biarlah ibunya yang menerima semua penderitaan." jawab Kamelia dengan wajah sendu.

Bu Puspa memeluk bahu Kamelia dengan lembut, wajah wanita itu memang masih butuh perawatan untuk terlihat normal kembali, tapi ia tahu Kamelia pasti menjadi wanita yang berbesar hati dengan keadaan ini. Ia sangat salut pada Kamelia juga Amran yang bisa melalui semuanya dengan baik. Ia tentu saja mengetahui keadaan Kamelia dari dokter Vidi yang selalu sibuk mengurus perawatan untuk menantunya ini. Ia juga tahu dari Tony kalau pengawal Kamelia pulang setelah wanita itu mengizinkan si pengawal untuk pergi di sore hari naas tersebut.

"Tenanglah nak, semuanya akan baik-baik saja. Ibu akan membantu kamu dalam mengurus calon anak kamu ini. Ada juga bu Marta dan suami kamu yang hebat ini." ungkap bu Puspa dengan lembut.

Kamelia jadi berkaca-kaca, sepertinya ia tidak berhenti mengeluarkan air mata sejak kejadian petang hari itu.

"Iya bu..saya sangat beruntung banget.. suamiku dan keluarganya sangat baik. Saya di perhatikan sampai ke detail terkecil.. " bisik Kamelia dengan terharu.

Dokter Puspa mengusap-usap lengan Kamelia dengan lembut. Pemeriksaan sore sudah di lakukan. Dokter ini permisi ketika selesai memeriksa Kamelia.

Bu Marta mengantarkan bu Puspa keluar dari kamar tidur.

Amran mendekati istrinya yang terlihat lemas, wajah istrinya yang berparut tidak membuat Amran jijik. Lelaki ini malah bangga karena istrinya berani tegak menghadapi ujian ini.

"Melia.. aku mau kita adakan sesi pemotretan eksklusif untuk kamu sayangku.. Aku ingin dunia tahu kamu wanita hebat yang sudah aku nikahi.. " ujar Amran dengan semangat.

"Tidak Aa.. saya akan membuat Aa malu dengan wajah seperti ini..?" balas. Kamelia cepat.

Amran menggengam kedua tangannya Kamelia dan meremas tangan tersebut.

"Tidak sayangku.. kamu malah akan membuat aku bangga karena mempunyai istri yang kuat. Kamu akan menjadi inspirasi bagi orang yang mungkin patah arang lantaran bernasib seperti kamu. Tapi, aku yakin sayang.. dunia akan melihat kamu dari sisi yang berbeda. Aku photographer handal sayang.. akan aku buat kamu menjadi modelku yang paling cantik dari dalam hati.. " papar Amran pada istrinya.

Kamelia terdiam. Ia sih tidak malu dengan wajahnya. Ia bisa menerima kerutan di wajah sebelah kanannya ini. Operasi mungkin akan di lakukan setelah ia melahirkan. Itupun kalau ia masih berniat untuk merapikan sedikit lagi kulit di sana.

"Melia.. pemotretan ini akan aku buat pameran sayangku.. photo kamu yang aku pamerankan mungkin di beli oleh seniman ataupun kolektor. Aku akan menyumbangkan hasil pameran ini untuk orang yang kurang mampu. Kita sekalian membantu mereka sayang. Mungkin kita juga kurang berbagi untuk orang-orang di bawah kita. Kamu mau kan mewujudkan keinginanku..?" lanjut Amran dengan mata berbinar suka dengan idenya tersebut.

Kamelia jadi terharu lagi, wanita ini mengangguk pada usulan suaminya.

"Kita akan di bantu Emran sayang.. ia akan memberikan make-up lukisan di wajah kamu sehingga hasilnya luar biasa. Kita tidak akan menghilangkan apa yang ada di wajah kamu ini. Tapi, kita akan tonjolkan sehingga menghasilkan karya yang mampu membuat semua orang terperanggah. Kamu tenang saja cintaku.. Emran pelukis hebat, ia mampu melukis di media apapun, make-up kamu juga akan kita konsultasikan pada dokter wajah kamu nanti. Tapi, setelah luka kamu mengering. Mungkin dua bulan lagi..?" ucap Amran sambil memeluk pinggang istrinya dan memanggku wanita itu untuk duduk di pahanya.

Amran mengusap wajah Kamelia yang berparut. Rambut Kamelia sudah tumbuh tapi belum panjang, wanita ini akan menjadi model tercantik nantinya di pemotretan. Ia berjanji akan membuat karya yang layak untuk di apresiasi.

"Kamu cantik sayangku.. cantik di sini.. " tunjuk Amran ke arah hati Kamelia.

Kamelia terisak dan mencium pipi suaminya dengan lembut. Amran terkekeh. Ini kali pertama sejak mereka memadu kasih, Kamelia mencium dirinya duluan. Ia tidak menuntut haknya sebagai suami. Ia. sangat sadar diri untuk tidak menambah beban Kamelia dalam hal kebutuhan rohani. Wanita ini saja mungkin masih shock lantaran si brengs*k yang sudah mendekam di penjara selama 10 tahun.

Yah, Jepri mendapatkan hukuman selama 10 tahun, setidaknya bisa membuat lelaki itu membusuk di sana. Lelaki itu mau naik banding, silahkan batin Amran tidak takut.

"Terima kasih Aa untuk menjadi suami terbaik saya.. saya tidak tahu harus bilang apa..?" bisik Kamelia di dekat dagu suaminya.

Kamelia sadar ia belum bisa memberikan hal lain kepada suaminya. Ia masih tidak bisa menghilangkan ketika jari kotor Jepri menusuk tubuhnya. Ia saja sekarang merasakan tripod menekan pinggulnya sudah mau meloncat melarikan diri. Tapi, ia tahu suaminya tidak akan menyakiti dirinya.

Amran yang merasa tripod bangkit lantaran berdekatan dengan kekasihnya menjadi geram. Lelaki ini mau memindahkan Kamelia ketika wanita itu berkata, "Tidak apa-apa Aa.. biarkan saya di sini sementara. Saya tidak takut dengan tripod. Apa Aa rindu dengan memadu kasih..?" tanya Kamelia dengan blak-blakan.

Amran terbatuk karena pertanyaan itu.

"Aa.." panggil Kamelia lembut sambil tangannya turun untuk mengusap tripod.

Amran terlonjak dari tempat tidur. Kamelia tersenyum kecil. Ia tahu suaminya sangat menginginkan penyatuan tapi ia belum bisa untuk hal itu.

"Jangan Melia.. tidak usah.. kamu sedang sakit.. biarkan tripod mendingin sendiri atau tidak biarkan kami ke kamar mandi untuk mendinginkan diri." balas Amran dengan tersenggal kali ini karena tangan Kamelia sudah masuk ke training panjang miliknya dan mengenggam tripod dengan mantap.

"Hmm.. kenapa harus mendinginkan diri. Saya bisa bantu Aa sebentar. Saya sudah lama tidak membuat Aa bahagia..?" bisik Kamelia di bahu Amran sambil terus mengusap-usap lembut.

Amran mengeram, ia mendonggakkan kepalanya bingung mau memadu Kamelia atau menarik tangan wanita itu dari tubuhnya. Akhirnya akal sehat Amran hangus. Lelaki ini menyusupkan tangannya dan membantu Kamelia untuk membahagiakan tripod. Kedua jadi terlibat permainan tangan yang panas. Kamelia terus mengusap-usap sampai Amran mengeram di leher wanita itu. Kamelia merasa sangat bahagia karena suaminya meleleh di tangannya.

Napas keduanya terengah-engah. Amran menarik leher Kamelia dan mencium lembut dahi wanita tersebut. Kamelia tersenyum, wanita ini memanjangkan leher dan mencium dagu jantan suaminya.

Sore hari menjadi lebih baik untuk keduanya. Mereka berdua seolah memahami kalau letak kebahagiaan itu adalah sederhana yaitu membuat orang lain bahagia.

Amran membaringkan Kamelia di kasur agar wanita tersebut istrinya. Lelaki itu ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Kamelia tersenyum lebar walaupun agak meringgis lantaran mulut masih kaku.

Semuanya akan baik-baik saja batin Kamelia tenang sambil memejamkan matanya untuk istirahat. Biarkan sang suami menjaga dirinya nanti.

***

CINTA SANG PHOTOGRAPHER {Geng Rempong : 9}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang