VIII. ADD BACK

1.3K 160 10
                                        

Akan ada satu hal yang menyebabkan kamu berteriak sendiri, salah tingkah, jerit-jerit kayak orang gila.
Satu hal itu cinta.
-Wulan-

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

SORE hari tidak menjadi alasan untuk menjadi sepinya jalan raya, karena pada pukul seperti ini jalanan masih tetap ramai seperti sedari siang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

SORE hari tidak menjadi alasan untuk menjadi sepinya jalan raya, karena pada pukul seperti ini jalanan masih tetap ramai seperti sedari siang. Lampu lalu lintas menunjukan warna merah membuat Yudi harus berhenti melaju dan menatap kosong ke depan, menunggu lampu hijau menyala.

"Kak Yudi!" Terdengar suara anak perempuan yang memanggil dirinya di belakang, Yudi menoleh, menatap Gauri dengan bingung. "Iya?"

"Pacar kak Yudi, cantik deh." Puji Gauri membuat Yudi spontan kaget. "Tapi tetap Gauri lebih cantik." Lanjutnya dengan penuh percaya diri.

Yudi menghela napas, "i-itu bukan pacar kakak. Wulan cuma teman aja, jangan salah paham." Jelas Yudi dengan nada lembut.

Gauri terkekeh. "Teman apa teman?" Godanya membuat Yudi mendengus kesal, bukan hanya temannya saja yang sering menggoda tapi adik sepupunya sendiri juga seperti itu.

Yudi kemudian terdiam seribu bahasa menatap kosong ke arah depan dan berakhir dengan tangan Gauri yang menguncang bahu pria itu. "Kak Yudi! Jangan bengong, udah lampu hijau!"

Yudi tersadar dari lamunannya dan menyadari bahwa cahaya lampu sudah berganti, dengan segera Yudi kembali memutar stank motor dan melajukannya menerobos udara sore yang dingin dengan daun yang berterbangan tertiup angin.

Hingga beberapa menit, motor ninja yang sudah sedari tadi melaju akhirnya terparkir rapi pada garasi yang di penuhi oleh kendaraan setelah mesin pada sepeda motor tersebut berhenti, Gauri langsung turun dengan lincah sedangkan Yudi masih terdiam duduk di atas motor.

"Berapa semuanya?" Tanya anak perempuan itu membuat Yudi menoleh tidak mengerti, "maksudnya?" Yudi bertanya.

Gauri menghela napas gusar, "kan biasanya kalau tukang ojek nganter orang itu minta bayaran, emang kakak gamau bayaran?" Gauri terkekeh setelah mengucapkan perkataan tersebut.

Yudi mendengus kesal. "Emang kamu kira kakak tukang ojek?"

Gauri mengikik. "Iya, tukang ojek yang baik hati." Ujarnya, "tukang ojek yang gamau upah karena udah habis nganter bidadari seperti Gauri, makasi ya!" Ledek Gauri lantas berlari meninggalkan Yudi yang melongo di sana.

Yudi hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap adik sepupunya yang terlihat sangat aneh. Setelah mengerjap beberapa kali, Yudi bergegas turun dari motornya dan melangkahkan kakinya dengan malas masuk ke dalam rumahnya.

Y & W [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang