[Belum direvisi. Masih banyak penggunaan kata yang salah]
Tidak perlu mengungkapkan rasa
Karena kita saling merasa hal yang sama
Tidak perlu berkata cinta
Karena kita saling jatuh cinta
Empat syarat dalam cinta yang begitu sulit, yaitu
mengungkapka...
Tidak rela melepaskan, Sakit mempertahankan. Dilema antara melepas atau pertahankan. Kalau kalian memilih yang mana? Pertahankan atau melepaskan?
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SUDAHseminggu, Wulan dan Yudi diam-diaman, tidak ada yang mau membuka suara terlebihi dahulu karena rasa marah, gengsi dan juga canggung sehingga mereka berdua masih tetap seperti saat ini.
Enam bakso yang ada pada mangkuk putih itu hanya diaduk-aduk oleh Wulan, gadis itu rasanya benar-benar tidak niat untuk memakan makanan bulat tersebut. Kedua sahabatnya yang duduk di sebelahnya pun hanya bisa mengerutkan dahinya karena sudah lelah menyuruh gadis itu makan.
"Kalau lo ga makan, lo bisa maag tahu! Udah jangan strees gitu!" Celetuk Reva karena merasa kesal juga sedih melihat keadaan sahabatnya seperti itu.
"Iya Lan, jangan gitu dong, semangat! Lo ga boleh down hanya karena masalah cowok, lo harus bangkit! Senyum dong, nanti malam gue ajak deh lo ke pasar malam, naik odong-odong." Niki berujar.
Wulan menghela napas berat, "gue capek Va, gue capek diem-dieman mulu, gue capek seperti ini terus kayak gue ama Yudi itu gaada hubungan nyaris seperti orang yang tidak kenal." Tutur Wulan dengan raut mukanya yang masam.
Reva berdecak, "makanya salah satu dari kalian berdua itu harus saling ngilangin kegengsian, kalau gini terus ya mana mungkin bisa nyelesain masalah." Cibirnya.
Wulan hanya mendengarkan perkataan Reva tanpa niat untuk menanggapinya.
Niki tiba-tiba mengguncangkan bahu Wulan membuat gadis tersentak, "kalau lo terus seperti ini, lo beneran mau tu si Yudi pacaran sama si anak pelakor itu?" Kata Niki sembari menunjukan seorang gadis yang duduk di samping Yudi.
Wulan menghela napas, "bodo amat." Balasnya kesal. Di depan Wulan memang nampak biasa saja tetapi di dalam hati gadis itu, dia merasa sangat sakit, remuk, semua benar-benar kacau.
Merasa haus, Wulan lantas memandangi gelas jus jeruknya yang ternyata sudah tidak tersisa lagi membuat gadis itu berdecak, padahal dia merasa haus. Dengan terpaksa Wulan hendak beranjak bangun namun terhentikan semenjak sebotol air putih disodorkan kepadanya.
"Aku tahu kamu haus," Arjuna berujar membuat Wulan spontan melongo, "e-eh gausah makasi, aku juga mau beli jus jeruk." Wulan menolak halus.
"Tadi kan udah minum jus, sekarang air putih dong." Kata Arjuna perhatian membuat Reva dan Niki merasa mual melihat sikap lelaki itu.