Part 4 (Mencari Tau Tentangnya)

2K 72 0
                                        

Suasana taman sekolah sungguh menyejukkan. Dengan perpaduan pepohonan dan bunga-bunga bermekaran yang indah dapat menambah kesempurnaan taman tersebut.

Natha menatap bunga tersebut dengan hampa. Ia sangat kecewa karena telah gagal mencari keberadaan cowok yang ia kagumi itu.

Bahkan ia sempat mengira bahwa cowok yang bernama Alga adalah cowok pujaan hatinya, namun nyatanya ia salah besar.

Ia tidak pernah mengenal Alga sama sekali.

Kejadian ini adalah kali pertama Natha rela berdesakan dengan para cewek hanya untuk melihat tampang Alga. Sungguh Natha ingin mati detik itu juga.

Satu jam lebih Natha menduduki bangku taman. Rasa bosan telah menghampirinya. Ia memutuskan pergi meninggalkan taman tersebut.

Natha berjalan dengan langkah gontai. Berjalan menyusuri setiap koridor dengan ekor mata yang melihat ke arah kanan, kiri, samping, belakang seperti tengah mencari apa yang ia harapkan. Ia menghelakan nafas dalam-dalam, hari ini bukan hari keberuntungannya, ia merasa down. Apa yang ia harapkan benar-benar tak kunjung ada.

Kakinya mulai berjalan menaiki tangga yang menuju ke arah kelasnya. Satu persatu ia melangkahkan kakinya untuk menaiki tangga tersebut seperti orang tidak bertenaga.

Sedetik kemudian hatinya langsung tersentak, jantungnya berdegup tidak karuan, senyuman manis mulai terukir di bibir ranumnya ketika orang yang ia cari kini tengah berlawanan dengannya.

Cowok tersebut berjalan menuruni tangga sedangkan Natha berjalan menaiki tangga.

Apa yang sedang Tuhan rencanakan? Kenapa setiap Natha berusaha mencari keberadaan cowok tersebut susahnya minta ampun, namun ketika Natha tidak mencarinya tiba-tiba ia ada di depan mata.

Natha diam-diam memandang cowok tersebut tanpa berkedip mulai dari tangga hingga hilang dari pandangan.
Sekilas ide cemerlang terlintas di otaknya. Ia harus mencari data diri cowok tersebut agar ia tidak merasa kesulitan untuk mencari keberadaannya.

Natha langsung berlari sekencang mungkin agar tidak kehilangan jejak cowok tersebut.

Dengan nafas tidak karuan ia tetap melajukan larinya, ekor matanya tidak henti mencari keberadaan cowok yang ia kagumi. Kali ini ia tidak boleh kehilangan jejak untuk yang ke sekian kalinya.

"Natha." Terdengar suara dari lantai dua tengah memanggil namanya.

Sang empunya nama langsung mengarah pada suara tersebut.

"Lola ...." ucap Natha pelan.

Lola langsung berlari menuruni tangga untuk menghampiri Natha.

"Lo gue cariin. Taunya malah di sini. Kekantin yuk?!" ajak lola kini tangannya langsung menarik pergelangan Natha menuju ke arah kantin.

"Ta ... tapi aku masih ada urusan," Natha menghentikan langkahnya Lola pun ikut berhenti.

"Urusan apa?" tanya Lola penasaran.

"Anu ..."

"Yaelah urusannya nanti aja. Sekarang mending kita ke kantin dulu. Gue laper nih. Nanti gue bantu deh soal urusan lo."

"Tapi--"

"Apa lagi. Emang seberapa penting sih urusan lo?"

Natha menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tuh kan. Daripada kita debat soal urusan nggak penting. Mending kita ke kantin aja."

Ingin rasanya Natha menolak ajakan Lola, tapi ia tidak bisa. Jika diungkap urusannya jauh lebih penting dari pada mengisi perut ke kantin.

Aztha (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang