"Benar kata pepatah bahwa penyesalan itu datang diakhir, dan kini aku menyesal telah mengenalmu sejauh ini."
***
Sudah akhir-akhir ini Azka mencoba untuk mejelaskan tentang dirinya pada Natha, namun cewek itu sudah terlanjur sakit dan menyesal karen pernah begitu mengharapkan cowok yang tidak patut untuk ia perjuangkan.
Ucapan wanita yang katanya bernama Lala waktu itu berulang kali terngiang ditelinganya sehingga membuatnya semakin benci pada sosok Azka yang dulu begitu terlihat indah dimatanya namun kini sungguh terlihat menjijikkan dimata Natha.
Natha sangat acuh dan terus melangkahkan kakinya meskipun suara dari arah belakang berulang kali memanggil Namanya.
Hingga langkahnya berhasil terhenti ketika orang yang memanggil namanya itu mencekal tangannya dengan kuat.
"Jelasin ke gue maksud dari ucapan lo itu."
"Nggak ada yang perlu dijelasin, saya hanya ingin kakak pergi."
Azka sedikit terkejut mendengar ucapan Natha yang sungguh membingungkan.
"Setelah lo tarik hati gue terus lo lepasin gitu aja? Oke kalo itu mau lo."
Azka langsung melepas cengkaramnya pada tangan Natha, ia langsung berbalik dan hendak melangkahkan kakinya untuk pergi namun ada sesuatu yang ingin ia ucapkan, Azka kembali membalikkan tubuhnya kearah Natha.
"Dan gue mau bilang satu lagi sama lo, soal gue mainin hati cewek atau playboy itu nggak bener, karena gue nggak pernah deket sama cewek kecuali gue suka sama dia dan cewek pertama yang bisa ambil hati gue itu elo."
Setelah mengucapkan kalimat tersebut Azka pergi meninggalkan Natha yang masih mematung ditempatnya.
Natha merasa lemah, ia langsung lari secepat mungkin menuju kamar mandi dan ditempat itulah ia meluapkan segala kesedihannya, ia bimbang, disatu sisi hatinya masih memiliki rasa pada cowok itu, namun egonya terlalu kuat menolak jika Azka itu cowok baik-baik.
***
Ketika kesedihannya mulai reda, Natha keluar dari kamar mandi dengan langkah gontai, tak disangka ia berpapasan dengan Alga.
"Nat, lo habis nangis?"
Natha langsung menoleh keararah suara tersebut lalu ia langsung mengusap pipinya barangkali ada air mata yang masih melekat dipipinya itu.
"Eh kak Alga, enggak kok." Natha menampakkan senyum bahagia, ia berusaha menutupi kesedihannya agar Alga tidak mengetahuinya.
"Beneran?"
Natha menganggukkan kepalanya mantap.
"Oh, lo udah kekantin belum?"
Natha menggelengkan kepalanya.
"Pas banget yaudah bareng gue yuk kekantin."
Tanpa Natha suruh, Alga langsung menarik tangan Natha menuju kantin, Natha agak terkejut dengan perlakuan Alga yang begitu tiba-tiba.
Sepanjang jalannya menuju kantin Natha dan Alga tidak bersuara sedikitpun, hingga kini mereka berdua sampai dikantin.
"Lo cari duduk gih, biar gue yang pesen."
Natha menuruti perintah Alga, ia pergi menuju tempat duduk yang masih kosong.
Tidak membutuhkan waktu lama Alga menghampiri meja Natha dengan senampan makana dan minuman.
"Eh cepet banget." Natha menatap Alga yang kini mendudukkan dirinya disamping Natha.
"Iya cepet dong."
KAMU SEDANG MEMBACA
Aztha (Tamat)
De TodoNatha adalah cewek manis yang pediam dan pemalu, namun sifatnya yang sangat penutup itu langsung berubah menjadi gila & bodoh ketika bertemu dengan Azka yaitu cowok dingin yang benci dengan spesies cewek pengganggu seperti Natha. Bagi Azka, Natha ad...
