Bagian 7 | επτά

486 73 28
                                        


I had to find you
Tell you, i need you
Tell you, i set you are part

🐾🐾🐾

Malam ini, Jisoo kembali berkandang ke apartemen Taehyung.

Berharap semoga akan ada yang menyambutnya di sana, ia memantapkan hatinya.

Sebelumnya Jisoo mampir ke swalayan terdekat apartemen, membeli sekantong makanan yang menemaninya nanti malam.

Ia berfikir jika ia hanya akan sebentar berkunjung, lalu kembali pulang. Kembali ke rumahnya sendiri.

"Maaf ka, uangnya kurang," Jisoo segera tersadar dari lamunannya.

"Ah iya, sebentar," Jisoo mencoba merogoh tasnya, mencari sekeping uang yang mungkin terselip di dalam tasnya. "Ini dia!"

"Terimakasih, atas pembeliannya. Sekarang bayar pulsa listrik bisa di sini ka, dengan menggunakan bla bla bla..."

"Sama-sama," Jisoo memotong pun keluar dari swalayan itu.

Beruntung tadi keadaan di dalam swalayan kecil itu sepi pengunjung, jadi ia tidak terlalu mengganggu karena kedapatan melamun dalam antrian.

Sambil merapatkan letak jaketnya, Jisoo melangkah mendekati apartemen yang sudah tidak asing baginya itu. Ia masuk kedalam lobby lalu hilang di telan lift.

Di depan apartemen ia sedikit gugup, di saat ia menetralkan garis wajahnya, ia juga menekan-nekan angka di dekat pintu.

Ruangan itu masih sama, gelap di terangi sinar bulan yang nekat masuk melalui celah-celah jendela. Tapi tunggu, ia tidak salah dengar bukan?

Iya, ia tidak salah dengar. Suara petikan ini, suara yang selalu ia rindukan kehadirannya. Ia tidak dalam keadaan mabuk bukan? Ia tidak berhalusinasi saat ini.

Sedikit tertegun, ia mengerjap lalu dengan gerakan mantap ia menyeret kedua kakinya menuju ke arah sebuah kamar, kamar yang mungkin di tempati oleh sang melodi.



🐾🐾🐾




Pukul tujuh malam, Taehyung sudah kembali pulang. kembali ke apartemen kosong miliknya.

Niatnya, ia tidak ingin pulang terlebih dahulu. Namun rasanya aneh jika ia tidak segera pulang, terlebih lagi lukanya sudah mulai menutup. Mungkin badannya sudah kebal terhadap hal seperti itu.

Saat ia menginjakkan kaki di apartemen yang sudah seminggu ini tidak ia tempati ini, suasananya masih sama.

Terdapat bau khas milik gadis itu dalam sana. Bau yang membuatnya merasakan kenyamanan saat ia merasa bahwa ia telah kembali pulang.

Oh, cewek itu belum kesini. Ia melanjutkan langkahnya ke dapur dan menuangkan air kedalam gelas dan meneguknya dalam satu tegukan.

Sungguh gugup rasanya, ia merasakan ada sedikit kecemasan yang bersarang namun banyak rindunya. hahahasek.

Mungkin ia perlu menenangkan diri dengan mandi begitu pikirnya dan ia langsung merealisasikan pemikirannya barusan.

Kamar mandi adalah tujuannya setelah dapur. Mungkin ia harus menyusun agenda kegiatannya saat ia berada di apartemennya sendiri. Hahaha sungguh aneh.

Setelah mandi, dan sambil menunggu rambutnya kering ia melirik kearah gitarnya. Ia tertarik untuk setidaknya memetik itu senar dan mendengungkan sebutir lagu.

Di temani serangga yang juga bersuara ia memainkan permainannya. Suara itu indah, cukup mampu menyegarkan pikirannya yang kusut.

Merasakan adanya penyusup masuk ke dalam apartemennya, ia sedikit memelankan suaranya

Selembar HatiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang