19-naya's decision

2.3K 125 5
                                        

Setelah selesai makan, Linfa pun segera bergegas ke kamarnya untuk beristirahat.
Tapi sebelum itu, ia meminta Sumuel untuk keluar dan menunggunya di pinggir pantai dekat asrama.

Asrama dan pantai letaknya sangat dekat. Hanya 100 M.

Tapi bukan Linfa yang menemui Samuel melainkan Jj. Dengan kata lain, Linfa ingin mempertemukan Samuel dan Jj di situ.

Samuel sudah berada di dekat pantai. Namun Linfa belum juga kelihatn. Sampai terdengar suara orang dari arah belakangnya.

"Kak.." pekik orang itu.

Samuel pun berbalik dan ia mendapati seorang Gadis cantik berkulit putih dengan rambut coklat pendek sebahu di belakangnya.

Tidak ada respon dari samuel. Dirinya masih melihat sekeliling mencari keberadaan Linfa.

"Kak Samuel." Kata gadis itu yang tidak lain Jj.

Samuel menyeringitkan dahinya.
"Kenapa?" Tanya samuel datar.

"Kakak lagi ngapain?" Tanya Jj basa-basi.

"Nunggu seseorang."jawab Samuel datar singkat dan jelas.

Jj mengangguk.
Ia mulai canggung. Ia bingung harus memulai percakapan apa dengan samuel yang datar padanya.

Ia merasa pandangan samuel ke arahnya sangat berbeda dengan pandangan samuel ke arah Linfa. Pandangan yang sangat dingin, bukan pandangan yang hangat dan perhatian seperti yang samuel berikan pada Linfa.

"Kak Linfa gak akan ke sini." Ujar Jj.

Samuel pun mengerutkan dahinya bingung.
"Kenapa kamu bisa tau kalau aku sedang menunggu Linfa?" Tanya Samuel datar.

Jj semakin tertunduk. Dirinya bingung harus menjawab apa. Ia meremas bajunya.

"Jangan bilang ini rencana kalian." Ucap Samuel lagi. Kini nadanya mengintimidasi.

"Ini rencana kak Linfa." Kata Jj masih tertunduk.

Samuel tidak berbicara lagi. Lagi-lagi ia diam dan membuat suasana menjadi super AWKWARD.

"Aku cuma pengen deket sama kakak." Ujar Jj tiba-tiba. Samuel tidak terkejut, wajahnya masih sama. Yaitu DATAR.

"Kenapa?" Tanya Samuel.

Pertanyaan Samuel barusan membuat Jj semakin salah tingkah. Badannya juga bergetar.

"Ya karna aku...."

"aku... su" lidah Jj tidak bersahabat. Kenapa ia sangat gugup sampai susah untuk berbicara.

"Sudahlah Lupakan saja." Ujar samuel lalu berjalan mendahului Jj.sepertinya samuel tau apa yang akan Jj katakan.

Jj pun berbalik dan berjalan mengikuti Samuel. Mencoba menyeimbangkan langkah panjang Samuel.

"Ta tapi kak. Aku belum selesai ngomong!" Ujar Jj saat sudah berhasil menyeimbangkan langkahnya dengan langkah samuel.

"Aku tau kamu mau ngomong apa. Tapi lebih baik nggak usah kamu terusin. Dari pada kamu mendengar jawaban yang ngebuat kamu sakit hati." Ujar samuel tanpa memandang Jj kemudian masuk ke dalam Asrama.

Jj masih terus mengejar samuel.

"Kak emang salah ya kalo aku punya rasa ke kakak?" Teriak Jj saat Samuel sudah di ambang pintu masuk asrama.

Samuel pun berbalik.

"Salah." Jawab Samuel datar kemudian melanjutkan perjalanannya ke dalam Asrama.

Jj benar-benar kesal. Bisa-bisanya ia di tolak secara mentah-mentah seperti ini!. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat.

"Pasti gara-gara cewek itu!" Batinnya kesal.

Anak SMA (TAMAT) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang