Diralissa : 01

6.1K 115 5
                                    

Jangan lupa untuk add di library biar ga ketinggalan ceritanya yaa!

"Dira? Dira itu bagiku laki laki yang sangat sabar, tapi dia gak romantis, tapi dia sering bikin aku senyum senyum sendiri, dan aku suka, hehe," - Alissa Andira.

"Alissa merupakan sosok gadis pada umumnya tapi sifatnya kadang kekanak kanakan dan suka mencampuri urusanku, tapi aku akan selalu bersamanya, apapun itu,"  -  Dira Alpha Immanuel.


Pagi itu gadis dengan mata berwarna coklat itu masih saja tidur di kasurnya, walaupun alarm HPnya yang terus saja membangunkan dia, Ia masih saja memeluk bantal berbentuk micky mousnya itu.

Tak heran jika gadis yang bernama panjang Alissa Andira itu sering sekali mengantuk di kelasnya karena Ia hobi begadang bersama film filmnya, dan sekali lagi alarm HP Alissa berbunyi.

KRRIINGG...

KRRIINGG...

"Oke, fine! Gue bangun." Kata Alisaa sambil meraih Hpnya yang berada di meja sebelah kasur king size nya.

Alissa melonjak terkejut saat Ia mengetahui bahwa ini sudah jam setengah 7 pagi, Alissa dengan segera menyambar handuk berwarna hijau muda yang berada di gantungan dekat balkon kamarnya dan segera menuju kamar mandi.

Tak lama, Alissa keluar kamar mandi dan segera berseragam lengkap, Ia melihat lagi jam tangan putih yang melingkar di tangan kiri Alissa, 6.40 AM, Ia dengan segera menyambar tas punggung warna biru mudanya itu dan tak lupa Ia juga mengantongi lip color warna orange kesukaannya karena Ia tak ada waktu untuk memakainya dirumah.

Karena kamar Alissa berada di lantai dua, Ia harus menghabiskan seperempat tenaganya untuk menuruni tangga dengan cepat dan menyambar susu coklat hangat yang sudah ada di meja makan, " Alissa, ini rotinya makan dulu!" Teriak Bundanya dari arah dapur yang berada di belakang meja makan.

Tetapi Alissa sudah berada di ambang pintu depan tak mungkin untuk kembali, akan buang - buang waktu saja, batinnya sambil berkata setengah teriak kepada Bundanya," Nanti aja, Bun, Lissa takut telat. Lissa berangkat, Bundaaa!" Katanya sambil membuka mobil sedan hitam yang sudah menyala sejak tadi.

"Ayo, Pak, keburu saya telat." Katanya sambil menepuk - nepuk pundak Pak Mamat.

"Iya, Non." Katanya dengan bersamaan Ia menjalankan mobil hitam itu menuju sekolah Alisaa dengan cepat.

Alisaa melihat jam Hpnya lagi, 6. 50 AM, Ia ragu apakah Ia masih bisa sampai sekolahan tepat waktu atau tidak, tak sengaja Ia melihat notif Hpnya yang berderat beberpa pesan untuknya.

Sableng : Penyok : PAP tugas kimia dong gue belum anjir, ditumpuk nanti jam ketiga!!!

Ketua kelas : Lo dimana anjir, tugas kelompok cepet bawa kesini! Mau dibenerin!

Miuuuu : LISSSAAA!!! SEKOLAH WOY! LO KEMANA?!?!?!

Lissa hanya tersenyum kecil saat membaca pesan dari Miu, karena baginya Miura adalah sahabat paling pengertian untuk dirinya yang kadang keras kepala dan susah diatur.

Tanpa diduga ternyata Alissa sudah sampai di depan gerbang sekolahnya, Ia segera turun dari mobil dan berlari menuju gerbang sekolah yang sepertinya akan ditutup oleh Pak Satpam.

"PAK BENTAR!!!" Teriak Alissa sambil berlari menerobos pagar sekolah, "MAKASIH PAK!!!" Katanya sambil berlari menuju kelasnya yang berada di lantai dua SMA Bangsa.

"Kurang 2 menit!" Katanya sambil menambah laju berlarinya menuju kelas 11 MIPA 5, dan di saat yang bersamaan Ia tak sengaja menabrak tubuh seseorang sehingga membuat dirinya terjatuh dan sedikit terpental kebelakang, Alissa berusaha duduk karena Ia merasakan sikut dan kakinya yang sakit karena tubrukkan itu.

Samar samar Alissa mendengar orang yang ditabraknya itu berkata,"Bangsat!" Sangat pelan, Alissa hanya memutar bola matanya dan berusaha bangun.

"HEH! Ini sekolahan! Lo bisa gak sih jaga sikap lo! Gak usah lari lari di lorong sekolah! Gak tahu diri!" Katanya setengah berteriak kearah Alisaa. Alissa tak menanggapi perkataan cowok itu, karena memang sudah sifatnya yang seperti itu.

Dia, Dira Alpha Imanuel, panggilannya Dira, cowok dengan wajahnya yang super ganteng dan dijunjung dengan tinggi badannya yang sekitar 180 cm mampu membuatnya menjadi most wanted di sekolahnya, tetapi sifatnya yang cenderung dingin, cuek dan sedikit galak kepada siapapun kecuali dengan ke-3 sahabat kelasnya yang berada satu kelas dengan Alisaa. Termasuk dirinya.

Sial!, umpatnya karena yang Ia tabrak tadi adalah Dira.

"Bodo! Udah mau masuk gue buru buru." Katanya sambil berusaha bediri dengan memegangi tembok yang berada di sisi kiri dirinya,"Gue gak mau adu mulut sama elo, buang buang waktu!" Katanya sambil berlari kecil menuju kelasnya yang tepat berada di sebelahnya.

"LISAAA!!!" Teriak Miu saat melihat Alissa masuk kelas dengan sedikit ngos - ngosan dan berjalan ke arahnya.

"Ini jam berapa sih?! Udah jam 7 lo baru masuk!" Katanya sambil mengomeli sahabatnya yang tengah mencari buku kecil untuk dijadikannya kipas.

"Kesi... angan, kampret! Gue abis nonton film seru banget sampe lupa waktu, gue tidur jam 3 pagi!!!" Katanya sambil meninggikan suaranya.

"Nikah aja sana lo sama film film lo! Gila ya, lebih mentingin film daripada jadwal tidur lo."

"Ye, nanti bibit unggul dari gen gue gak terlestarikan dong." Katanya setengah tertawa sambil mengambil buku biologi karena gurunya sudah memasuki kelas.

Jangan lupa vote dan share ya, berikan kritik atau saran yang membangun buat aku ya! Terima kasih 😉

DIRALISSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang