16

1.4K 53 0
                                    

Waktu masih menunjukkan pukul setengah enam pagi, tetapi kedua mata Alissa sudah terbangun dan ingin menikmati udara sejuk pagi itu.

Kedua matanya saat keluar dari kamarnya yang langsung menembus menuju kolam renang villa melihat Dira dari pantulan kaca dapur yang berada didepannya.

Alissa menengokkan kepalanya untuk memastikan apakah itu benar Dira, Alissa melangkahkan kakinya menuju Dira yang duduk di ayunan sofa sambil menatap langit pagi itu.

“Kok lo udah bangun?” Tanyanya sambil duduk disebelah Dira.

“Menurut lo.”

“Lo tuh jangan jutek – jutek gitu deh, bingung gue sama lo, kadang baik kadang nyebelin.”

Tak ada jawaban dari Dira.

Alissa yang sebal langsung berjalan menuju dapur untuk membuat susu paginya, saat Ia sedang menunggu air panas untuk minumanya tiba – tiba ada panggilan masuk di Hpnya.

“Siapa nih?” Katanya saat melihat nomer tak dikenal itu.

“Hallo?”

Lo di Jogja kan pasti, santai, gue tahu kok. Kita akan ketemu.”

“Heh! Siapa lo?!” Tanyanya sambil meninggikan suarnya yang membuat Dira mengerutkan keningnya sambil mendengar percakapan Alissa.

I’m yours, baby

“Idih apaan, kenal aja nggak! Gak usah macem – macem deh lo!”

Yakin lo gak kenal gue? Kita pernah ketemu.”

Di mall.”

DEG.

Tiba – tiba pikirannya kembali ke masa lalu, saat dimana matanya tak sengaja berpapasan dengan orang itu. Kevin. Bukan hanya di mall saja, dijalan, sekolahan, dimana – mana.

“Lo kenapa sih! Tahu dari mana lo nomer gue!”

“Apa sih yang aku gak tahu dari kamu, Alissa.”

“KEVIN!” Bentaknya sambil melempar sendok yang sedari tadi digenggamnya ke dalam kolam renang yang berada di depannya.
Dira yang mendengar kata itu segera berdiri dan berjalan menuju Alissa yang membelakanginya.

Dira segera mengambil Hp Alissa dari genggamannya dan itu membuat Alissa terkejut.

“Bangsat! Gue bilang jangan pernah lo deketin dia lagi, Anjing!” Kata Dira emosi.

WEEITT, pacarnya datang nih? Gimana bro? Kangen gue gak, gue tahu lo dimana.

”Gue bilang jangan pernah nyakitin temen – temen dan cewek gue! Lo bahkan gak pantes hidup!”

Setelah itu Dira mematikan panggilan itu dan melihat Alissa yang duduk di lantai dengan air matanya yang sudah tak tertahankan. Dira jongkong untuk memeluk gadis itu, Alissa hanya diam sambil membalas pelukan erat Dira, seperti berkata bahwa dirinya sungguh takut.

“Gue gak akan ninggalin lo.” Bisik Dira pelan.

“Bener ya, Dir.” Kata Alissa sambil melepas pelukkan Dira dan menatapnya.

Dira menatap kedua mata Alissa sambil mengangguk.

“Makasih.”

“Air lo udah mateng tuh, lo mau bikin susu kan, gue bikinin ya.” Kata Dira setengah berdiri untuk melihat panci air yang sudah meluap – luap. Alissa hanya menggangguk dan dengan bantuan Dira Ia duduk di kuris meja makan itu.

Alissa melihat Dira yang mengambil gelas plastik untuk mengambil air di dalam panci dan mengisinya kedalam gelas yang berisi susu coklat, Alissa melihat ada 2 gelas susu coklat di depannya, Ia tak akan bertanya kenapa.

“Nih.” Kata Dira sambil menyodorkan gelas hangat itu kepada Alissa.

“Makasih.”

“Udah lo gak usah nangis.” Kata Dira sambil duduk di kursi kanan kiri dekat meja itu.

Alissa hanya tersenyum tipis sambil menyeruput susu coklatnya.

“Lo mau jalan – jalan gak?” Ajak Dira.

Alissa terdiam, Ia sebenarnya ingin tetapi Ia takut jika bertemu Kevin atau Fero dijalan belum lagi anak buah mereka yang dengan pasti memantau tempatnya.

Dira yang melihat Alissa terdiam kemudian mengetahui apa yang ada di balik pikiran gadis yang menyandang title ‘pacar’ didepan musuhnya itu.

“Lo gak usah takut, kan ada gue.”

Alissa menghadap Dira, kedua mata itu jatuh tepat di retina mata Dira, mereka saling tatap hampir tiga puluh detik jika saja Dion tidak melompot ke dalam kolam renang sehingga mengakibatkan percikan dan suara kearah mereka.

“Udah pagi udah ngapel lo.” Katanya sambil berenang menjauh dari tepian dekat Dira.

“Udah bangun mereka?” Tanya Dira.

“Udah tuh, pada nonton TV.” Kata Dion sambil menunjuk teman – temannya menggunakan dagunya yang berada di ruang TV yang terlihat dari kolam renang karena pintu samping yang besar itu.

Tanpa diperintah dengan arahan kepala Dira yang bergerak keatas, membuat Dion tahu bahwa Dira memintanya untuk memanggilkan teman – temannya itu.

“WOY KUDA! SINI LO SEMUA!” Teriaknya kearah ruang TV.

Tak lama mereka bertiga keluar menuju kolam renang, dan duduk di sofa yang berada di sebelah kolam renang.

“Ngapain?” Tanya Andra sambil membuka baju dan celananya ingin ikut berenang.

“Kevin disini.”

“HAH?!” Kata mereka serempak, membuat Andra yang sudah siap – siap ingin melompat di kolam renang mengurungkan niatnya.

“Tahu dari mana lo?” Tanya Rangga yang duduk bersama Miura.

“Tadi dia nelpon Alissa. Dan dia udah tahu kita di villa ini.”

“Kita pindah villa nih?” Tanya Miura memastikan.

“Percuma, mereka pasti mantau villa ini.” Kata Andra menimpali.

“Gue masih gak tahu gimana caranya biar kita keluar dari villa ini tanpa ketahuan mereka, tapi gue bisa mastiin kalo mereka gak akan secara langsung masuk kedalam villa ini.”

“Maksud lo secara langsung? Berarti ada cara tidak langsung dong.” Kata Miura.

Dira mengeluarkan sebuah kertas yang diremas, lalu membukanya pelan dan mengeluarkan setengah putung rokok yang sudah mati.

“Gue tadi nemuin ini dibelakang, ini dari mereka, dan rokok ini, ini merk rokok yang sering dipake Kevin.” Kata Dira sambil memperlihatkan rokok itu, ”Gue mau, kalian hati – hati kalo mau keluar, jangan takut buat keluar, kalo kalian stay disini terus mereka akan dengan mudah nyerang kita.”

“Terus rencana lo?” Tanya Alissa.

DIRALISSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang