Diralissa : 47

1.1K 35 10
                                    

Dira membuka pintu kamar Alissa, tubuh itu masih terbaring lemah disana, Dira duduk di kursi putih tepat disamping Alissa.

Dipandangnya cukup lama wajah yang selama ini selalu Ia rindukan.

"Apa aku salah nunggu kamu selama ini?" tanya dira dalam keterdiaman suasana.

"Aku yakin kita bakal sama-sama lagi, Sa. Walaupun mungkin engga dalam waktu dekat ini pun aku bakal nunggu kamu,"

Tiba-tiba pintu ruangan Alissa terbuka sendiri dan menampakkan sesosok dokter yang selama ini telah merawatnya.

Dokter itu menatap Dira dengan senyuman yang sangat hangat, seperti Ia bisa melihat seberapa tulus kasih sayang Dira pada Alissa.

"Kamu pasti Dira, kan?" tanya Dokter utu sambil berjalan mendekati Dira.

"Iya, dok,"

"Sebelumnya saya ini adalah dokter khusus yang menangani Alissa sejak kecil, Alissa ini sangat kuat, saya bahkan tidak menyangka bahwa saat kecil Ia masih bisa bertahan dengan segala rangkaian treatment yang dijalaninya, Alissa pernah berkata bahwa hidupnya akan benar-benar hampa tanpa seseorang yang berarti selain keluarga dan sahabatnya, seseorang yang akan menjadi teman hidup selamanya. Tapi, senyuman itu tiba-tiba saja terulang lagi seperti beberapa tahun lalu saat Ia menginjakkan kaki di rumah sakit ini, senyum yang sangat indah yang pernah Alissa perlihatkan, kamu tahu kenapa? Dia bercerita bahwa Ia menemukan seseorang yang dengan rela melindungi dirinya dari seseorang yang jahat, itu kamu, dan sejak saat itu, kamu adalah alasan bagi Alissa untuk bertahan hidup hingga sekarang," jelas dokter itu sambil menepuk bahu Dira.

"Tapi, kenapa dia tak kunjung bangun, dok?" tanya Dira.

Dokter itu tersenyum,"Bagi saya dan tim para medis, Alissa sudah bisa bertahan hingga 17 tahun ini adalah sebuah keajaiban bagi kami, dan untuk menjawab pertanyaan kamu itu saya tidak bisa menjawabnya dengan pasti, tapi mungkin..." Dokter itu mengambil sebuah surat dari kantong putihnya dan memberikannya pada Dira,"Surat ini mungkin bisa menjawab pertanyaanmu. Kamu sosok lelaki baik yang pernah ada di hidup Alissa, saya tidak bisa memberikan kepastian kapan tepatnya Alissa akan bangun dan sembuh, terima kasih karena telah menjadi salah satu alasan kepada pasien kami yang selalu ingin berjuang untuk sembuh dimasa mudanya ini,"

Dokter itu tersenyum setelah memberikan surat yang berbungkus amplop putih itu pada Dira dan segera pergi meninggalakan mereka berdua.

Hai, Dira...
Sebelumnya aku mau minta maaf ya karena belakangan ini kamu menjadi sering membaca surat dariku daripada mendengar suaraku,
Tapi percayalah aku ingin melihatmu lagi seperti dulu....

Dira, aku tidak tahu pasti kapan surat ini akan sampai ditanganmu dan kamu baca, tapi setelah Dokter Miura memberikan surat ini padamu aku yakin keluargaku juga telah memberikanmu sebuah penawaran besar bagimu, itupun jika kamu masih bersamaku

Dira, tolong baca surat ini baik baik, aku tidak ingin ada sesuatu yang membuatmu bingung, kecewa atau sedih pada semuanya,
Aku sudah terkena penyakit ini sejak kecil, dan aku pernah dinyatakan sembuh total beberapa tahun yang lalu, tapi entah bagaimana penyakit itu kembali lagi padaku,

Aku menyesal karena tidak dengan segera memberitahu keluargaku jika penyakitku ini datang lagi, karena pada saat itu semangat hidupku hilang, hampa.

Tapi, aku lagi lagi salah, aku dipertemukan kepada sosok laki-laki tampan yang mengubah hidupku, aku dipertemukannya tidak hanya sekali, aku dilindunginya, dia mengajariku banyak hal dan dia juga telah memberikanku hatinya,

Kamu adalah hal terindah yang pernah terjadi dihidupku, jika aku tahu aku akan bertemu denganmu dan jatuh cinta sedalam ini, aku akan mempercepat pengobatanku, tapi aku tidak, aku hanya berdiam diri dan menangisi segalanya,

DIRALISSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang