Setelah semua teman-temannya berkumpul, Dira menyuruh mereka untuk berada di titik keberadaan Kevin.
Dira tak lama mengambil jaket hitamnya yang berada di atas motor dan segera meraih kunci didalamnya. Tetapi, Ia merasakan sebuah kertas didalam saku jaketnya.
Sebenarnya Ia tak mau membaca surat itu karena akan membuang waktunya, tetapi entah mengapa perasaannya ingin membaca pesan itu dahulu.
Hai, Dira...
Gue gak tau lo bakal baca ini apa engga, syukur kl lo baca ini sih hehe
Gue cuman mau bilang,
Jangan aneh-aneh deh sama hidup lo, masih banyak orang diluar sana yang sayang sama lo,
Gak usah bahayain nyawa lo buat sesuatu yang... sia-sia.
Temen-temen lo, keluarga lo, masih butuh elo,
Kurang-kurangin deh tawuran lo,Sekarang Dion, sama yang lain lagi nyariin lo, termasuk gue!
Emang dasar gak tau diri lo!
Pokoknya gue mau lo temuin kita sekarang,
Gue sama yang lain ada di rumah Rangga.Dira terdiam. Tak lama Ia memakai helmnya dan segera pergi keluar dari sekolahannya itu.
***
Alissa duduk terdiam di balkon lantai atas rumah Rangga. Ia kalut dengan perasaannya sendiri.
"Gak usah dipikirinlah, Sa," kata Rangga sambil duduk di hadapannya,"Dira emang kayak gitu. Nekat. Dia pasti baik-baik aja,"
Alissa menghela napasnya.
"Tapi sekarang dia dimana ya, Elang juga ga keliatan dimana, kita kehilangan jejak mereka," katanya sambil menatap langit.
BROOMM BROOOMM
Suara motor itu berhenti didepan gerbang rumah Rangga, mereka semua terkejut saat melihat Dira berada disana.
"Masuk, heh! jangan bengong!" teriak Dion.
Dira segera memasukkan motornya setelah pak satpam membukakan pintu untuknya.
"Kenapa lo?" tanya Dion saat Dira melepas jaketnya.
Dira hanya melihat Dion, tak menjawab pertanyaannya. Ia segera berlalu melewati teman-temannya yang sedang memandangnya aneh. Dira melepas jaketnya dan segera duduk di sofa sebelah Rangga.
"Dir, lo sehat?" tanya Miura dengan tatapan aneh.
"Apa sih lo semua, aneh." jawabnya singkat sembari membuka ponselnya.
Alissa yang duduk di sebelah Miura hanya bisa memandang temannya itu dengan perasaan yang sama. Dion segera mengambil duduk dihadapan Dira dan langsung mengintrogasi laki-laki itu.
"Lo tadi mau tawuran sama geng itu 'kan, Dir? Kok lo bisa kesini? Maksud gue, tumben banget lo kayak gini?" kata Dion dengan tatapan tak percaya.
Dira masih diam. Matanya dipenuhi perasaan bimbang dan kalut. Ia sendiri juga tak mengerti mengapa hal ini bisa terjadi padanya, padahal Ia tahu bahwa geng tersebut merupakan musuh bebuyutannya selama ini selain Kevin. Tatapan mata itu tak sengaja bertemu dengan retina Alissa yang juga sedang melihat kearahnya.
Alissa langsung memalingkan pandangannya. Ia bimbang. Di satu sisi, Ia senang Dira kembali. Tetapi, di sisi yang lain, Alissa masih kecewa. Ia sangat kecewa dengan perilaku Dira yang seperti ini. Selalu melakukan hal-hal yang akan membahayakan dirinya sendiri. Tak tahu 'kah dirinya bahwa orang yang berada disekitarnya sangat mencemaskan dirinya itu?

KAMU SEDANG MEMBACA
DIRALISSA
Romance"Kalo aku bilang aku gak suka kamu berantem, kamu marah gak?" - Alissa ♡♡♡ Alissa Andira bertemu dengan Dira Alpha Imanuel, most wanted dan bad boy di sekolahnya, dimana mereka hidup di lingkungan, attitude dan cara ber...