12

1.5K 62 1
                                    

Malam pun datang, Alissa masih tinggal di rumah Dira karena sore tadi sempat hujan dan membuatnya harus menunggu, walaupun dia bisa menelpon supirnya untuk menjemputnya tapi Ia merasa betah di rumah itu.

Sudah beberapa hari disini, tetapi Ia tak kunjung menemui orang tua Dira dan Alice, Ia hanya bisa memandangnya di figura foto besar yang terdapat di dekat ruang makan, Alissa memandangi foto – foto itu baik – baik, Ia kadang tersenyum saat menemukan foto kecil Dira yang cemberut, atau foto kecil Dira yang hormat dengan memakai seragam Pilot.

“Ngapain lo?” Kata seseorang dari belakang Alissa, saat Ia melihat foto – foto difigura kecil itu.

“Lo lucu juga waktu kecil.” Katanya.

“Bawel.”

Alissa hanya tersenyum kecil,”Orang tua lo mana? Kok gue gak pernah ketemu mereka?” Tanyanya sambil bersandar di meja tempat figura – figura itu sambil melihat Dira.

“Sibuk. Mamah gue pebisnis, papah gue ngurus perusahaannya, belakangan ini mereka jarang dirumah.”

Alissa mengangguk – angguk,”Lah, terus kalo lo lagi main sama homoan lu itu, adik lo sendirian dong?”

“Yang lo maksud homoan gue siapa hah?” Dira menatap tajam Alissa yang menahan tawanya,”Ya makannya lo nememin adik gue disini, ajak juga lesbian lo!” Dira membalas perkataan Alissa sambil pergi menuju ruang TV.

“Rese lo!” Teriaknya sebal.

                                     ⏩
Alissa menguap di bangkunya sambil memeluk tas besarnya, Ia kurang tidur semalam karena habis menonton film kesukaannya hingga jam 3 pagi. Miura memasuki kelas bersamaan dengan Rangga dan yang lainnya, Miura menggoncang – goncangkan tubuh Alissa tapi tak ada respon.

“Heh, Sa! Molor mulu lo! Bangun heh!” Katanya sambil terus menggoyangkan lengan Alissa.

“Gue kurang tidur.” Katanya pelan.

“KAN! Lo tuh gak boleh gitu! Lo kalo pingsan lagi gue gak mau nolongin lo deh kalo gitu, susah sih lo dibilangin, Abang lo kalo tahu udah abis lo.” Kata Miura yang semakin membuat Alissa pusing.

Alissa memang sejak dulu mungkin SMP, Ia jika kurang tidur akan pingsan tiba – tiba, entah apa yang membuatnya begitu, menurutnya itu hanya kecapekkan dan bukan masalah serius. Tapi berbeda dengan sahabatnya yang sangat perhatian padanya itu.

“Sa, lo mending ke UKS sana, daripada lo tidur disini.” Kata Miura sambil memegang bahu Alissa.

Tak ada respon.

“Sa?” Panggilnya mulai khawatir.

“Alisaaaaaaa!” Panggilnya lagi dan itu membuat hampir seisi kelas melihatnya tapi masa bodoh, yang Ia takutkan adalah jika sahabatnya itu pingsan untuk waktu yang sangat lama lagi, dulu Alissa pernah pingsan tak sadarkan diri hingga seminggu. Alissa tetap tak mau ke dokter, buang – buang uang katanya.

“Kenapa sih?” Tanya Dion sambil berdiri di sebelah Alissa.

“Lisa gak bangun nih, bawa ke UKS!” Kata Miura sambil terisak dalam tangisnya.

Dira yang dari tadi menguping percakapan mereka segera berdiri dan berjalan menuju arah Alissa dan tanpa diperintah segera membenarkan posisi gadis itu untuk dilihatnya.

Alissa terpejam, Ia tak menunjukkan gerakan menggeliat atau apa itu senormalnya seseorang yang diganggu dalam tidurnya.

“Kan!” Kata Miura sambil menangis di dalam pelukan Rangga.

Dira segera menggendong Alissa untuk dibawanya ke UKS yang berada di lantai pertama sebelah tangga persis, Dira mempercepat langkahnya entah mengapa Ia takut karena dari tadi Alissa juga tak sadarkan diri.

DIRALISSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang