Saat mereka berdua sudah sampai di depan rumah Alissa, ternyata rumah berpagar hitam tinggi itu sangat sepi, Alissa dengan segera masuk ke dalam rumah diikuti oleh Dira.
"Ngapain lo!" Tanya Alissa yang melihat Dira sedang duduk di sofanya.
"Gak usah mikir aneh deh lo, cewek ga boleh dirumah sendirian kalo malem malem gini." Katanya sambil mengambil Hp dari sakunya.
Oke fine, batin Alissa sambil mengelilingi rumahnya yang sepi.
"Bang lo dimana sih!" Kata Alissa menelpon Abangnya sambil berjalan menuju dapur sambil mengambil air dAbangnya
"Aduh sorry Sa, gue masih kejebak macet nih, Bi Inah baru pulang kampung tadi siang." Jelas Bang Reno.
"Bawain makanan dong."
"Jangan ngaco deh lo nyet! Ditengah macet gini mana ada tukang nasi goreng lewat -.-"
"Yaudah cepet pulang!"
Alissa degan segera mematikan Hpnya dan membawa minuman itu kepada Dira.
"Dir, cari makan yuk." Ajaknya sambil duduk disebelah Dira.
"Kemana?"
"Gak tahu sih, yang deket aja, yuk ah!" Katanya sambil berdiri dan menatap Dira untuk segera bertindak.
Tak lama Dira pun bangun dan berjalan keluar rumah bersamaan dengan Alissa. Tetapi hampir 10 mneit mereka berkeliling kompleks tak ada warung atau rumah makan yang buka.
“Lo mau lihat sunset?” Tanya Dira di sebelah Alissa sambil melihat langit yang sebentar lagi akan berganti malam.
“Boleh.”
Dira berjalan mendahului Alissa, Dira menuju jembatan lengkung yang terdapat di tengah – tengah sungai yang dikelili pohon juga bunga – bunga kecil dibawahnya, dari atas sana Alissa bisa melihat sunset dengan begitu jelasnya. Ia tak pernah melihat sedekat ini, entahlah.
“Andai aja lo gak galak – galak amat, mungkin gue udah suka sama lo.”
Kata Alissa terang – terang tanpa memalingkan pandangannya pada Dira yang menatapnya datar.
“Makasih ya, hari ini gue rasa lo emang punya sisi baik dari selain marah – marah gak jelas.” Sambung Alissa sambil tersenyum tulus dihadapan Dira.
"Aneh lo." Jawab Dira sambil memunggungi Alissa.
"Kita pesen Pizza aja ya, Dir."
Dira dengan segera langsung melihat ke arah Alissa,"Kenapa gak dari tadi!" Dan Alissa hanya cengar cengir tak jelas, antara senang atau senang sekali, keduanya pun sama.
Mereka berdua sekarang berjalan kembali menuju rumah Alissa, tak ada percakapa diantara keduanya, mereka larut dan bersemayan dalam sunyi pikiran mereka masing – masing, hingga saat Alissa ingin membuka pintu gerbangnya, Ia berbalik menatap Dira yang juga melihatnya dengan wajah datarnya.
“Oh ya, soal tadi lo bilang kalo gue harus ngasih alasan buat lo jagain gue kan, jadi gue mau ngasih alesan gue sekarang,” Alissa berhenti sejenak, menatap Dira dalam senyumnya.
” Dira, mungkin bukan cuman gue aja yang lo harus lindungi dari berbagai masalah dari hal yang kecil atau yang besar sekalipun, Dira, gue cuman mau pesan ke elo, kalo lo harus ngelindungi semua perempuan di bumi ini, bukannya mereka gak bisa ngelindungi dirinya sendiri tapi, pekerjaan akan lebih cepat selesai kalo dikerjakan bersama - sama kan? Jadi, terserah deh sama kata – kata gue yang barusan, intinya karena gue udah masuk dalam masalah ini, gue juga berhak bantu lo buat nyelesaiin itu juga. Jangan pernah ninggalin gue sendiri.”
Setelah Alissa tersenyum Ia kemudian berbalik dan masuk kedalam halaman rumahnya dengan perasaan lega, berbeda dengan Dira, Ia terpaku di tempatnya, kata – kata yang barusan Ia dengar sama persis dengan apa yang mamahnya selalu bicarakan.

KAMU SEDANG MEMBACA
DIRALISSA
Romance"Kalo aku bilang aku gak suka kamu berantem, kamu marah gak?" - Alissa ♡♡♡ Alissa Andira bertemu dengan Dira Alpha Imanuel, most wanted dan bad boy di sekolahnya, dimana mereka hidup di lingkungan, attitude dan cara ber...