.
.
.
.
.
.
Aku ingin menggenggam tanganmu, membawa jiwamu pergi menjemput ingatan. Ingatan sebenarnya yang tak tersampaikan.
.
.
.
.
.
.
Setelah menerima telpon dari Jungkook, Taehyung memutuskan pergi ke asramanya segera. Katanya ada kejutan lain yang menunggunya. Karena kesal sekali dengan keusilan maknae nya itu. Sesampainya ia di depan rumah yang menjadi asramanya, Taehyung langsung meneriakkan nama Jungkook. Ia berjalan dengan emosi yang menggebu-gebu. Siap melahap habis si evil-maknae.
"Ya! Jungkook di mana kau. Berani-beraninya kau—" ucapannya terhenti.
Ada seseorang yang bergabung bersama kawan-kawannya di ruang tengah. "Jaehyun-hyung," ucap Taehyung dengan mata melotot.
Pria itu tersenyum. "Oraemaniyeyo Taehyung-ah."
Taehyung langsung berlari ke arah pria yang sedang duduk di tengah sofa panjang, yang sedang diduduki juga oleh Jungkook dan Yoongi. Ia langsung memeluk pria itu.
"Aduh hyung kau menindih jariku," keluh Jungkook.
"Haissh. Minggir kau. Aku mau duduk di samping Hyung," perintah Taehyung pada Jungkook. Akhirnya Jungkook melempar kaleng soda ke kepala Taehyung karena kesal.
"Auuw," rintih Taehyung dan langsung mengumpat kepada Jungkook yang sudah berlari ke dapur sambil tertawa.
Jaehyun pun ikut tertawa melihat tingkah adik-adiknya ini. Tidak berubah sedikitpun. Masih saja heboh.
^^^^^
Hanna berbaring di atas sofa rumah Taehyung. Tidak terasa sudah 5 hari sejak hari kepulangannya dari Daegu. Kakinya diletakkannya ke atas sandaran tangan sofa dan kedua telunjuknya ditempelkan ke sudut pelipis, seperti orang berpikir. Dalam hati ia berkata "Ayo ingatlah, ingatlah." Hanna memang sudah mendapatkan ingatannya, tapi sayang, baru sebagian. Bagian terpenting dari ingatannya belum kembali, yaitu sebelum dan sesudah kecelakaan. Apa alasannya malam itu pergi bersama ibu Taehyung, dan apa yang terjadi padanya setelah itu. Semua belum berhasil diingatnya. Rasa-rasanya ada ingatan penting setelah kecelakaan itu, ingatan yang harus Hanna ingat segera. Lalu ia teringat pemicu ingatannya kembali. Ia langsung merubah posisinya menjadi duduk.
"Apa aku harus melakukan itu lagi?" sambil memegang bibirnya. Ia membayangkan malam itu. Tak sadar ia meneguk ludahnya. "Astaga, apa yang ku pikirkan. Tidak. Tidak. Tidak boleh," sambil menggelengkan kepala.
"Tidak boleh apa?" tanya Taehyung yang ternyata sudah pulang.
"Astaga." Hanna terkejut karena tiba-tiba Taehyung sudah ada di dalam rumah.
"Sejak kapan kau ada di situ," tunjuk Hanna ke arah pantry.
"Sejak kau memegang bibirmu."
"Jinjja? (benarkah?)"
"Hm."
Astaga, kenapa aku tidak menyadarinya datang? Apa indra penglihatannya mulai berkurang? Apa aku mulai kehilangan kepekaan lingkunganku juga? apa jangan-jangan tubuhku juga akan ikut menghilang? otteokeyo? (bagaimana ini?), Hanna membatin.
Taehyung mengerutkan keningnya karena heran melihat Hanna. Setelah beberapa hari mogok bicara dengannya, sekarang Hanna mulai melakukan hal aneh lagi, yaitu sering terlihat berpikir dalam hati dan tiba-tiba mengacak-acak rambutnya sendiri, seperti yang dilakukannya sekarang. "Hanna-ssi, apa kau yakin tidak ada yang kau pikirkan?" sambil berjalan ke arah Hanna membawa segelas air putih. "Apa... kau teringat masa lalu mu?" tanya Taehyung hati-hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
MEMORY || KTH [SUDAH TERBIT]
FanfictionROMANCE-FANTASY Kim Taehyung x Kim Sejeong Tidak ada yang pasti, nyata dan palsu. Semua hanya ilusi dan manipulasi. Kau takkan mempercayainya sampai melihatnya dengan mata kepala sendiri. Jika tak bisa, maka kau cukup berusaha mengingat kembali mem...
![MEMORY || KTH [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/174688110-64-k916353.jpg)