Kala berhadapan dengan hidup yang kadang biru, kadang kelabu, tak asing bagi kita untuk akhirnya berkutat pada angkasa.
.
.
.
.
Ini cerita Hanum dan Hamzah yang di jodohkan.
Dia sangat cantik, cantik sekali, ya dia istriku Hanum, yang sekarang sedangku ajak jalan pagi di sekitar komplek, sepertinya dia suka banget karena sepanjang jalan dia selalu bertanya tanya, mengajak ngobrol, tertawa, dan senyum nya yang manis sekali.
"Mas?" Tanyanya
"Iya"
"Apa mas sering seperti ini jalan jalan pagi di sekitar komplek?" Tanya nya
"Jarang, biasanya kalau lagi nggak sibuk ajah" ucapku dan hanya di beri anggukan sajah oleh dia
"Hmm.. mas" tanya nya lagi
"Iya?"
"Aku mencintaimu" ucapnya yang membuatku hanya tersenyum dan tidak bisa membalas apa apa, dan ku langsung mengenggam tangan nya
"Awan nya bagus" ucap nya lagi sambil mendongakan kepalanya ke atas dan sambil tersenyum akupun sama mengikutinya, aku tahu dia mengalihkan pernyataannya tadi
"Apa kamu tidak lelah" tanyaku
"Nggak" ucapnya sambil tersenyum
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kita pulang sajah yu" ucapku mengajaknya pulang
"Yaudah deh" ucapnya, dan aku langsung menggenggam tangannya.
Saat sampai di rumah aku segera mengambil air putih, tapi sudah di ambilkan duluan oleh Hanum,
"Sekarang kamu mau ngapain?" Tanyaku
"Mau beres-beres mas, memangnya kenapa?" Tanya nya
"Hmm ngga ko" ucapku "Yasudah aku ke kamar ya" ucapku lagi
"Iya mas"
Saat di kamar aku langsung merebahkan tubuhku di kasur sambil memikirkan kejadian tadi, saat Hanum bilang Aku mencintaimu mas kata kata itu selalu terpikir di kepalaku, aku bingung tadi harus jawab apa, aku memang belum mencintainya tapi aku akan mencoba berusaha mebuka hati untuknya. Hanum gadis yang baik, lemah lembut mana mungkin aku harus menyakitinya hanya karena aku belum mencintainya. Tapi aku yakin seiring berjalannya waktu Insyaallah aku bisa untuk membalas cintanya, Dan untuk sekarang aku berusaha untuk jadi imam terbaiknya. Ucapku memantapkan.
------ Hanum pov
Selesai memasak untuk makan siang, aku segera ke lantai atas untuk memanggil mas Hamzah yang tadi selesai jalan pagi dia langsung ke kamar
Ceklekk
"Mas.. mas" panggilku sambil mengguncangkan tubuhnya yang tertidur, yang hanya di sautkan dengan erangan nya
"Mas bangun" panggilku lagi, dan mas Hamzah langsung mengerjapkan matanya dan segera bangkit dari tidurnya
"Kamu cuci muka dulu sana, aku tunggu di meja makan" ucapku lagi yang langsung meninggalkan kamar