Seperti biasa setiap pagi, yang di lakukan Hanum adalah belanja sayuran di depan komplek bersama ibu-ibu yang MasyaAllah bikin pusing apa lagi soal tawar menawar.
"Bang sayur bayamnya ya, sama wortel, jagung, tempe, tahu" ucap Hanum.
"Eh.. Mbak Hanum, gimana mbak sehat" tanya salah satu ibu-ibu yang kalau tidak salah Bu wati.
"Iya bu Alhamdulillah.." ucap Hanum sambil tersenyum.
"Giman udah isi belum mbak?" Tanya salah satu ibu-ibu lagi yang Hanum memang tidak terlalu hapal dengan namanya.
"Hmm.. Alhamdulillah belum bu" ucap Hanum dengan tenang.
"Semoga segera di kasih ga mbak"
"Aamiin"
Hanum hanya memasang senyum hangatnya saat banyak orang bertanya tentang momongan.
"Ini mbak semuanya habis 25,000" ucap si abang tukan sayuran, hanum segera mengeluarkan uang pasnya.
"Makasih ya bang, ibu ibu mari duluan" ucap Hanum lalu berjalan menuju rumahnya yang tidak terlalu jauh.
Setelah sampai di rumah Hanum melihat suaminya yang masih asik menonton televisi dengan secangkir kopi di tangannya.
Hanum lalu melanjutkan langkahnya menuju dapur tanpa menyapa suaminya terlebih dahulu, lalu manaruh sayuran di kulkas yang sudah ia beli tadi, lalu berjalan ke arah ruang televisi tempat suaminya yang masih asik.
"Mas?" Panggil Hanum lalu duduk di samping suaminya.
"Eh.. kamu udah pulang belanjanya?" Tanya Hamzah yang baru sadar.
"Iya mas dari tadi" ucap Hanum lalu mengambil remot tv di tangan suaminya dan mengganti chanel lain.
"Yaudah Mas berangkat kerja ya" ucap Hamzah berpamitan.
"Aku sendiri lagi" ucap Hanum dengan raut wajah yang sedih.
"Nanti Mas pulang cepet deh" ucap Hamzah sambil mengusap puncak kepala Hanum.
"Yaudah Mas hati-hati" ucap Hanum lalu mencium tangan suaminya.
Dan berjalan ke depan rumah. Setelah mobil Hamzah keluar dari gerbang Hanum kembali masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.
Saatnya kita berkutat dengan rumah gumam Hanum, lalu mengambil sapu dan berjalan menuju kamarnya terlebih dahulu setelah beres dengan kamar lalu membereskan semua setiap sudut yang ada di rumahnya dengan bersih dan mengepel.
Lalu setelah beres semuanya Hanum berjalan ke arah sofa tv dan meluruskan kaki nya yang terasa pegal.
Setalah terasa cukup untuk istirahat Hanum segera berjalan ke arah dapur memasak untuk menyiapkan makan siang suaminya.
Saat sedang asik memasak tiba-tiba kepalanya terasa pusing, tapi Hanum tetap saja melanjutkan masakny hingga beres.
Sudah selesai semua dengan pekerjaan rumah Hanum kembali ke kamar dan menyenderkan kepalanya ke penyangga kasur dan meluruskan kakinya.
Pusingnya masih belum juga hilang membuat badan Hanum lemas, Hanum segera memjamkan matanya mencoba menghilangkan rasa pusing.
----
Dilain tempan Hamzah sudah sampai di kantornya. Dan melangkahkan kakinya menuju ruangannya.
Baru saja Hamzah duduk di kursi kebanggaannya sudah ada yang mengetuk pintunya.
Tok.. tok
"Masuk" ucap Hamzah dengan santai, lalu mebuka laptopnya.
"Hallo.. Bro apa kabar?" Siapa lagi kalau bukan sahabatnya Rifki.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hanum & Hamzah | END
EspiritualKala berhadapan dengan hidup yang kadang biru, kadang kelabu, tak asing bagi kita untuk akhirnya berkutat pada angkasa. . . . . Ini cerita Hanum dan Hamzah yang di jodohkan.
