Hanum pov.
Langit yang teduh dan sedikit gelap di pagi ini sepertinya akan turun hujan. Aku menatap tetesan demi tetesan air hujan turun dari langit aku berdiri di balkon kamar sambil merasakan dinginnya pagi ini karena hujan. Dan aku teringat tentang pernikahan ku yang sudah hampir 1 tahun lebih.
Aku bahagia dengan pernikahanku meskipun karena di jodohkan tapi aku tetap bahagia, karena Mas Hamzah memperlakukanku dengan sangat baik penyayang. Tidak sedikitpun aku melihat nya marah dia orang yang sabar, aku bahgia bisa menjadi istrinya.
Tapi apa Mas Hamzah sudah mencintaiku?
Pertanyaan konyol yang selalu menyeruak di pikiranku, tapi aku yakin Mas Hamzah akan mencintaku.
Tapi tiba-tiba ada sebuah tangan yang memeluku dari belakang, aku sudah yakin banget pasti ini Mas Hamzah
"Hmm.. sedang mikirin apa?" Tanya Mas Hamzah
"Nggak papa ko Mas" ucapku berbohong ya Allah maafkan aku yang sudah berbohong pada suamiku.
"Masuk ajah yu lagian hujan, dingin nanti kamu sakit" ajak Mas Hamzah
"Di sini ajah Mas aku suka kalau lagi ada hujan di pagi hari"
"Yaudah deh" ucap Mas Hamzah yang langsung berdiri di sampingku sambil menatap rintikan hujan yang turun.
"Mas" panggilku sambil tetap memandang lurus ke arah air hujan
"Iya"
"Apa mas sudah mencintaku" tanyaku, lagi lagi pertanyaan itu kutanyakan lagi, tapi Mas Hamzah hanya tetap diam.
"Yaudah Mas nggak usah di pikirin pertanyaanku tadi" ucapku tetap memandang lurus ke depan, tapi tiba tiba tangan Mas Hamzah langsung mengenggam tanganku dan menatapku lekat.
"Aku mohon kamu jangan pertanyakan itu lagi, dengan seiring berjalannya watu peraan itu dudah hadir Hanum" ucapnya, dan membuatku hanya diam terpaku.
"Dan aku mencintaimu humairaku" ucap Mas Hamzah yang langsung memeluku dan aku menitikan air mata haru.
"Maksih Mas" ucapku sambil tersenyum.
"Tapi aku mohon sama kamu jangan pernah pertanyakn itu lagi, aku akan tetap mencintaimu selalu" ucap Mas Hamzah dan mengusap air mataku.
-----
Setelah unkapan tadi pagi, aku bahagia banget karena 1 tahun lebih hanya aku yang mencintai suamiku, tapi hari ini beda hari ini adalah hari di mana Mas Hamzah sudah mencintaiku, ungkapan rasa yang sudah aku tunggu-tinggu sejak lama, tapi akhirnya Mas Hamzah sudah mencintaiku.
Seperti biasa siang ini aku mau mengantarkan makan siang kepada Mas Hamzah, aku membawa mobil sendiri, beberapa menit kemudian akhirnya aku sampai di kantornya Mas Hamzah. Beberapa pegawai tersenyum hangat kepadaku.
Aku segera menghampiri sekretarisnya Mas Hamzah, "Mbak? Ada Mas Hamzah nya?" Tanyaku
"Iya bu ada, ibu tinggal masuk ajah" ucapnya sambil tersenyum hangat, akupun segera melangkahkan kakiku menuju ruangan Mas Hamzah, saat sudah sampai di depan pintu tiba-tiba Mas Hamzah juga akan keluar.
"Loh.. Hanum?" Ucap Mas Hamzah sambik tersenyum
"Eh.. iya Mas, Assalamu'alaikum" ucapku sambil mencium tangan Mas Hamzah
"Waalaikun salam" Dan Mas Hamzah langsung menyuruhku untuk masuk keruangan nya.
"Mas tadi mau ngapain keluar?" Tanyaku karena tadi Mas Hamzah sudah mau ke luar ruangannya.
"Tadi Mas mau nyari makan siang, eh.. tapi udah ada kamu bawaain makanan juga kan jadi enak" ucapnya sambil terkekeh.
"Yaudah sekarang Mas makan ya" ucapku sambil membuka bekal makanan.
Beberapa menit kemudian Mas Hamzah sudah menghabiskan makan yang aku bawa,
"Hmm.. nanti kamu pulangnya bareng Mas ajah" ucapnya
"Nggak mau Mas akukan bawa mobil" ucapku
"Ya nanti mobilnya akan di bawain sama supir" ucapnya lagi
"Ya tapi tetep ajah nggak mau soal nya jenuh gitu kalau nungguin kamu kerja, aku cuma duduk ajah, trus kamunya sibuk sama laporan-laporan kerja kamu" ucapku malas, karena Ku sudah tahu banget kalau nungguin Mas Hamzah kerja pasti malah di cuekin
"Yaudah kamu pulang ajah sana" ucapnya sambil memasang muka yang membuatku sedikit takut
"Kamu mah gitu marah mulu" ucapku langsung mendudukan tubuhku di sofa.
"Nah.. gitu dong tungguin aku kerja, lagian juga di rumah kamu nggak ngapa-ngapain" ucapnya sambil tersenyum.
"Iyaudah aku tungguin" ucapku, dan Mas Hamzah langsung melanjutkan kerjanya.
Saat aku sedang melihat media sosial tiba-tiba ada sebuah poto perlengkapan bayi yang bermacam-macam warnanya, lucu-lucu juga.
"Mas?" Panggilku
"Hmm.."
"Nanti kalau aku hamil aku mau beli perlengkapan bayinya serba warna hijau muda" ucapku sambil tersenyum dan membayangkan betapa bahagianya mempunyai bayi.
"Iya"
"Terus aku juga maunya nanti di panggil bunda sama mereka" ucapku sambik tersenyum bahagia.
"Hmm"
"Aku juga mau nanti bayi kita punya kamar sendiri" ucapku sambil membayangkan kamar bayi yang di penuhi perlengkapan bayi dan bernuansa hijau yaampun.
"Iyaaa"
"Ishh.. kamu mah gitu cuma iya hmm iya hmm, gitu-gitu mulu jawabnya" ucapku kesal
"Iya aku juga mau kamarnya bernuansa sebar coklat" ucap Mas Hamzah yang masih pokus ke layar laptopnya
"Bukan coklat tapi HIJAU mas hijau" ucapku
"Ohh iya hijau, nanti dulu ya Mas nya lagi ribet" ucap Mas Hamzah sambil melihat ke arahku
Aku hanya diam, dan Mas Hamzah melanjutkan pekerjaan nya lagi, tapi tetap sajah aku akan terus melanjutkan cerita aku.
------
Hamzah pov
Saat melihat jam ternyata sudah jam 4 sore, dan aku juga sudah tidak mendengar celotehan yang sedari tadi bertanya yang aneh aneh, saat ku lihat ke arah sofa ternyata dia tertidur, aku segera beranjak dari tempat dudukku mengahmpiri sofa yang sudah di tiduri oleh Hanum.
Saatku lihat wajahnya tidurnya yang sangat damai, dan terlihat lebih cantik saat tertidur, dan aku kepikir pertanyaan yang masih sangat jelas ada di pikiran otakku, yaitu tentang dia yang bertanya aku ingin punya bayi yang serba perlengkapannya warna hijau, mau nya di panggil bunda, kamar nya juga, saat dia bilang ingin seperti itu sama aku juga ingin, ingin sekali segera di kasih keturunan.
Apa lagi tadi pagi aku baru sajah menyatakan aku sudah mencintainya, dan saat dia dateng ke sini senyum yang beda senyum yang penuh dengang kebahagiaan. Maaf Hanum aku baru bilang aku mencintaimu padahal sudah 1 tahun kita menikah.
Sebenarnya aku sudah cinta sama kamu beberapa bulan yang lalu tapi aku bingung untuk mengungkapkan nya seprti apa.
"Mas?" Panggil Hanum tepat di depanku dan membuyarkan semua pikiranku
"Ehh.. iya" ucapku sambil tersenyum dan bingung
"Ko kamu bukannya bangunin aku malah diem ajah di depan aku" ucapnya sambil beranjak dari duduk
"Tadinya Mas mau bangunin, tapi kamu kayanya nyenyak banget tidurnya jadi nggak tega gitu" ucapku
"Ohh.. yaudah terus kapan kita pulang?" Tanyanya lagi
"Yaudah kita pulang yu" ucapku langsung membereskan pekerjaan.
"Asikkk.. kita mampir dulu Mas ke tempat makan aku laper" ucapnya dengan senyum yang tidak pernah luntur.
"Siap bu boss" ucapku sambil terkekeh.
-----
Jangan lupa vote dan comennya ya🙏
Kamis, 30 Ramadhan 1440H
Salam sayang😙
KAMU SEDANG MEMBACA
Hanum & Hamzah | END
SpiritualKala berhadapan dengan hidup yang kadang biru, kadang kelabu, tak asing bagi kita untuk akhirnya berkutat pada angkasa. . . . . Ini cerita Hanum dan Hamzah yang di jodohkan.
