45. dokter

1.4K 98 7
                                        

"Taehyung~ah ayo kita latihan"

"Neeee" Taehyung bangkit dari duduknya dan meletakkan ponselnya di atas lantai.

"Five six five six seven eight"

"One two three four five six seven eight"

"Ya bagus! Eh Jungkook, coba diulang lagi yang bagian ini"

"Ah, ne. Seperti ini?"

"Ya, ini baru benar. Apa yang kau pikirkan? Mengapa kau jadi tidak fokus seperti ini??"

"Nan meolla hyung, kepalaku pusing dari tadi" (aku tidak tahu)

"Geraeyo? Kalau gitu kamu istirahat aja dulu. Yang lain tetap latihan" (benarkah)

"Ne!"

Jungkook sedari tadi terlihat begitu murung dan pucat. Manajer-nim memanggil salah satu staffnya untuk merawat Jungkook sementara, kemudian membawanya ke rumah sakit untuk dicek oleh dokter.

Jungkook berjalan gontai menuju ruangannya, namun seketika ambruk dan kepalanya terbentur meja hingga terluka.

Jungkook tak sadarkan diri.

"Manajer-nim, Jungkook pingsan! Badannya panas dan kepalanya terbentur meja hingga berdarah!" Teriak staff yang merawat Jungkook.

"Jinja??" Semua member terkejut mendengar berita buruk ini. Taehyung langsung lari menghampiri Jungkook. (Benarkah)

"Jimin, ambilkan air dingin dan handuk kecil! Suga, ambilkan kotak P3K di kamarku! Namjoon, panggilkan dokter! Hoseok, ambilkan minyak aroma terapi! Taehyung, segera hubungi keluarganya!" Teriak Jin mengarahkan kepada anggotanya.

"Ne, hyung!"

Usai menerima kotak P3K dari Jimin, Jin langsung meracik obatnya dan menempelkan sebuah kapas dengan plaster di kening Jungkook dengan hati-hati.

"Dokter datang!" Seru Suga.

Dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Jungkook yang terkapar lemas tak berdaya.

***

Nyannyan POV

Praaangggg

"Adek, apa yang jatuh?" Tanya ayah kemudian ngehampiri gue.

"Tutup panci ko yah hehe"

"Hati-hati dek, jangan sampai jatuh lagi. Apa yang kamu pikirkan kok sampai jatuh gitu? Hum?" Tanya ayah sembari mengusap kepala gue lembut.

"Gatau yah, perasaan Nyannyan gaenak tiba-tiba"

"Oh, mungkin kamu kecapean. Sudah seminggu ini kan kamu belajar terus"

"Ya mau gimana lagi yah, kan aku pengen banget bisa masuk universitas itu"

"Iya, ayah tau. Tapi kan kalu terlalu diforsir juga nggak bagus. Gimana kalau nanti malam kita bertiga keluar makan malam?"

"Kkeol! Terima kasih ayah!" Ujar gue kegirangan dan langsung memeluk ayah. (Setuju)

Kenapa ayah gue peka banget sih kalau gue emang lagi pengen keluar? Mwehehehe.

19.00 WIB
"ADEK UDAH SIAP?" Teriak bunda dari lantai bawah.

"UDAH BUN!"

Gue sempeotin parfum aroma lavender kesukaan gue ke pergelangan tangan dan bersiap untuk turun ke bawah.

"Hmmm.. adek, kenapa wangi banget?"

"Yaiyadong, kan spesial hehehe"

"Ah adek bisa aja. Berangkat yuk yah"

"Oh she up!"

Ayah menyalakan mesin mobil Corolla merah elegan kesayangannya. Gue dan bunda pun memasuki mobil.

"Let's go!" Teriak gue kegirangan.

***

Author POV
"Dok, gimana hasilnya?" Tanya Jin.


"Tidak ada yang serius. Hanya saja, Jungkook kecapekan. Untuk satu minggu ini, saya sarankan agar Jungkook tidak melakukan aktivitas yang memberatkan dulu. Biarkan dia beristirahat untuk sementara waktu. Karena kalau kecapekan, mungkin dia akan terjatuh pingsan kembali" jelas dokter panjang lebar.

"Baiklah dok, terimakasih. Mari saya antar" Namjoon mengantar dokter ke luar dorm.

"Hyung, aku ga mau kasih tau keluarganya terutama Nyannyan" ujar Taehyung ragu.

"Kenapa?"

"Karena aku tahu, kalau aku kasih kabar ini, mereka pasti akan panik. Sedangkan mereka juga jauh dari Jungkook. Dan terlebih lagi Nyannyan sekarang mau ujian masuk universitas" Jelas Taehyung.

"Ya, kamu benar juga. Baiklah, tidak usah memberi tahu mereka"

Semua member terlihat gelisah melihat keadaan Jungkook sang magnae yang biasanya ceria, kini terbaring lemah di atas kasur dan tidak diperbolehkan untuk beraktivitas sementara waktu.

Dorm akan terasa sepi tanpa Jungkook yang jahil, tawa canda Jungkook, dan suara merdu yang ia lontarkan sebagai pengiring tidur para hyungnya.

"Ya Jungkook-ah, sepi gada lo. Cepet sembuh" ujar Jimin merengek.

Tak

"Ah hyung, appo!" Pinta Jimin yang mendapat jitakan bebas dari Suga. (Sakit)

"Ya! Jungkook bukan anak kecil lagi. Dia pasti bangun. Gausah ngerek kaya anak kecil gitu lah Jim"

"Mianhae hyung. Ga ada Jungkook siapa lagi dong yang mau maen sama Jimin:(" Jimin kembali merengek bak anak kecil. Terlihat sangat imut hingga Taehyung menghampirinya dan membuat sebuah aegyo.

"Jiminie hyung, kan masih ada Taetae. Heung heung" nampak ingin sekali Jimin mencubit kedua pipi gembul milik Taehyung. Namun tiba-tiba saja jimin berubah menjadi manly dan memukul dada Taehyung.

"Ya! Apa yang kau lakukan? Huh? Lo tuh cowo. Jijik tau"

"Yeee, lo juga ege. Padahal gue bermaksud ngehibur lo Jim" ujar taehyung kesal.

"Nyannyan!"




Sumpah ini kenapa jadi drama banget sih -knj
Pengen gampol taehyung sama jimin -suga
Mending gue yang nge-aegyo -nyannyan




TBC

We Never Know X KTH [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang