016

6.8K 489 44
                                        

Happy reading^^

"Iya? Apa sih? Gk, gue bercanda doang kmren tuh."

Ya, sejak pagi td Jennie dan Rose meneleponku secara bergiliran. Mereka trus bertanya tentang perkataanku semlm.

"Udah dlu ya, Pak Jaehyun nunggu gue oke? Bye!"

Aku lgsg memutuskan panggilan dgan Jennie lalu menemui Pak Jaehyun. Aku sdkit merapikan pkaian dan rambutku sblum sampai di ruang tamu.

"Apa kita bisa brangkat skrg, pak?" Tanyaku bgtu smpai di ruang tamu.

"Apa kita bisa brangkat skrg, pak?" Tanyaku bgtu smpai di ruang tamu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pak?" Aku menjentikkan jari di dpan wajah Pak Jaehyun.

"A-ah ya? Kita brangkat skrg," Pak Jaehyun terkesiap lalu mengambil kunci mobilnya di atas meja.

"Kak, Vanya brangkat dlu mungkin plang mlam."

"Oke, hati2 dan spertinya dia menyukai adik cantikku ini" Kak Chan berbisik di telingaku lalu terkekeh.

"Jgn bercanda, kak" aku menatapnya.

Aku dan Pak Jaehyun berjalan menuju mobilnya lalu kita lgsg brangkat menuju kawasan Puncak. Kami sengaja brangkat pagi2 skli agar tdak trlalu siang saat smpai di sana.

"Stelah saya pantau slama satu minggu, mereka terlilit hutang yg ckup besar sjak tiga tahun lalu."

"Apa penyebabnya?" Pak Jaehyun melirikku sdkit.

"Anak dr pemilik usaha trsebut sakit dan itu membuat mereka hrus berhutang pd rentenir untuk membayar hutang2nya di judi trsebut. Bahkan uang yg kita kirim untuk membayar biaya produksi tdak ckup untuk membayar hutang trsebut shingga mereka terpaksa menjual sisa harta bendanya trmsuk usaha yg sdang dirintis."

"Memangnya brapa jumlah hutang mereka?" - Pak Jaehyun.

"Skitar 100jt ditambah bunga sbesar 5jt stiap bulannya, total hutang mereka sbesar 300jt smpai detik ini."

"Kita temui dlu rentenir itu untuk menebus tmpat usaha mereka, jika tdak maka produksi bahan youghurt untuk pabrik kita akan terhambat."

"Saya jg sdah mndapatkan alamatnya, pak silakan" aku memberikan hpku untuk GPS mnuju lokasi prtama kami.

"Kamu yakin bnar ini alamatnya?" - Pak Jaehyun melirikku kmbali.

"Saya sangat yakin, pak karena informasi ini saya dpat dr istri Akang Baek sndri."

"Spertinya saya tahu alamat ini," Pak Jaehyun mlihat layar hpku sjenak lalu mengembalikan hp itu pdaku.

"Bapak tdak perlu GPS?" Tanyaku dgan ragu.

"Saya sdah prnah berurusan dgan org ini, rentenir klas kakap yg slalu memberikan bunga dlam jumlah besar pd peminjamnya. Saya tdak menyangka akan berurusan kmbali dgan org ini," Pak Jaehyun menghela nafasnya.

COLD C.E.O - Jung JaehyunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang